Senin, 30 Januari 2012


Entering "Program Pendidikan Profesi Kedokteran", soon! InsyaAllah :)

Ini pas foto untuk pendaftaran P3D (Program Pendidikan Profesi Dokter) atau disebut koas. InsyaAllah by 27 Februari mulai pre-koas dan minggu depannya lagi udah mulai koas. amiiin.
*lucu ya jepitan bintangnya? hehe... itu beli di tokyo connection jalan progo.

Mulai koas berarti mulai hidup mandiri, pertama kalinya saya ngekost saudara-saudara. Pertama kali. Pertama kali. Pertama kali. *lebay* Bahkan dulu waktu di bale aja saya adalah orang yang SANGAT SERING PULANG. Jarang di bale. Koas tentu beda cerita, g bisa pulang sesering itu. Hiks. G tau akan bagaimana adaptasi-nya, mulai adaptasi tinggal sendiri (super hiks hiks hiks) plus adaptasi dunia per-koas-an yang tentunya beda jauh sama S1 di Jatinangor.

Koas juga berarti akan sangat jarang nulis blog. Bukan karena sibuk (belum tau juga sibuknya koas kaya apa), tapi karena g ada internet *ngek*. Pasang modem pun percuma karena di kamar saya GA ADA SINYAL INTERNET. Disuruh pindah kamar mager, soalnya kamar saya ini paling strategis. Kecuali kalo niat banget posting bisa aja nebeng ke kamar orang di atas atau ke warnet *niat pisan*. 

yasudaaa~ 
mari manfaatkan sebulan ini untuk maksimalkan fungsi internet ;)

Makassar.

Pernah denger isu tentang orang Makassar yang (katanya) kerjaannya bikin rusuh?

Saya orang Makassar, yaaah 50% lah. 
Etta 100% Makassar. 
Bunda 50% jawa (jogja), 25% sunda, 25% maluku (ternate).

Darah makassar di keluarga Etta kental banget. Kultur makassar-nya kuat sekali. Ayahnya nenek, namanya Andi Sultan Daeng Raja, dulu penguasa Bulukumba (coba googling aja namanya), pernah dipenjara, dan jadi salah satu pahlawan nasional. Adik saya, Ibrahim, awal namanya Muhammad Isa Ibrahim, tapi diganti jadi Ibrahim Andi Sultan Daeng Raja. Kata Etta, buyut saya ini pejuang, beliau pengen itu turun ke anak-anaknya kali ya...

Ayahnya kakek juga penguasa di satu daerah, jadi pernikahan kakek-nenek saya juga bisa jadi salah satu pernikahan politis kali ya? *g tau*. tapi efeknya kuat banget ke pengaruh keluarga saya di sana. dan kadang -sering bahkan- bikin ngeri sendiri.

Saat orang bilang Makassar begini begitu, saya selalu refleksi ke keluarga besar saya.

Mereka stand up dan speak up buat hal-hal yang mereka anggap benar. Kalau setuju bilang, kalau g setuju bilang. G didepan diem tapi ternyata g setuju. Kalau lagi diskusi keluarga, alotnya luar biasa. Kaya mau berantem. Saya bahkan suka ngeri. Mereka argumentatif. Tapi setelah diskusi beres ya udah selesai. 

Mereka juga energik!

Kalau ada hal yang dianggap salah, g takut buat negur. Kalo perlu ngedatengin orangnya ya datengin. Beresin masalahnya sampai tuntas. Dari semua Puang-puang (puang= panggilan untuk om dan tante, g dibedain laki2/perempuan), semua kaya congenital leader. Karakternya kuat-kuat dan jadi orang berpengaruh di profesinya masing-masing.

Bela sesama-nya kuat. Kalau ada temen yang didzalimi terus kita g bantu, kita yang kena marah. Bela temen-nya sampai ngorbanin diri sendiri -asal emang bener- g masalah. Bahkan bisa dibilang kehormatan.

