Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2011

KKN#6: Emotional Rollercoaster (part 2)

Emotional rollercoaster: through the ups and the downs, we grow. – si gue.
Setelah Isya ada rapat persiapan besok. Satu hal dari kepanitiaan di desa, orang2nya bukan kaya mahasiswa yang dari jauh2 hari udah rapat dan memastikan segalanya minimal H-3/H-1. Orang2 desa kerjanya termasuk yang “kumaha engke” dan hari H pisan. Adaptasi. Kita kebat-kebit dengan “engke kumaha”, akhirnya rapat lagi dan bagi2 tugas. Apalagi besok agendanya padet, lomba adzan, gerak jalan, tagoni, tumpeng, lomba anak2 (kerupuk, karung, kelereng, dsb), dan malam hiburan (makrab, perpisahan KKN, pembagian hadiah).
My mood turned down di rapat ini. Banyaklah kejadiannya. G usah diceritain disini detailnya. Salah satu faktornya juga mungkin saya yang terlalu perasa. Untungnya kayaknya g ada yang tau kalau deep-deep-deep inside saya bergejolak. Tetep jadi sekretaris yang anggun *wae* *ditimpuk rame-rame*.  
Ketua rapat yang loncat-loncat mikirnya,  kurang sistematis dan main ninggalin topik padahal itu belum selesai bi…

KKN#5: Emotional Rollercoaster (part 1)

“Life is too short for an emotional rollercoaster, isnt it?” – Arri Raditia. *ouch*
Hari ini 18 Juli. Pengen rekam semua yang terjadi hari ini. Betapa saya pernah ada di sebuah kondisi, dimana Allah pergilirkan rasa begitu cepatnya. Masih menit yang lalu tertawa, menit berikutnya sudah susah payah menekan lara. *ini kok jadi mellow SOK puitis gak jelas gini sih? Hahaha :)* I hate myself for being too moody sometimes. Kenapa susah sekali ya untuk dingin dan lempeng? Ngoooook. Tapi ada fakta tentang fulki yang baru saya sadar lo. KKN makes things clearer :)

*****
Bangun subuh, lanjut sholat, tilawah, setelahnya terkapar lagi gara2 super ngantuk, dan bangun jam 7. Di tengah kengantukan ini *entah kayaknya ngelindur* masih pake baju tidur dan celana eeyore kesayangan saya yg super pewe itu, ngambil tas dan berangkat ke warung Ibu-nya Elen –sepuluh meter dari rumah- tempat nongkrong paling hip di pagi hari (nanti ada postingan khususnya). Ternyata disana ada Yafidy, Patria, Pide, sama David. Ak…

KKN#4: Kesempatan

Gambar
Yaf, gw sadar sesuatu deh. Being best friend with someone, faktor X-nya banyak. Bukan berarti kalau kita cocok sama seseorang, best friends kita, kita cuma cocok sama mereka. In this entire universe, yang cocok sama kita mungkin banyak, tp kenapa g sampe semua orang bisa jadi sahabat kita? Its about chances. Fate. Condition...”
KKN gives me plenty of chances. Kesempatan untuk kenal banyak orang baru, untuk lebih deket sama temen2 yang udah kenal dari dulu tapi gak pernah sempet ngobrol secara mendalam, untuk belajar dari ibu bidan yang luar biasa, untuk tensi orang terus2an sampai ke titik cape dan males tensi, untuk liat pantai yang cantik-cantik, untuk liat sunset, untuk liat bintang –plus belajar rasi bintang dari Ahmad, untuk bantu persalinan pertama-kalinya, untuk bisa suntik IM berkali-kali, untuk pergi ke Cisangar; dusun terjauh desa ciheras yang kayaknya untuk selamat bolak-balik kesana betul2 keajaiban, untuk tidak memaksakan diri, untuk mengerti, untuk melengkapi, dan banya…

KKN#3: Tentang pendidikan dan cita-cita.

