Postingan

malam gila

*Postingan lama yang lupa saya posting, ehehe ;) Oke, it's messed up! sekarang saya lagi ada di ruang makan di barak camp "bela negara" tempat School of Leader berlangsung. Barusan, BARUSAN BANGET, kita semua diusir dari lapangan voli, tempat acara api unggun, yaitu tempat berlangsungnya puncak kegiatan sol. Masalah birokrasi-lah, perizinan, apalah, pas simulasi aksi yang huru-hara dianggap belum izin padahal udah. Pas siang gak ada komplain dari warga, lalu sekarang ada, dan dituduh membuat macet lembang. Komandan tentara yang ada disitu, ngomong dengan suara kenceng banget dari pinggir lapangan ke panitia. Panitia kebat-kebit, sedangkan peserta juga karena PASTI mendengar obrolan panitia dan bapak tentara itu, otomatis gak fokus dan kemungkinan LUPA apa yang udah disampaikan sebelumnya. Padahal itu materi KRISTALISASI, hellooow! Setelah kasarnya "diusir" dari lapangan itu dengan gondoknya, suasana langsung siiyuuuuttt, ter-destroyed moodnya. Kami dipaksa k...

Balada ngojeg-ngangkot-ngebus-ngemotor-nebeng NANGOR-BANDUNG

Kerjaan jadi tukang RAPAT, MISS MEETING, SEKSI SOK SIBUK ato apalah itu memaksa saya, MEMAKSA saya (baca : dengan sangat terpaksa) untuk pulang malem terus. kata orang saya KURA-KURA, alias kuliah-rapat-kuliah-rapat, tapi istilah itu SO LAME beud MAN! jadi saya mendingan juga dibilang KUBANG-KUBANG alias KUliah NAbung KUliah NAbung (kok kayak kebo ya, berkubang liang?), MUKYAAHAAHAA... sedikit maksa emang, yah biarlah tapi kan emang bener nabung, nabung amal =) Insya Allah. Amin. Ngekos? NGGAK. Mau ngekos? BANGET! Bawa kendaraan? NGGAK. Pengen bawa motor? Pengennn BEUD! (*backsound: dhila jerit-jerit "SO KEWWLLL MAN") tapi, kalo kembali lagi lagi ke topik ngekos/naek motor ini, ntar ujung-ujungnya saya bertengkar LAGI sama bunda+etta. they keep talking that LIVE means HARD WORK. orang lain untuk sukses bisa kerja keras, maka saya pun bisa. argumen apapun yang saya berikan, pasti bisaaaaaa aja dibantah. Kalo saya bilang, akademik saya jadi terganggu karena saya selalu kecapean...

Tunggu aku

Idul Qurban terlewati ^^; Kalau misalkan berqurban, sejatinya, merupakan ritus napak tilas; dengan tiap diri kita menjadi Ibrahim-ibrahim kecil yang ikhlas dan rendah hati, mengorbankan “Ismail” yang kita cintai dalam rangka ketundukan dan kepatuhan kepada Allah saja, sungguh saya merasa, bahwa mentalitas Ibrahim (tidak hanya Ibrahim sebenarnya, tapi juga Siti Hajar yang merelakan anaknya ‘disembelih’ dan tentu saja Ismail sendiri yang merelakan dirinya untuk diqurbankan, keduanya pun siap ditinggalkan bertahun-tahun oleh nabi Ibrahim as) adalah mentalitas dan jiwa pengabdi yang sungguh LUAR BIASA. Kerelaan tunduk kepada Allah, dengan penyerahan jiwa yang total adalah suatu hal yang masih menjadi cita-cita, untuk saya. Sesuatu yang masih insya Allah akan terus diproseskan, walaupun sekarang kualitas saya masih belum ada apa-apanya dibandingkan mereka. “Belajar dari Ibrahim, Belajar taqwa kepada Allah” (Cuplikan lirik dari lagu yang berjudul “Belajar dari Ibrahim”) Semua merek...