Ikatan keluarganya kuat sekali. Masalahnya yang diapalin banyak sekali dan entah dia siapanya siapanya siapanya siapa, jadi SIAPAAA?!!! *jemed*. coba bayangin, buyut saya istrinya 4, nenek saya anak dari istri ke-4, terus masing2 anaknya punya anak sekitar 6 atau 7.dan saya udah pedigree ke berapa coba -,-

Inget banget dulu pas jemput saya di FKUI pas abis acara POA LKMM Wil.2, yang dateng rombongan dua keluarga. Terus pas pertama kali saya ke jakarta sendirian naik kereta, yang jemput rombongan juga 3 keluarga, sampe saya bingung ikut yang mana. Attachment ke anggota keluarganya tinggi, bahkan sampai sekarang udah pada punya anak. Pas kemaren ada anggota keluarga yang lagi bermasalah di makassar, langsung rapat keluarga dan g pake lama pada nyusul terbang ke makassar. Masalah satu jadi masalah semua.

dan semua keluarga saya nama depannya Andi. Yang kalau ada orang nelfon nanya; "bisa bicara dengan Andi?" pasti jawabannya "Andi yang mana ya?". soalnya Andi itu semacam gelar, bukan nama.

***

Kenapa saya cerita ini?
Ini lagi tema of the week banget et causa hebohnya keluarga besar saya gara2 saya lulus sidang sarjana kedokteran. kebayang g gimana hebohnya? *pusing* dikarenakan teknologi bernama BlackBerry yang ada fasilitas grup chat (yang sangat aktif) dan kenyataan (pahit) dimana semua keluarga saya menggunakan BB, menyebarnya informasi udah kaya ngedip. 

HADEUUUUUHHHH.
Pokoknya rempong banget deh eneeeeh.

Plus ditambah fakta bahwa saya cucu pertama baik dari keluarga Etta atau Bunda, jadi semua perkembangan saya (terutama pendidikan) DIPANTAU (dibold, ukuran font maksimal). Dipantau itu dalam artian they'll make sure that I'll lways be on the right track. Make sure loh ya. With any effort they can. Beuki hadeuuuuuh. Kenapa dipantau? karena kakak pertama diset sebagai standar buat adik2. Bukan adik kandung aja, tapi semua sepupu2 juga (mana adik kandung mana sepupu udah g jadi beda kalo di keluarga besar). 

***

Sejauh ini, menurut saya, karakternya (sebenernya) positif. Yang salah mungkin kalau g bisa menempatkan diri atau pada kondisi ngebela hal yang salah g pake mikir atau juga ngebela yang bener tapi caranya salah. Saya g suka sama isu-isu ataupun stigma yang dikasih orang-orang sama orang -terutama sama mahasiswa- Makassar. Tapi da gimana, mahasiswa-nya juga begitu. Mau itu yang di makassar ataupun yang merantau ke pulau lain. Belum bisa jadi representasi yang baik. Kesannya adalah orang makassar itu mikir pake urat, ngomong aja pake urat. Padahal kita g begitu. Tidak semua orang makassar begitu. Nenek saya makassar tulen, tapi lembutnya minta ampun.

Yang saya rasain keluarga saya adalah: mereka bersemangat, berapi-api, memiliki karakter kuat yang mungkin beberapa orang g sreg, tapi satu hal, mereka itu tulus. dan penyayang dengan caranya sendiri. apa adanya. Hal-hal mendalam begini yang mungkin g bisa terasa oleh mereka yang baru kenal di awal.

Apa mungkin juga karena kultur orang-orang bandung (atau mungkin sunda) yang 'lemah-lembut' jadi g klik dalam masalah cara dan penyampaian? Karena di kultur begini, tipe2 penyampaian 'cara makassar' jadi minoritas. Orang sunda di makassar dianggapnya ribet dan berbelit-belit kali ya? 

Walau saya besar di keluarga Makassar, tapi saya lahir di bandung, besar di bandung. g bisa dipungkiri saya juga kadang suka sebel sama orang makassar yang ngomong biasa aja pake urat dan 'batu'. Berikan penekanan pada hal yang memang harus ditekankan, kalau hal biasa, ya ngomongnya biasa aja. Kuat pada hal-hal yang benar, tapi tetap dengar pertimbangan orang lain. Stigma dan pencitraan televisi juga nih. Tidak semua orang makassar begitu, ralat, orang makassar tidak begitu.

Bahkan mungkin orang makassar yang begitu bikin malu orang makassar yang lain. Kakek nenek saya tidak begitu, padahal mereka 1000000000% makassar.

pengen pisan ke makassar :(
tapi tiket pesawatnya ampun-ampunan.
hiks. 