Gambar
Pide bilang saya children-bender (bender: pengendali), maksudnya saya pengendali anak-anak. Kemana-mana dari hari2 awal KKN, diintilin anak-anak, diteriakin namanya “kak fulki-kak fulki”, kalau ke luar rumah pasti disambut, disuruh ngumpulin pasukan cepet banget, ahahaha seru ya, seneng saya sama anak-anak :)



Awal deketnya gara2 ketemu di surau/ mushola kecil. Saya selalu ngisi waktu antara maghrib dan isya sambil tilawah di surau. Kalau target harian saya udah beres, biasanya langsung main sama anak-anak dan disitulah mulai semua interaksi saya sama mereka. Kisah yang dimulai di surau *bukan sinetron*
Kemaren pas sempet pulang ke Bandung 3 hari, nyampe sini dipundungin sama anak-anak, katanya saya pergi kelamaan. Akhirnya saya ngabisin waktu dengan ngebujuk-bujuk mereka, sambil ngejelasin juga, kalau waktu saya disini juga udah g lama lagi. Yang direspon sedih sama mereka. Saya juga sedih adik-adik :)
Aktivitas saya sama mereka; mulai dari nyari remis di pantai pagi-pagi, mereka seneng…

KKN#2: Berbenah.

Orang banyak bilang, “Semua sudah digariskan oleh Allah, ngapain khawatir?” untuk beberapa konteks, saya setuju sama kalimat diatas. Tapi kalau dibilang khawatir, wajar, bahkan harus. Khawatir, di atas takdir dan ketetapan yang berlaku atas kita, g ada sama sekali pahala yang didapet.
Di satu malem, etta pernah bilang ke najib, terkait dengan SNMPTN. “Nak, masuk atau enggak-nya kamu ke PTN, itu sudah ada ketetapannya. Sudah ditentukan. Nah sekarang masalahnya, walaupun nanti masuk, jadi pahala atau tidak buat kamu. Atau bahkan kalau g masuk, jadi pahala atau tidak. Diliatnya dari mana? Dari syari’atnya, kamu jalankan atau tidak. Syari’atnya apa? Ikhtiar! Semaksimal mungkin! Beda nak, orang yang duduk diem tiba2 dapet rezeki, dibandingkan orang2 yang keluar pontang-panting cari nafkah u/ keluarganya tapi malah belum dapet rezeki. Etta g liat kamu keterima atau nggak. Etta cuma mau kamu usaha. Allah saja perintahkan kita untuk tidak berputus asa terhadap rahmatNya. Lantas kenapa kamu yang…

KKN#1: Berdamai dengan kenyataan

Gambar
Sore hari, di jalan pulang dari desa ciandum, kanan-kiri kombinasi pemandangan sawah, pegunungan, dan matahari yang cantik sekali. Pemeran: pide, david, fulki. Topik: kondisi kelompok kkn. “Pid, menurut gw ya, pertemanan di kkn itu kayak summer fling. Yes, it can lead to a commit relationship,  jadi hubungan jangka panjang kalau di follow-up, tapi basically its only a fling. Something we can’t count ourselves into.”
KKN cuma sebulan. Fakta yang mau g mau harus diterima. Entah sedih, atau malah mungkin –banyaknya- seneng, fakta ini g akan berubah, kecuali kalau mau perpanjangan sendirian. Sama kaya obrolan saya sama Pide di atas. Ini kaya sensasi summer fling. Temporer. Indah, tapi kita tau cepat atau lambat bakal berakhir.
KKN. Kuliah Kerja Nyata. Tinggal di desa, yang antah berantah, ketemu masyarakat, ngeliat dan ngerasain sendiri kondisinya. Kalau kata LPPM (yang jadi Penanggungjawab KKN), inti dari KKN adalah belajar dari masyarakat. Whatever-lah. Yang jelas maksudnya begitu, nangke…

Note to self!

Halooooo! Ini blogspot tampilannya baruuuuu dan lebih bagus! *senang* *dance* kayaknya google emang lagi renovasi besar-besaran ya?
sekarang saya lagi kkn, di tasik kecamatan cipatujah, desa ciheras. dari bandung kalo naik bus sekitar 7-8 jam. *koprol* disana g ada akses internet, jadi g pernah posting. bahkan ini juga agak2 canggung buat posting lagi, udah lama soalnyaaa :D banyak cerita banyak kejadian pas kkn. banyak belajar. even in the smallest thing happened, I learn. :) KKN ngajarin untuk buka diri, buka hati lapang-lapang. ah sayang nih gak bisa dipost et causa lupa detail =.= nanti di ketik di draft dulu deh baru kalau bisa dipost, hehehe..
kemaren laptop rusak, entah ketiban/keinjek entah siapa/apa. di tempat KKN sedihnya parah. yaiyalah, interaksi saya sama laptop kan super intens 2011. semua data, aktivitas, berpusat di laptop. dan pas rusak, jeeeeng. ________________________ die.
dimarahin Etta, iya *yaiyalah, ini udah kedua kalinya dalam dua tahun ini* yang pertama gara2nya waktu nyebrang p…