Postingan

Menampilkan postingan dengan label friendship

Embracing Buton #2: Sekolah Guru Indonesia :)

Gambar
Tidak lengkap rasanya bercerita tentang Buton tanpa kenal teman-teman baru saya ini. Perkenalan saya dengan teman-teman dari   Sekolah Guru Indonesia sangat random, dan kalau dipikir sekarang mungkin agak maksa dan g tau malu, hehe. Sebelumnya saya kasih prolog dulu ya, sebenarnya apa itu Sekolah Guru Indonesia. Teman-teman semua mungkin sudah banyak kenal dengan Indonesia Mengajar yang diprakarsai Anies Baswedan. Kira-kira begitulah gampangnya menjelaskan kepada awam mengenai Sekolah Guru Indonesia atau biasa disingkat SGI. Secara kelembagaan, SGI merupakan salah satu bentuk lembaga atau mungkin program yang dibentuk oleh Dompet Dhuafa. Tujuannya (yang saya tangkap tersirat maupun tersurat dari obrolan-obrolan dengan guru maupun pihak manajemen SGI) adalah bagaimana membentuk dan mendistribusikan pendidik ke pelosok Indonesia. Ketika menyebut istilah ‘pendidik’, tentu bukan sebatas guru di kelas yang bekerja sesuai jam kerjanya, akan tetapi menyangkut aspek yang lebih k...

Ekspektasi Diberi

Hati-hati merasa terlalu banyak memberi, apalagi dengan ekspektasi yang diberi akan balik memberi. Tidak semua hal terkait pemberian adalah yang hal yang bisa dimengerti dan dirasa oleh indera. Tiap orang punya porsi give and take- nya masing-masing, karena dia yang memberi, akan memberi sesuai kapasitasnya memberi. Bagaimana dia bisa memberi apa yang dia tidak punya, bukan? Dan perkara kapasitas, variabelnya banyak. Lantas siapa kita, menghakimi pemberian orang karena indra yang terbatas?  *** Kalau g mau ribet sebenernya mudah, lupakan tulisan di atas, intinya: I khlas. 

Duh, klasik.

Saya kembali ke ground zero.  Setelah sekian lama saya seringkali menolak istilah " ignorance is a bliss " karena menurut saya ignorance itu bentuk ketidakpedulian destruktif dan tidak menyelesaikan masalah. Dan balik lagi, dari dulu saya ini emang sering dimarahi orangtua karena terlalu perasa. Lebih baik sakit hati sendiri daripada bikin orang lain sakit hati.  Odong.  Untungnya hal yang sama g terjadi kalau konteks-nya kerjaan.  Saya betul-betul harus berubah. Dengan kondisi di rumah berlima dengan teman-teman yang karakternya beda-beda (bedanya kadang sampai bikin dyspnea), peduli nampaknya malah jadi destruktif. Atau bukan peduli-nya yang salah, tapi kadarnya. Mungkin juga ini terkait bagaimana saya memposisikan diri, atau diposisikan oleh teman-teman yang lain. Saya mendengar terlalu banyak hal, merasa ditarik kanan-kiri. Dan kalau menurut saya ini bukan hal yang terlalu saya harus lawan (g prinsip buat diintervensi maksudnya) yaudah saya terim...

Pediatri 6! :)

Gambar
Kelompok 6 Pediatri 7 Mei - 7 Juli 2012 Lee - Tia - Fulki - dr. Ahmedz - Silka - Putri - Nita Haikal - Jalal - Aloysius - Ubay *peluk teletubbies* hampir 24 jam gue isinya lo lagi lo lagi. 

bocah.

Minggu, 4 Desember 2011 23:27,  “ b elum jodoh sama amanahnya teh, hehe :D” Senin, 5 Desember 2011, di mobil pulang. “coba ceritain kemaren gimana. Sama teteh g usah pake gengsi atau hormon2 ya. Are you okay?” “Sejujurnya ya teh, sejujurnya, saya apa-apa... .......... Iya, kemaren itu saya g pake politik banget. Bener-bener saya apa adanya. Wah kalau lawan2 saya yang lain mah prepare pisan.” “g pake politik gimana maksudnya?” “Misalnya nih ya, pas pertanyaan siapa aja ketua2 senat dan BEM. Saya bisa aja teh jawab dan nanya ke orang-orang. Tapi saya g mau. Nama2 yang dikasih tau sama orang g saya sebutin. Saya cuma jawab yang bener-bener saya tau. Waktu ditanya, berapa keinginan saya untuk maju, saya jawab 7. Yang lain jawab 9 dn 10. Baru disitu saya ngerasanya jomplang pisan. Kenapa 7 ya? Drastis pisan bedanya. Pas yang lain jawab pertanyaan, mereka berdiri. Saya, karena ngerasa-nya duduk g dilarang, ya saya duduk aja...

To my deary bee.

Bee, sedih banget aku kamu g ada disini, in your birthday apalagi :( Lo t of things happen here bee. Makanya, kalau disana kamu g belajar banyak hal, apalagi gak bahagia, it will be such a waste, since your presence here can make a lot of significant difference.   Bee, umurmu udah 22 ya.. No offense loh itu. kadang orang sensian banget ya disebut umurnya berapa (ya salah aku juga sih ngegangguin). Tapi membelalakan mata atas sudah berapa umur kita itu penting. karena tau umur berapa berarti tau seberapa banyak kesempatan yang udah Allah kasih, dan semakin tau juga bahwa pertanggungjawaban kita semakin dekat. Mudah2an ini semua g cuma jadi persahabatan yang fana. tapi Allah jaga dan kekalkan. Ulang tahunmu bertepatan sama 10 Ramadhan bee, yang katanya di 10 hari pertama Ramadhan disebut-sebut sebagai fase rahmat. Semoga Allah berikan juga kasih sayangNya atasmu. untuk menjadi muslimah sejati, mu'minat, qanitat, hafizhat. Selamat merefleksi perjalanan hidupmu bee.. sudah ba...