Kamis, 26 Januari 2012

"For doctors to be:
Being a doctor is not a matter of pride, but sincerity. It is not about an obligation, but responsibility. It is not only about your brain, but your heart. It is not about the courage but wisdom...

You're stepping up into the world of uncertainty and hierarchy. Raise your head with humble, show your capability with respect, and always remember that your most teachers are your patients.

Welcome dear..."
sweet and enlightening words, dear aunt. me love you so.

Rabu, 25 Januari 2012

Skripsi#13: Finale (?)

Kamis, 26 Januari 2012 jam 08.00 insyaAllah sidang skripsi untuk Sarjana Kedokteran.

Proses bikin skripsi dari awal banget sampai sekarang udah g keitung berapa banyak orang yang bantuin. Buat semua kamu, Jazakumullahu khoiron katsiraa. 

Makasih banyak ya :)

Senin, 23 Januari 2012

"When you cross a border, each moment seems to be split in two; melancholy for what was left behind and on the other hand, all the enthusiasm at entering new lands."
-The Motorcycle Diaries.

Ini quote mau koas pisan.
Melancholy and Enthusiasm.

Why us? (1)

Banyak materi 'pergerakan mahasiswa' di organisasi kemahasiswaan beberapa fakultas kedokteran yang ngungkit tentang para dokter/mahasiswa kedokteran yang punya peran/andil besar di pergerakan beberapa negara. Sebut aja dr. Sun Yat Sen, dr. Ernesto 'Che' Guevara, dr. Mahathir Mohamad, dr. Sutomo, dr. Wahidin Sudirohusodo, S. M Kartosuwiryo, dan banyak lagi. 

Nama-nama yang saya sebutin di atas punya ideologi berbeda, tapi setidaknya mereka punya satu kesamaan; mahasiswa kedokteran/dokter. 

Apa semua pemimpin pergerakan pasti diisi oleh dokter/mahasiswa kedokteran? tentu enggak. tapi dibahas disini soalnya saya mahasiswa kedokteran dan baru nonton 1911 revolution (revolusi china yg dipimpin dr. Sun Yat Sen) dan the motorcycle diaries (perjalanan Ernesto 'Che' Guevara muda pas masih mahasiswa kedokteran yang jadi titik balik pemikiran2nya).

Sayangnya, kadang ini sekedar jadi euforia gelar atau status, sama kaya materi pergerakan mahasiswa yang selalu ngungkit tahun 1998 tentang 'bagaimana pengaruh dan berjaya-nya mahasiswa'. Judgmental ya kalau saya bilang euforia gelar/status?

Awali dari kenapa. Kenapa dari sekian banyak mahasiswa kedokteran di Hongkong tempat dr. Sun Yat Sen belajar, dia yang muncul? Kenapa harus Che Guevara di Amerika Latin? Kenapa Mahathir Mohamad? Ada yang lebih dari sekedar status 'mahasiswa kedokteran/dokter'. Karena fakta lapangan membuktikan, g semua (bahkan mungkin sangat sedikit kalo kita liat dari rasio mahasiswa kedokteran/dokter) punya idealisme seperti orang2 di atas. Status g jadi jaminan.

Saya sebut euforia apabila kita menjadi haru-biru oleh "Baiklah saya mahasiswa kedokteran dan calon dokter. Wow, banyak sekali yang bisa dilakukan oleh status ini! Coba lihat mereka-mereka itu!" dan berbangga dengan status ini tapi udah aja. G dipikir apa yang membuat ada beberapa orang yg stand-out sedangkan yang lain tidak. Hanya bersandar kepada romantisme nama besar dan masa lalu. Seakan itu semua otomatis hadir seiring disandangnya status.

*plak *plak
duh, saya g maksud jadi sarkastik.

Saya posting ini maksudnya pengen ngajak bareng2 mikir, ada apa dengan mereka2 ini sampai bisa mempunyai g hanya idealisme yang kuat tapi juga gigih memperjuangkannya. Influence-nya dari mana? kalau memang influence itu datang dari status mereka sebagai mahasiswa kedokteran/dokter, apanya? bagaimana?

Ini yang menurut saya harus dipikirkan oleh kita, mahasiswa kedokteran, daripada sekedar bersandar kepada nama besar pendahulu2 atau status yg kita sandang sebagai calon dokter.

Minggu, 22 Januari 2012

Rafting#2: Profesional.

