Postingan

Menampilkan postingan dengan label Meluruskan perspektif

Makassar.

Pernah denger isu tentang orang Makassar yang (katanya) kerjaannya bikin rusuh? Saya orang Makassar, yaaah 50% lah.  Etta 100% Makassar.  Bunda 50% jawa (jogja), 25% sunda, 25% maluku (ternate). Darah makassar di keluarga Etta kental banget. Kultur makassar-nya kuat sekali. Ayahnya nenek, namanya Andi Sultan Daeng Raja, dulu penguasa Bulukumba (coba googling aja namanya), pernah dipenjara, dan jadi salah satu pahlawan nasional. Adik saya, Ibrahim, awal namanya Muhammad Isa Ibrahim, tapi diganti jadi Ibrahim Andi Sultan Daeng Raja. Kata Etta, buyut saya ini pejuang, beliau pengen itu turun ke anak-anaknya kali ya... Ayahnya kakek juga penguasa di satu daerah, jadi pernikahan kakek-nenek saya juga bisa jadi salah satu pernikahan politis kali ya? *g tau* . tapi efeknya kuat banget ke pengaruh keluarga saya di sana. dan kadang -sering bahkan- bikin ngeri sendiri. Saat orang bilang Makassar begini begitu, saya selalu refleksi ke keluarga besar saya. Mereka ...

Selesai dengan diri.

Gambar
Ini mungkin saat-saat paling, hm, manage-able yang pernah ada. Kerjaan makin banyak, hal yang harus dipikirin juga makin banyak, targetan pribadi makin banyak. Semua makin numpuk. Kenapa manage-able?  I've been through a lot masa2 dimana kayaknya pengen jungkir balik, semua serasa overwhelmed, and theres not enough time for everything. Tapi kalau begitu terus, kapan belajar-nya (bukan akademik ya), kapan berkembangnya, kapan berubah-nya? G ngerasa malu gitu ful, kalau g ada perubahan, g belajar apa-apa? Sementara makin kesini justru makin banyak bukan malah makin dikit.  Being a grown-up means responsibility. Responsibility g selalu seiring sejalan sama capacity. Tentang ini, semua juga tau. Kadang (seringnya), tugas-pikiraneun-segala2 yang ada di pundak g peduli kapasitas udah ada atau belum. Main dateng aja g pake permisi. Mau diusir g enak, g mau, bahkan g bisa... Untuk saya sampai bisa sampai  ke titik lapang dan senang dan menikmati semua yang ada, bener...

Siapa yang menang?

Baru balik ketemu Kepala Sekolah adik. Sergapan melankoli nostalgia-nya kental.. wajarlah. Dididik 14 tahun di tempat yang sama, dengan lika-liku kejadiannya pasti noreh bekas yang dalem. Sekolah ini bisa sangat mengayomi, penuh kasih, penuh suka, penuh bahagia. Tapi ada juga saat-saat berada di dalamnya keras luar biasa. I wonder apa yang dia (adik saya) rasain sekarang. Di sekolah saya ini, kalau melakukan pelanggaran berat, hukuman akan terjadi sistemik. Gak hanya dari guru-guru, yang semacam hampir semua-nya tahu kasus-mu, tapi juga dari teman-teman. Hukuman sosial kalau boleh dibilang. Dan yang lebih menggila lagi adalah, they know (almost) everything. Guru2 maksudnya. Padahal kejadian pelanggarannya terjadi diluar sekolah entah dimana dan g ada yang tau, tapi ENTAH KENAPA they eventually pasti tau. Apa para murid diimplant kamera satu-satu ya? Hahaha, ngaco kamu ful. Saya percaya betul kalau tindakan dan keputusan2 yang diambil oleh seseorang sekarang adalah hasil bentu...

KKN#3: Tentang pendidikan dan cita-cita.

Gambar
Pide bilang saya children-bender (bender: pengendali), maksudnya saya pengendali anak-anak. Kemana-mana dari hari2 awal KKN, diintilin anak-anak, diteriakin namanya “kak fulki-kak fulki”, kalau ke luar rumah pasti disambut, disuruh ngumpulin pasukan cepet banget, ahahaha seru ya, seneng saya sama anak-anak :) Awal deketnya gara2 ketemu di surau/ mushola kecil. Saya selalu ngisi waktu antara maghrib dan isya sambil tilawah di surau. Kalau target harian saya udah beres, biasanya langsung main sama anak-anak dan disitulah mulai semua interaksi saya sama mereka. Kisah yang dimulai di surau *bukan sinetron* Kemaren pas sempet pulang ke Bandung 3 hari, nyampe sini dipundungin sama anak-anak, katanya saya pergi kelamaan. Akhirnya saya ngabisin waktu dengan ngebujuk-bujuk mereka, sambil ngejelasin juga, kalau waktu saya disini juga udah g lama lagi. Yang direspon sedih sama mereka. Saya juga sedih adik-adik :) Aktivitas saya sama mereka; mulai dari nyari remis di pantai pagi-pag...

