Postingan

Menampilkan postingan dengan label koas manfaat

Who am I to judge?

Residen: "Dek, sini deh lo. Gue mau tanya. Nih ya, menurut lo, kenapa bisa kejadian hemorrhagic shock?" Dek Koas: " Perdarahan dok." R: " Yee ya iya itu mah, mana2 aja perdarahan yang bisa bikin hemorrhagic shock?" DK: " Abdomen, thorax, pelvic sama fraktur tulang panjang dok." R: "Naaah! Coba skrg lo pikirin. Tadi gue dapet telefon ada pasien yang mau dirujuk dari Ci*mis dengan cedera kepala berat dan hemorrhagic shock. Gue tanya gimana abdomen thorax pelvic-nya katanya clear, FAST negatif.  Fraktur juga g ada.  Mana mungkin coba orang hemorrhagic shock gara2 cedera kepala berat. Emang kepala bisa tahan berapa liter darah sampe bisa jadi shock.  JANGAN KAYA GITU YA DEK NANTI. KALAU MAU RUJUK PASIEN PINTER DIKIT LAH. JANGAN BEGO-BEGO BANGET."   kalimat terakhir diucapkan dengan menggebu-gebu oleh residen dengan penuh penekanan. sambil doi juga kesel-kesel.  di sepersekian menit itu, dek koas-dek koas ini kem...

Cerita koas#8: THT-KL

THT-KL IS exhausting.  Dibanding stase-stase sebelumnya, THT ini bener-bener menguras energi.  Saraf, jiwa, forensik, mata, nuklir, gimul, rehab medik, bahkan anak lewaaaaat. Anak berat karena periode-nya yang 9 minggu. tapi THT dengan cuma 3 minggu aja, subhanallah! *koprol* 1. Sistem tanda-tangan dan list Jadi kerjaan kita kesana-kemari ngejar tanda tangan residen dan menuhin logbook yang segambreng-gambreng. Ada list kasus-kasus yang harus diikuti dan setelahnya minta tandatangan residen yang supervisi. setelah ttd residen baru ngejar ttd konsulen2. berasa wartawan gosiiiippp -,- nah, kita harus menuhin list minimal itu. Hal ini ngebuat saya jadi mikir efektivitas kalau kurikulum kemahasiswaan dulu dibuat check-list: a. minim dinamisasi (hal yang penting di dunia kemahasiswaan karena ini jadi bahan dasar kreativitas) b. berubah jadi tekanan, padahal harusnya proses belajar itu dinikmati. sisi positifnya: buat mereka2 yang mager emang list ini jadi cambuk dan bikin m...

Pediatri 6! :)

Gambar
Kelompok 6 Pediatri 7 Mei - 7 Juli 2012 Lee - Tia - Fulki - dr. Ahmedz - Silka - Putri - Nita Haikal - Jalal - Aloysius - Ubay *peluk teletubbies* hampir 24 jam gue isinya lo lagi lo lagi. 

(katanya) dokter muda.

Gambar
Hari H ujian MDE anak.  Di saat belajar juga udah g masuk, ya jadilah kita fototaksis.  kocak deh, di saat kita ambil foto-foto -yang tidak alay- terus di meja bagian yang lain berisi teman2 yang rajin dan masih fokus belajar. kaya bumi dan langit. dan tentuuuuu membuat deg-degan kaya this typical statement in anak2 FK: "aaaa gimana ini yang lain pada belajar sedangkan gueeee ..." tapi ya gimana mau belajar pun udah g masuk. daripada tegang2 geje mending relaks. dan komentar dari bagian meja 'cahaya': "kalian masih foto-foto ajaaaaa? " dan jawaban dari bagian meja 'kegelapan': "aha ahaha ahaha ahaha" #tertawamaksa #barimiristea anak selesaaaaaiiii, akhirnya akhirnya akhirnyaa... here are some pictures!  ya begini orang2nya gimana g gelap :)) #tutupmata ekspresi alo a.k.a wawan g nahan banget (yg paling kanan foto) ubay exophtalmus! :)) gelap banget ini gelap  scrapbook yang kami buat bareng2 unt...

Cerita koas #3: Perseptor (Jiwa)

Saya sering esmoseh kalo ngeliat banyak guru yang g bener. karena menurut (kebatuan) saya, g ada yang namanya murid bodoh. yang ada adalah guru yang g bisa ngajar. akhirnya tersintesislah konsep di kepala saya bahwa: guru yang bener itu MAHAL. bener dalam artian mendidik ya. orang pinter banyak. tapi orang yang bisa jadi guru dan ngajarin itu ke orang-orang nggak. kombinasi kepintaran dan kemampuan mendidik (include ngajar) itu langka.  orang-orang yang bisa mendidik-lah yang selalu membuat saya kagum.  nah neh noh! begitupun di koas. residen yang pinter banyaknya minta ampun. tapi residen yang mau ngajarin mahalnya minta ampun juga. perseptor juga banyak dan (tentu) pintar-pintar. tapi yang bisa ngajarin dan mendidik langka.  apalagi di koas. perseptor memegang pengaruh amat sangat besar dalam apa yang kita dapet di bagian itu. beneran ini mah. g ada kaitan sama belajar mandiri and so on kalo lo belajar sendiri juga sama2 aja bisanya. enggak. ini beda kaya d...

Cerita Koas #1

"(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." QS 3:191 Pertimbangan terbesar seorang dokter adalah keyakinannya, aqidahnya, tanggungjawabnya kepada Tuhan yang Maha Menciptakan, yang mustahil ada satupun makhluk penciptaanNya sia-sia. Bukan dari untung rugi materi, bukan untung rugi dari apa yang dirasakan manusia, bukan adil dari apa yang didefinisikan manusia. *** Diatas ini saya salin dari corat-coret di buku setelah bimbingan stase forensik dengan dr. Chevy dan terlibat diskusi dengan topik  mengenai "apabila ketika kehamilan ditemukan bahwa bayi di kandungan anencephal, kamu setuju untuk menggugurkannya atau tidak?" dan jawaban para dokter muda kebanyakannya adalah "gugurkan saja, toh lahir ju...