Postingan

Menampilkan postingan dengan label Hidupku

Years of struggle

"One day in retrospect, the years of struggle will strike you as the most beautiful." 2 Januari 2015, 11 Rabiul Awal 1436 H Besok harus hiking dan sekarang masih on ngerjain tugas medicuss dan masih agak teler post jaga (tepar yaAllah) Kemarin saya jaga di klinik rancamanyar, masyaAllah pasiennya banyak banget sampe hampir 100. Rasanya? Sendi tangan sama kaki kaya mau putus dan badan saya sakit-sakit. Masalahnya disana g ada perawat jd semua kita kerjain sendiri. Pas pulang jam 9 pagi saya sampe ketiduran terus kebawa sama angkot -,- Pasiennya pun aneh-aneh, ada pasien remaja kena petasan meledak di tangan yang harus saya sambung jari jempolnya dateng jam 11 malem. Hati rasanya ingin ngamuk "nanaonan maneh nyiksa diri sorangan atuh!" tapi akhirnya cuma bisa senyum2 mesem dan minta anaknya banyak bersyukur, karena biasanya orang kena petasan tangannya bisa sampe lepas dan dia cuma hampir lepas.  Kehidupan pasca internsip upside down sekali. Sambil tun...

When I'm feeling blue?

Gambar
I like:  the perfect, full-circle sunset,  the crystal reflection sparkled on the blue sea surface,  the sky, hm, yes, the sky the boat that somehow reminds me of both solitude and hope the color cascade of blue sea I like: the electric blue color on my veil (I recently love this color; vivid but beautiful) the blue stitch that has been my best and loyal traveling buddy like ever So, when I'm feeling blue?  All I have to do is... simply remember my favorite things, and I don't feel so so sooo bad.  Blue isn't that bad after all.

Embracing South-East Celebes: Desa Labengki

Gambar
“Travelling is a matter of seeking a great perhaps. Opening up to possibilities and chances that what might happen, will guide you to better places, journey, and maybe, your life turning point.” Desa Labengki dari kejauhan; hidden paradise waiting to be treasured Petualangan kami kali ini penuh dengan hal random dan  spontanitas. Berbekal nekat, sedikit informasi dan searching di google, kami merencanakan perjalanan ke Labengki, sebuah Desa yang terletak di Kabupaten Konawe Utara. Desa yang disebut-sebut sebagai Raja Ampatnya Sulawesi Tenggara. Tentu tidak asing bukan dengan Raja Ampat, salah satu pusat destinasi pariwisata keindahan pantai dan bawah laut yang disebut sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia, bahkan dunia. Perjalanan tentu dimulai dengan mencari informasi, bagaimana caranya menuju ke Labengki. Sempat bingung darimana harus memulai perjalanan, sampai akhirnya kami bertamu ke Dinas Pariwisata Kabupaten Konawe Utara, dan berkesempatan untuk langsung b...

Embracing Buton #5: Pulau Makassar.

Gambar
Aloha Pulau Makassar! Pulau ini merupakan destinasi dadakan karena batal ke Pulau Muna. Yep, yang karena ketinggalan kapal itu loh -,-. Akhirnya daripada pulang dengan hati hampa *elah, kami memutuskan untuk pergi ke Pulau Makassar atau biasa disingkat PuMa, sebuah pulau kecil persis di depan kota Bau-Bau. Perjalanan menuju Pulau Makassar hanya membutuhkan waktu kurang lebih 15-20 menit, tergantung kondisi laut dan ombak. Kami menggunakan Jonson/perahu kecil dari tempat semacam pelabuhannya di Pantai Kamali. Biaya sekali jalan dari Pantai Kamali ke PuMa dengan jonson kurang lebih 4 ribu rupiah. Di Pantai Kamali, area pelabuhan jonson yang mau ke PuMa Ini namanya jonson qaqaaaa~q Sesampainya di pelabuhan PuMa, awalnya agak bingung, karena aselii ini sangat mendadak jadinya tidak ada persiapan sama sekali. Belum searching tempat, belum siapkan apa-apa, dan tidak ada kenalan yang bisa bawa kami berkeliling disana. Akhirnya kami gentayangan di Puma. Pulaunya amat sanga...

Kecocokan Jiwa

"Kecocokan jiwa memang tak selalu sama rumusnya... Ada dua sungai besar yang bertemu dan bermuara di laut yang satu; itu kesamaan Ada panas dan dingin bertemu untuk mencapai kehangatan; itu keseimbangan Ada hujan lebat berjumpa tanah subur, lalu menumbuhkan taman; itu kegenapan tapi satu hal tetap sama... mereka cocok karena bersama bertasbih memuji Allah seperti segala sesuatu yang ada di langit dan bumi, ruku' pada keagunganNya." Disadur dari blog Ust. Salim A. Fillah

Embracing Buton #4: Ketinggalan Kapal & Pelabuhan Murhum

Gambar
Suasana pagi di salah satu sisi Pelabuhan Murhum Pelabuhan Murhum ini sebenernya  healing period  et causa ketinggalan kapal. Hiks.  Ini kejadian yang mungkin agak traumatis dan sangat membekas ahaha, karena ini kali kedua saya ketinggalan kendaraan. Yang pertama pas backpacking ke jogja ketinggalan kereta gara2 tanri dkk yang miss koordinasi, tapi untungnya bisa dikejar dengan nyambung kereta karena waktu keberangkatannya g jauh beda. Nah, kalau kapal? Sekali ketinggalan kapal telatnya bisa 6 jam. Itu termasuk cepat. Ada yang bisa berhari-hari atau bahkan mingguan, misalnya kapal ke makassar. Kalau telat ya tinggal gigit jari.  Sebelumnya saya dn teman2 berencana ke Pulau Muna. Disana (kata koran) ada festival kebudayaan keraton se-Nusantara gitu, tampak menarik akhirnya rencana kesana beli tiket. Perjalanan ke Muna harus naik kapal super jet Cantika Express. Sehari berangkat dua kali, jam 7.30 dan jam 13.00 WITA. Biaya sekali jalan ke Pulau Mun...