Di dunia kemahasiswaan, slogan profesional sering banget dipake. Visi-misi lembaga banyak yang menjadikan profesional sebagai entah itu tujuan atau gambaran kerja yang dijanjikan.

Referensi definisi profesional? KBBI tentunya. kata KBBI, profesional artinya:
pro·fe·si·o·nal /prof├ęsional/ a 1 bersangkutan dng profesi; 2 memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya: ia seorang juru masak --; 3 mengharuskan adanya pembayaran untuk melakukannya (lawan amatir): pertandingan tinju --
*btw, KBBI ada revisi g ya?

nurunin definisi tadi ke ranah praktis g gampang. banget. kalau dunia kerja (dunia profesi) lebih mudah kali ya. dunia kedokteran punya SKDI, punya list kompetensi yang harus dimiliki. 'Kepandaian khusus' yg ada di KBBI diturunkan secara konkrit dan bisa kita ukur.

tapi bagaimana dengan dunia yang lain -diluar dunia kerja-?

sejak dulu saya dicekoki dengan kata ini. setiap buat kegiatan, kata profesional eksis banget di udara. apalagi di dunia kaderisasi yang butuh konsep matang dan teknis (sangat) rapi. naik jadi ketua bidang 1, buat target pencapaian dsb, kata profesional lagi2 dipake. siapa sih kita, mahasiswa, pembelajar otodidak, berani bicara tentang profesionalisme? 

***
saya akhirnya beralih ke g usah ribet-ribet mikirin definisi profesional -dunia kerja (dunia profesi) tentu beda dengan dunia mahasiswa- dan pindah dengan cari definisi profesional dari 'apa yang saya rasain saat kerja sama orang yang saya anggap profesional'.

pikiran saya tentang profesional muncul lagi gara skipper saya pas rafting kemaren. jadi rafting itu punya skipper (driver tim, yg mengarahkan perahu) yang dia duduknya di belakang.

skipper saya ini, profesional.

kenapa? dia skillful! banget! kemampuan mengendalikan perahu-nya jago abis. di saat perahu-perahu lain karam atau penumpangnya berjatuhan, perahu saya aman terkendali. hehehehe. sampai akhir. sampai melewati pengarungan 17 km. perahu saya sampai di-bully orang2 gara2 dianggap g asik, hahaha. karena sama sekali g ada yang jatuh dan jalannya termasuk mulus (selain MEMANG didukung oleh tim yang kompak, ehm *kipas-kipas* *ditimpukmahawarman*).

dan serunya lagi, perahu saya juga jadi perahu pseudo-rescue. yang mungutin (haha bahasa-ne) orang-orang yang jatuh dari perahu, ngambilin dayung yang hanyut, dsb. skipper saya juga yang tukang neriakin skipper perahu lain: "FOKUS MEDAN!" gara2 perahu lain keseringan karam atau jatohin penumpang. (tentang skipper lain dan Ua Yana -dewa peraftingan- di postingan lain ya..).

jago banget beneran. BENERAN.
latihannya dia berapa lama? yang jelas g mungkin bentar. tahunan mungkin. seceres meres dia anak didik langsung Ua Yana. kerenkerenkerenkerenpisuuun!

apa yang saya rasain? aman. 
as simple as that.

kerja dengan orang profesional membuat kita merasa aman. 
kita g kebat-kebit dan khawatir; aduh gimana ya ini beres atau nggak dan segembol kekhawatiran lainnya.
aman.

di pengarungan emang g ada kejadian2 ful? ada. kapal saya sempet nyangkut di batu, dua kali. tapi kita percaya, at the end kita bakal baik-baik aja. karena percaya, si skipper ini tau apa yang harus dikerjain, dan g hanya tau, tapi dia juga bisa. Bisa-nya bukan nyoba-nyoba, tapi karena dia terlatih.