Saya minta kita semua dewasa.

Saya marah. KESEL BANGET SAMA KALIAN. Gak bisa apa berpikir pake kepala dingin, emosian terus. Saya capek, capek. Tolong ya, udah. Udah. Udah! Kalo kalian masih nganggep saya saudara, tolong STOP SEKARANG JUGA. Bertengkarnya kalian ini NONSENSE tau nggak?! Dosa jadinya, sebener apapun intensi kalian, kalo udah kecampur ama nafsu, apa-apa juga gak akan jalan, gak akan bener. JADI TOLONG BERHENTI. *huff, astaghfirullahaldzi m . sekarang, lebih baik, jauh lebih baik, kita pikirin, kedepannya kita mau gimana. ya? teman-teman, tolong.

antara cheetos, beca, dan hujan malam ini...

bingung kan? sama, saya juga bingung, kenapa judulnya cheetos, beca, dan hujan malam ini... Padahal gak ada sambungannya. Ya, mari kita ada-adakan :) Pulang bawa gembolan, sedang hujan, ngangkot dari bunderan bawa kardus berisi buku-buku yang harus dinilai dan katzung yang bisa buat gebuk orang, mungkin membuat saya sedikit somnolent. Pas bunda telepon suruh saya beli susu buat Ibrahim, saya sudah agak2 sulit konsentrasi. Harusnya sms di sent ke bunda, saya malah sent sms itu ke......CANUN. Tragis. (dari B, untuk Bunda, ke C, untuk Canun, di phonebook saya jaraknya dekat, TAPI KENAPA CANUN??! *histeria sambil koprol) Ok, di griya saya beli susu Ibrahim, coffeemix, dan....cheetos. Entah kenapa dari mungkin sejak saya TK kali ya, saya suka sekali cheetos. Yang rasa jagung bakar dan rasa ayam bakar *hee?. Segimana dilarangnya, dimarahinnya, tetep aja sampe sekarang saya bandel, beli lagi lagi dan lagi. I'm addicted to this. Setelah itu, saya nge-beca, bersiap pulang. and this is the ...

Rabu, 18 November 2009

06.30 : Memaksakan diri untuk berangkat, ngojeg sampe depan metro, Rp 5000. 07.30 : Print data assessment di fotkop pangdam, murahhh!!! 200/lembar =) 07.45-09.00: Ngobrol dengan tazkia mengenai forum muslim yang terjadi hari sebelumnya. Tenggelam dalam diskusi tanpa memperhatikan kuliah dr. Lulu. Parah. 09.00-11.30: Tutorial, belum selesai LI jadi presentasi hari Jum'at, ngerasa gak enak. Bawaannya gak nyaman. 11.30-12.00: Bujuk-bujuk Naomy untuk masuk panwaslu menggantikan saya, dan dia finally MAU!, akhirnya bicara dengan otay baik-baik mengenai keputusan dan alasan saya resign dari panwaslu. Maaf tay, saya gak bisa memberikan yang terbaik di panwaslu. 12.00-12.30: Ngantri di kantin bareng dhila, beli baso tahu setengah porsi Rp 3000, dibayarin dhila ^^ Sungguh menyambung hidup dari belas kasihan teman-teman =( Kemaren malem dibayarin makan sama Otto, siangnya dibayarin Dhila. Cape dehh ^^; 12.30-13.00: Bicara dengan Deddy-dung tentang kemungkinan kastil mengkaji tentang kompeten...

masih ingat "kita"?

masih ingat “kita”? kita yang dulu bersama telah belajar begitu banyak teori dalam camp penampungan, kita yang dulu bertekad membawa perubahan pada jalanan ini, bahkan kita yang sempat menangis ketika waktu mengharuskan kita meninggalkan camp dan menghadapi situasi baru yang berbeda dimana tak ada lagi kata “kita”... masih ingat “kita”? semoga kau sembuh… *sebuah note cop-pas dari kakak kelas yang membuat saya kembali, kembali lagi, berpikir.