Senin, 11 Januari 2010

malam gila

*Postingan lama yang lupa saya posting, ehehe ;)


Oke, it's messed up!
sekarang saya lagi ada di ruang makan di barak camp "bela negara" tempat School of Leader berlangsung.
Barusan, BARUSAN BANGET, kita semua diusir dari lapangan voli, tempat acara api unggun, yaitu tempat berlangsungnya puncak kegiatan sol.
Masalah birokrasi-lah, perizinan, apalah, pas simulasi aksi yang huru-hara dianggap belum izin padahal udah. Pas siang gak ada komplain dari warga, lalu sekarang ada, dan dituduh membuat macet lembang. Komandan tentara yang ada disitu, ngomong dengan suara kenceng banget dari pinggir lapangan ke panitia. Panitia kebat-kebit, sedangkan peserta juga karena PASTI mendengar obrolan panitia dan bapak tentara itu, otomatis gak fokus dan kemungkinan LUPA apa yang udah disampaikan sebelumnya. Padahal itu materi KRISTALISASI, hellooow!
Setelah kasarnya "diusir" dari lapangan itu dengan gondoknya, suasana langsung siiyuuuuttt, ter-destroyed moodnya. Kami dipaksa kembali ke barak dengan terburu-buru, tidak ada penutup dari proses 'api unggun', jadi saya agak merasa *ngik* saat itu. Balik ke barak, peserta masuk kamar, panitia tetep di ruang makan, saling menatap dan hening. Ruang makan semua ditutup, dan mulailah chaos.
Sie. acara saling labrak sama humas. Saling nyalahin. Dorong-dorongan, mukul meja, teriak-teriak. Yang Sie. Humas dibawa masuk ke dalem kamar dengan paksa, yang Sie. Acara masih diluar teriak-teriak, ngomel-ngomel "mana panitia?" "pernahkah kalian peduli sama SOL?" "Panitia ngapain aja? baru pas hari terakhir banyak yang dateng. Kemaren-kemaren kemana kalian, pernah peduli gak sama SOL? Emang gak peduli kan" and bla bla bla. Bayangin dong itu suaranya kenceng banget. Peserta denger, ntar mereka mikir kayak apa? langsung lah saya berdiri, bilang dengan lantang sama si teteh itu "teh, tolong, jangan hancurin nilai-nilai yang udah kita tanamkan sejak 3 hari yang lalu". Langsung lah para panitia yang lain nyamperin saya, berusaha menenangkan, dikiranya saya kepancing. Duh.
HELLLLOOOOWWWW, saya tuh gak suka banget. Bolehlah heboh karena masalah ini, tapi INGET! proses 3 hari yang lalu juga gak boleh kita lupakan. Masa mau sia-sia apa yang dilakukan kemaren gara-gara pikiran sempit karena masalah di malam terakhir? Inget, kita disini MEMBINA, MENGKADER. Proses pembinaan dan kaderisasi itu komprehensif, bukan parsial dari materi-materi yang diberikan secara formal saja. Setiap aspek, slot waktu, dalam sebuah pelatihan kaderisasi ato pembinaan adalah BERMAKNA. Semua seharusnya disusun dengan maksud tertentu. Waktu kosong dalam sebuah pelatihan jangan dianggap tidak ada yang diproseskan. Waktu kosong BAHKAN adalah sebuah setting-an proses pembinaan dan kaderisasi yang dimaksudkan untuk tujuan tertentu. Pernahkah kita, para pengkader, memikirkan hal tersebut? Bahwa bisa saja, bukan pembicara yang hebat, tetapi waktu kosong dalam kegiatanlah yang memungkinkan adanya diskusi antar peserta secara lebih intens yang malah mendatangkan hasil yang lebih baik?
Masa peserta harus melihat panitianya kayak banteng, susuruduk, tidak bisa nahan emosi, teriak-teriak. HADUUUUUHHHHH.
If there's someone to blame kenapa SOL bisa kek gini, akar-akarnya mungkin salah saya sebagai salah satu project supervisor yang tidak mem-follow-up konsep SOL. I do make mistakes. I do. Panitia jumlah cuma sedikit, kurang dari 20. Bahkan hari pertama panitia cuma 4 orang, ditegur abah Iwan karena tidak siap, dst. TAPI APAKAAAAHHHH, dengan emosi karena kondisi yang begitu, seseorang bisa lantas teriak-teriak di depan umum nyalah-nyalahin panitia? Panitia emang salah. Tapi cara penyampaian pun HARUS DIATUR. Masa di DEPAN PESERTA??? Nilai nilai yang kita titipkan dari hari pertama bagaimana? Peserta bagaimana?
Saya masuk ke barak dalam keadaan campur aduk. empfh!
Saya gak suka.
Ini hari terakhir, kristalisasi. Seharusnya apabila ada kekurangan pada saat materi itu ditambalnya hari ini, saat kristalisasi.

and the awkward part of the night is :
ternyata semua ini adalah REKAYASA untuk ngerayain ulang tahun SANG Ketua Pelaksana.

demi sebuah kejutan ulangtahun,
proses 3 hari dilupakan.

Dewasalah.
Dewasalah.

Saya sakit hati,
di malam gila ini.