***

kalau love is blind, terus trust is blind juga?
oooo tentu tidak. kaya kata film vampire diaries; "trust is earn, they aren't magically hand over."

dulu saya pernah ditanya, "ful, apa alasan kamu memberi amanah sama orang?" 

karena saya dianggap tricky, orang yang belum kenal pasti g tau kalau saya sering punya motif-motif tersembunyi dan ngasih lemparan-lemparan pertanyaan yang sebenernya nge-tes. dan yang semakin kesini, hal ini udah jadi otomatis -,- 

saya pengamat. ada dua orang ngobrol nih, satu nanya apa, satu jawab apa, saya ngamatin, dan akhirnya berdasarkan intuisi -semogabenar- saya menyimpulkan karakter dan pola pikir orang bersangkutan. saya menikmati menganalisis pernyataan/jawaban/geraktubuh orang. atau saya ngajak ngobrol orang, pura-pura nanya g tau *walau sering juga emang g tau beneran*, ngajak ngobrol lebih lanjut, lalu analisis. hasil analisis ini jadi basis keputusan2 saya mengenai 'memberi kepercayaan'.

jawabannya 3: 1. membelajarkan, 2. saya percaya kualitasnya, 3. trial and error. tapi se-trial and error-nya pun saya pasti background check dulu sebelumnya, u/ antisipasi lapangan. pilihan jawaban ngaruh ke sikap saya pas dia kerja. ngeri? mungkin. tapi kata radit, ini karena saya 'kaderisasi banget'. saya mah g ngerti -,-. 

percaya, buat saya, harus dengan pengetahuan. banyak orang bilang saya perfeksionis karena ini kali ya? buat saya ngasih kepercayaan dengan jawaban no.2, gak gampang. dan g banyak yang termasuk kategori ini. percaya adalah masalah krusial. 'sertifikat' yang kita kasih bahwa kita mengakui, profesionalisme (atau apalah namanya) orang yang bersangkutan.

begitupun dengan penilaian terhadap skipper saya. dari awal udah dikasih tau, kalau dia jago. lalu selama pengarungan awal saya amati, dan MEMANG jago, lantas percaya dan merasa aman. 

***

bagaimana dengan dunia kemahasiswaan?

satu hal pasti dan tidak terbantahkan tentang dunia kemahasiswaan: waktu kita terlalu sempit, kita butuh regenerasi. berada di senat selama 3 tahun saya ngerasain bahwa regenerasi itu dinamika pasti kemahasiswaan. sekeren apapun satu masa kepengurusan, kalau g berhasil regenerasi, -ekstrimnya- keberhasilannya g akan jadi apa-apa. 

se-profesional2nya dunia kemahasiswaan, di taun berikutnya orang yang menggantikan akan memulai dari awal di posisi tersebut. profesional/skillful/terlatih? mungkin, pada akhirnya. dan akhir menandakan dia akan segera terganti. begitu terus siklus-nya.

melawan arus dan kebutuhan regenerasi, kalau pake bahasa umum, sama kaya ngelawan hukum alam. 

ngerasa ada yang aneh? di satu sisi dunia kemahasiswaan core-nya adalah regenerasi yang inti prosesnya: belajar, sedangkan di sisi yang lain kata profesional kental di udara, menggambarkan seperti titik akhir pencapaian; menjadi terlatih. yang satu latihan, yang satu terlatih. yang satu proses, yang satu output proses.

yang satu coba-coba, yang satu terlatih.

mencoba profesional kali ya tepatnya? g ngerti juga. menjanjikan untuk jadi profesional bisa jadi melakukan perapihan administrasi dan teknis kegiatan. memang itu? atau menjanjikan keamanan? seperti yang saya rasakan ketika rafting sama skipper saya? kepercayaan dan rasa aman yang sama yang terjadi pada pasien2 terhadap dokternya yang profesional? 

profesional seperti apa ya yang dimaksud dalam dunia kemahasiswaan?

demand orang2 terhadap mahasiswa -terutama penggerak kemahasiswaan- untuk bisa profesional akan jadi pemicu perbaikan, tetapi  esensi profesional dalam dunia kemahasiswaan harus dimengerti penuh. terutama oleh mereka yang berputar lebih cepat (bahasanya poundra u/ tim ketua).

senengnya, dunia kemahasiswaan menjanjikan lahan belajar dan pengembangan yang tak berbatas. bingung? ya definisikan. kurang? ya kembangkan. butuh? kejar. seru! :)

***

btw, makasih Bang Roni the skipper yang bikin saya banyak mikir dan belajar. 

maaf ya kalau tulisannya jadi kemana-mana :(

aaaa ngerasa berantakaan, mau belajar nulis =___________=
oya, seru deh, file2 kemahasiswaan di laptop saya udah dipindahin. udah mau ganti fase hidup. :)
saya mau jadi dokter yang profesional!

