Postingan

Menampilkan postingan dengan label inspirasi

Embracing South-East Celebes: Desa Labengki

Gambar
“Travelling is a matter of seeking a great perhaps. Opening up to possibilities and chances that what might happen, will guide you to better places, journey, and maybe, your life turning point.” Desa Labengki dari kejauhan; hidden paradise waiting to be treasured Petualangan kami kali ini penuh dengan hal random dan  spontanitas. Berbekal nekat, sedikit informasi dan searching di google, kami merencanakan perjalanan ke Labengki, sebuah Desa yang terletak di Kabupaten Konawe Utara. Desa yang disebut-sebut sebagai Raja Ampatnya Sulawesi Tenggara. Tentu tidak asing bukan dengan Raja Ampat, salah satu pusat destinasi pariwisata keindahan pantai dan bawah laut yang disebut sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia, bahkan dunia. Perjalanan tentu dimulai dengan mencari informasi, bagaimana caranya menuju ke Labengki. Sempat bingung darimana harus memulai perjalanan, sampai akhirnya kami bertamu ke Dinas Pariwisata Kabupaten Konawe Utara, dan berkesempatan untuk langsung b...

Kecocokan Jiwa

"Kecocokan jiwa memang tak selalu sama rumusnya... Ada dua sungai besar yang bertemu dan bermuara di laut yang satu; itu kesamaan Ada panas dan dingin bertemu untuk mencapai kehangatan; itu keseimbangan Ada hujan lebat berjumpa tanah subur, lalu menumbuhkan taman; itu kegenapan tapi satu hal tetap sama... mereka cocok karena bersama bertasbih memuji Allah seperti segala sesuatu yang ada di langit dan bumi, ruku' pada keagunganNya." Disadur dari blog Ust. Salim A. Fillah

Embracing Buton #3: Lasalimu Pantai.

Gambar
“ We travel not to escape life. But for life not to escape us.” -NN Di tengah kesibukan dan kejenuhan yang sempat melanda selama menjalani rutinitas profesi dokter, saya, Deddy, dan teman-teman dari SGI (baca di Embracing Buton #2 tentang SGI) berkesempatan untuk melakukan petualangan ke daerah Kabupaten Buton, tepatnya Desa Lasalimu Pantai. Kami berangkat menggunakan mobil travel sewaan, dengan biaya 35ribu per orang. Perjalanan menuju Lasalimu Pantai memakan waktu kira-kira 4 hingga 5 jam. Tentu ini tergantung kecepatan supir mobil travelnya, hehe. Akan tetapi tenang saja, kondisi jalan sudah sangat bagus dan pemandangan di kanan-kiri selama  perjalanan juga memanjakan mata. Perjalanan menjadi tidak terasa ^^. Rumah Jabatan Bupati Buton Letter Buton  Perjalanan saya menuju Lasalimu Pantai memakan waktu yang lebih lama dari seharusnya, karena tentu saja: banyak transit. Mulai dari foto-foto di letter Buton dekat Rumah Jabatan Bupati, Pantai Pasir Hit...

Embracing Buton #2: Sekolah Guru Indonesia :)

Gambar
Tidak lengkap rasanya bercerita tentang Buton tanpa kenal teman-teman baru saya ini. Perkenalan saya dengan teman-teman dari   Sekolah Guru Indonesia sangat random, dan kalau dipikir sekarang mungkin agak maksa dan g tau malu, hehe. Sebelumnya saya kasih prolog dulu ya, sebenarnya apa itu Sekolah Guru Indonesia. Teman-teman semua mungkin sudah banyak kenal dengan Indonesia Mengajar yang diprakarsai Anies Baswedan. Kira-kira begitulah gampangnya menjelaskan kepada awam mengenai Sekolah Guru Indonesia atau biasa disingkat SGI. Secara kelembagaan, SGI merupakan salah satu bentuk lembaga atau mungkin program yang dibentuk oleh Dompet Dhuafa. Tujuannya (yang saya tangkap tersirat maupun tersurat dari obrolan-obrolan dengan guru maupun pihak manajemen SGI) adalah bagaimana membentuk dan mendistribusikan pendidik ke pelosok Indonesia. Ketika menyebut istilah ‘pendidik’, tentu bukan sebatas guru di kelas yang bekerja sesuai jam kerjanya, akan tetapi menyangkut aspek yang lebih k...

Embracing Buton #1: Museum Wolio

Gambar
Wolio: Suku asli di Pulau Buton Seperti suku sunda untuk Jawa Barat, dan suku bugis untuk Sulawesi Selatan Ini jadi yang #1 bukan karena trip paling awal, tapi karena baru terjadi beberapa hari kebelakang, jadi masih inget. Trip yang lain harus agak ubek-ubek ingatan dulu. Maklum nenek-nenek (tapi imut). Jadi, tanggal 15 April kemarin saya dan beberapa teman menyengajakan diri untuk pergi ke Museum yang ada di Kota Bau-Bau, tepatnya di daerah Ba'adia. Kira-kira 10 menit naik motor dari Puskesmas Wajo (rumah dinas kami). Ketika sampai, saya langsung excited *paket manik fulki fadhila: sumringah-nyengir lebar-jejingkrakan* . Tampilan museum-nya menarik dan menjanjikan. Usut punya usut, museum ini masih dikelola oleh pribadi, yaitu keturunan keluarga Kesultanan Buton. Museum tersebut merupakan Kamali (istana Sultan) yang pada akhirnya dibuka dan menjadi tempat penyimpanan semua benda peninggalan Kesultanan. Pendanaan berasal dari keluarga dan pengunjung, walaupun be...