KKN#2: Berbenah.

Orang banyak bilang, “ Semua sudah digariskan oleh Allah, ngapain khawatir?” untuk beberapa konteks, saya setuju sama kalimat diatas. Tapi kalau dibilang khawatir, wajar, bahkan harus. Khawatir, di atas takdir dan ketetapan yang berlaku atas kita, g ada sama sekali pahala yang didapet. Di satu malem, etta pernah bilang ke najib, terkait dengan SNMPTN. “Nak, masuk atau enggak-nya kamu ke PTN, itu sudah ada ketetapannya. Sudah ditentukan. Nah sekarang masalahnya, walaupun nanti masuk, jadi pahala atau tidak buat kamu. Atau bahkan kalau g masuk, jadi pahala atau tidak. Diliatnya dari mana? Dari syari’atnya, kamu jalankan atau tidak. Syari’atnya apa? Ikhtiar! Semaksimal mungkin! Beda nak, orang yang duduk diem tiba2 dapet rezeki, dibandingkan orang2 yang keluar pontang-panting cari nafkah u/ keluarganya tapi malah belum dapet rezeki. Etta g liat kamu keterima atau nggak. Etta cuma mau kamu usaha. Allah saja perintahkan kita untuk tidak berputus asa terhadap rahmatNya. Lantas kenap...

KKN#1: Berdamai dengan kenyataan

Gambar
Sore hari, di jalan pulang dari desa ciandum, kanan-kiri kombinasi pemandangan sawah, pegunungan, dan matahari yang cantik sekali. Pemeran: pide, david, fulki. Topik: kondisi kelompok kkn. “Pid, menurut gw ya, pertemanan di kkn itu kayak summer fling. Yes, it can lead to a commit relationship,  jadi hubungan jangka panjang kalau di follow-up, tapi basically its only a fling. Something we can’t count ourselves into.” KKN cuma sebulan. Fakta yang mau g mau harus diterima. Entah sedih, atau malah mungkin –banyaknya- seneng, fakta ini g akan berubah, kecuali kalau mau perpanjangan sendirian. Sama kaya obrolan saya sama Pide di atas. Ini kaya sensasi summer fling. Temporer. Indah, tapi kita tau cepat atau lambat bakal berakhir. KKN. Kuliah Kerja Nyata. Tinggal di desa, yang antah berantah, ketemu masyarakat, ngeliat dan ngerasain sendiri kondisinya. Kalau kata LPPM (yang jadi Penanggungjawab KKN), inti dari KKN adalah belajar dari masyarakat. Whatever-lah. Yang jelas mak...

alasan

Alasan, pembelaan atas ucapan dan perbuatan mah bisa dicari. Ada aja pasti, g habis-habis. Manusia. Hobi Retorika. Naudzubillahi min Dzalik. Berhenti beralasan. Berhenti kasih pembelaan diri. Yang benar dan harus dilakukan, apapun alasan yang dikasih, g akan berubah status-nya. Sadar sadar. *** shock. betapa hebat-nya retorika manusia. ckckckck. *** "mau alasan? lupakan ridho Allah. mau ridho Allah? lupakan alasan" (kata-kata yang terus tertanam di kepala saya)

Keblinger.

Ini dapet dari sini . Saya sepakat sama artikel-nya. Kenapa yang dikutip cuma yang bagian awalnya aja, soalnya kalau sampai akhir, kepanjangan. ehehehe. Islam tidak tergantung kepada saya. Saya boleh kalian lenyapkan dengan izin Allah, tapi Islam tetap menang, kalian pasti hancur. Karena Islam adalah haq, sedangkan usaha-usaha kotor kalian adalah batil. Karena menentang Allah, kalian adalah makhluk hina. Oleh karena itu, kalian pasti hancur. Allah dan Rasul-Nya pasti menang. Ketahuilah, kewajiban Anda sekalian yang paling utama adalah memahami hakikat dinul Islam agar amalan Anda tidak batal. Selain itu, harus belajar memahami hakekat La Ilaaha Illallah. Hidup ini harus menyerahkan diri kepada Allah Swt sepenuhnya. Maksudnya kehidupan di dunia ini harus hanya diisi untuk mengabdi (ibadah) kepada Allah saja. Yang dimaksud ibadah hanya kepada Allah, pelaksanaannya bukan hanya menyembah. Tetapi, mengatur seluruh aspek kehidupan, dari urusan pribadi, keluarga, masyarakat dan Negara. S...

Apa yang diikuti?

Keterkaitan kaum muslimin dengan Muhammad bin Abdullah bukan pada pribadinya sebagai Muhammad bin Abdullah, t api kepada Risalah dan tugas penunaian Risalahnya, bila anda tidak punya kepedulian terhadap Risalah Muhammad, masih layakah anda merasa sebagai pengikut Muhammad s.a.w lalu apa yang anda ikuti dari Muhammad bin Abdullah bila demikian ? | via Hamzah Perwira El Haq |

PAGI! :)

PAGI! Hari ini diawali dengan sms dari Etta (ayah) yang intinya ngebangunin shalat subuh. Kalau lagi gak di rumah, rutinitas Etta nelfon udah kaya minum obat, 3 kali sehari (apa deh -.-") Premis 1: G ada MSG & g ada aktivitas di kampus dan dimanapun. Premis 2: Kumpul medicinus hari ini juga g jadi, soalnya yang bisa cuma dikit. Konklusi : Hari ini harus BELAJAR, HARUS belajar, harus BELAJAR! *silogisme yang aneh, teori baru :))* oya, buat mereka2 tipe steven yang bilang kalau menurut fulki peduli itu harus 'turun', no, saya gak mikir begitu. menurut saya, peduli itu gak harus turun, tapi peduli itu harus bergerak, mau mikro ataupun makro. Mikro maksudnya cakupannya diri sendiri. Makro ya baru mungkin yang disebut dengan 'turun' langsung. Mas Boc pernah bilang, waktu lagi di p&k: "saya peka, tapi saya gak peduli" waktu dia tau ada sesuatu yang salah, tapi dia gak mau bergerak. Baik itu bergerak makro, yaitu dia BERBUAT sesuatu, atau dia bergerak ...

Kopi Anti Gravitasi

*** Jangan dibantu lagi! biarkan jiwa yang bersembunyi mencari dirinya sendiri. biarkan kenyataan mengalir mengikuti relief bumi. biarkan gravitasi meruntuhkan cita cita yang tinggi. biar mengalahkan perasaan yang membunuh kewarasan. biar mengerti di pihak mana jiwa berada. biar mengetahui di mana peradaban disembunyikan. biar mengerti tugas, fungsi, dan peran setiap manusia. BUNG, kita harus mencari dimana peradaban di sembunyikan. tidak harus melihat jam, karena tidak ada waktu untuk tidur. jangan terlalu sibuk mencari inspirasi, karena konsep masa depan belum selesai kita bangun. jangan terlalu lama, karena masih banyak disintegrasi yang akan terjadi karena warna, aroma, dan rasa setiap manusia adalah berbeda. ada yang seragam, ada yang bertingkat, dan banyak yang bertentangan. tidak perlu melihat siapa namanya, kalau memang benar apa yang dikatakannya pasti bisa dipertanggung jawabkannya. hidup manusia banyak dipengaruhi oleh karya sastra yang tidak jelas dari tangan siapa tercipta...

Ahsani Taqwim.

Ahsani Taqwim, manusia diciptakan dengan sebaik-baik bentuk. maksudnya: apa yang dikehendaki oleh penggerak, dalam hal ini jiwa, bisa dilakukan oleh tubuh kita. maksudnya lagi: jiwa mengendalikan jasmani. Banyak orang tumbang, alasannya karena fisik. Lalu, bagaimana mereka menjelaskan mengenai para orang-tua yang umurnya sudah renta, sakit-sakitan, tapi punya produktivitas luar biasa? Dan bagaimana mereka menjelaskan generasi muda, yang katanya harapan Islam, yang produktivitas-nya melempem? Jiwa mengendalikan Jasmani. Syari'atnya, jasmani dilatih. Jiwa diperkuat. Pengen ngegeplak pemuda-pemuda (dan tentunya diri sendiri). ditengah-tengah fisik yang malah tumbang karena dua minggu olymp kemaren dan rutinitas yang gak sehat-nya *dan malah tumbang pas libur kuliah ergh!* dan menggagalkan semua rencana hari ini. groooar! kayaknya butuh di bom to the bar to the dir dengan multivitamin >,<

Terbatas.

pengen reblog tumblr Thariq. Izin yaaaks! :D *** Seorang amatir membuat bahtera Nuh Para professional menciptakan mahakarya Titanic Lantas, manakah yang tenggelam? Sebuah kasat kesempurnaan seringkali menipu, tetapi kebenaran takkan pernah bisa disangkal. “Dont judge book by it’s cover, right?” :) *** untuk para "ilmuwan" yang selalu menyandarkan segala hal kepada logika manusia, yang kenyataannya, memiliki banyak keterbatasan.

Jangan percaya.

Sayangnya blogspot gak punya reblog T.T jadi saya copy-paste aja ya.. ini tulisan kakak kelas, izin copy dr tumblr-mu ya Kang :D *** nawa pandal Jangan percaya kepada kunang-kunang, ia bersandar kepada malam. Jangan percaya kepada malam, ia bersandar kepada gelap. Jangan percaya kepada gelap, ia bersandar kepada siang. Jangan percaya kepada siang, ia bersandar kepada matahari. Jangan percaya kepada matahari, ia bersandar kepada waktu. Jangan percaya kepada waktu, ia bersandar kepada ruang. Jangan percaya kepada ruang, ia bersandar kepada batas. Percayalah kepada yang tak berbatas, Ia bersandar tidak kemanapun. Ia ada mengadakan ada, Ia ada mengadakan tiada. Ia ada dan selalu ada, Ia ada dan tidak mengada-ada. *** untuk mereka yang tidak belum percaya, atau salah menggantungkan kepercayaan..

Olymphiart#2: Pride & Prejudice.

Gambar
Saya suka sama film Pride & Prejudice, yang diangkat dari novelnya Jane Austen. Sebenernya lebih suka film 'becoming Jane' sih, yang justru bercerita tentang kisah nyata hidup-nya si Jane Austen, yang menginspirasi dia bikin novel Pride & Prejudice, yang booming pisan itu, yang bikin mewek super parah, gahaha. Film-nya ya intinya gitu2 aja sih, english ancient romance. Cerita jaman2 abad ke19an. Laki2 bangsawan kaya ganteng segala bisa yang super-arogan, ngomongnya menyebalkan, suka kaya merendahkan orang, ketemu sama perempuan di suatu desa kecil gitu yang kuat, keras kepala, dan cerdas. Kerjaan mereka berantem selalu, dan perempuan ini benci banget sama si laki2 yang super arogan ini. Dua-duanya saling punya prejudice (prasangka) gak baik satu sama lain, dan keduanya punya pride yang juga tinggi. They fond of each other, the affection is on the air and they just can't deny it (film hollywood pisanlah -.-"). Tapi ya tetep aja, the sparks between those two...

Debar.

Sungguh, Allahu Rabbi, syukurku pada-Mu, untuk debar yang tak pernah pergi, untuk jiwa yang bergetar tiap kembali Suburkanlah ya Allah, Istiqamah-kan ya Allah, Sungguh Engkau Sebaik-baik Tempat Kembali... "Dengan Islam kita laksanakan hukum, untuk Islam kita berjuang, di atas dasar-dasar Islam kita bekerja sama, dan menurut ketentuan Islam kita mengarungi kehidupan yang fana, sebelum menuju kehidupan akhirat yang abadi"

Terorganisir.

Salah banget emang ada togamas di Jatinangor. Kemaren pulang kuliah ke sana, rencana mau liat-liat, malah pulang bawa dua buku. Pinter. I bought the swordless samurai sama I am number four. Yang pertama, ttg true history-nya Toyotomi Hideyoshi (saya suka banget sama kisah samurai, BANGET), yang katanya, the greatest leader in Japan. Yang kedua, tentang buku sci-fi gitu, espionage kayaknya mah, ini novel udah difilm-in. Yang main Alex Pettyfer *fitri aisyah please don't scream, ayo kerjakan assignment-mu neng arsitek! :p* Buku2 ini shall wait, karena masih ada dua buku lagi yang lebih prioritas yang harus dibaca. Belum lagi ujian dan skripsi. Hadoh. Oke, sebenernya saya pengen cerita-nya tentang buku yang lagi saya baca selama semingguan ini (kecepatan membaca semacam siput yang paralysis). Bukunya sempet dilarang beredar, karena emang kontroversial juga sih. siap2 ya, sepertinya akan agak 'berat'. ***** Sejak dulu sekali, saya selalu dicekoki dengan kata-kata " kejahat...