Kamis, 19 Januari 2012

"Honor life by living, Padawan"

"Yoda I am, fight I will"

"On many long journeys have I gone. And waited, too, for others to return from journeys of their own. Some return; some are broken; some come back so different only their names remain."

***

words oh words.
"Think you the relationship between Master and Padawan is only to help them? Oh, this is what we let them believe, yes! 

But when the day comes that even old Yoda does not learn something from his students-then truly, he shall be a teacher no more." - Master Yoda.
"Sworn by oath to uphold you, we are." -Master Yoda to Palpatine.
***
"Ready are you? What know you of ready? 

For eight hundred years have I trained Jedi. My own counsel will I keep on who is to be trained! A Jedi must have the deepest commitment, the most serious mind. This one a long time have I watched. All his life has he looked away… to the future, to the horizon. Never his mind on where he was. 

Hmm? What he was doing. Hmph. Adventure. Heh. Excitement. Heh. A Jedi craves not these things. You are reckless!" - Master Yoda.  

***

Master Yoda! #yunomisowel 

starwars emang timeless timeless!!!
Kata-kata yang paling saya suka dari buku Pediatric Nutrition yang dipinjemin sama Pembimbing, di halaman depannya setelah cover ada tulisan:

"This book, with reverence, is dedicated to all children. May they never know hunger. And this book is also dedicated to the caregivers who nourish them."

Mager jenderal bikin slide sidang. 
Astagfirullah.

Rabu, 18 Januari 2012

skripsi#12: mobil acim.

oke ini postingan khusus buat mobil maneh, cim.

hari ini super produktif 2012.
dalam sehari delivery service ke 2 dosen pembimbing dan 3 dosen penguji tuntaaas sudah. semua berkat si D 44 RC. (bukan manehnya ya cim, si mobil). alhamdulillah, lewat dari rencana semula yang awalnya cuma bakal ngejar 3 tapi ternyata bisa semua beres. :___)

kira2 begini:
1 dosen minta ketemu di nangor jam 12
1 dosen minta ketemu di nangor jam 1
1 dosen minta ketemu jam 1 di RSHS, kalau g bisa dia minta jumat siang di RSHS (dan itu g mungkin karena form pengiriman draft harus dikumpulin di nangor jumat siang juga)
1 dosen minta ketemu di Lengkong Besar antara jam 5-7 malem
1 dosen minta ketemu antara jam 12 di RSHS atau jam 5-6 sore di ujung berung atau jam 9 malem di jatmika deket mesjid raya

yang ketemu di nangor g masalah. yg ribet adalah yg minta ketemu di nangor dan RSHS yg sama2 jam 1. dan yang minta ketemu sekitar jam 5-7 tapi tempatnya satu di lengkong besar satu di ujung berung. dan saya g tau dimana itu lengkong besar.

alhamdulillah, pas lagi nunggu dosen di nangor, mnyehehe, datanglah si pemilik mobil nan baik hati yang dengan gaya super senga' (tau kok cim, gaya maneh emang gitu tapi sebenernya sayang kan sama tetehnya, muehehe) nanya: "mau kemana aja? aing lagi kosong hari ini." gyaaaaa~~~~~

alhamdulillah, dua dosen yang di nangor beres jam 12.30. masih ada harapan kira-kira, errr, setengah jam untuk ke RSHS. langsunglah ngebut luar binasa ke RSHS. tapi pas masih di gerbang unpad inget kalau harus ngajak Shahmir kalo enggak saya bakal MT (makan temen) pisan. Pengen urusan kita beres bukan berarti harus ngorbanin orang lain kan ya. Akhirnya nunggu Shahmir dulu di Bossa baru cao ke RSHS. Ngebutnya gak ngerti lagi, Astagfirullah.

di RSHS ketemu Putri yang mau nganterin draft ke dosen pengujinya ke margahayu. dari RSHS ke margahayu mencari merkuri selatan (bahkan saya yg orang margahayu aja masih bingung sama jalan di komplek ini -,-). dari margahayu ke ujung berung, baru dari sana ke lengkong. dengan diiringi acim berkata: "nih ya teh, maneh rasain sejauh apa ujung berung ke lengkong", dan dijawab dengan sendu: "iya atuh cim, iya cim. maaf ya :(" 

sampai lengkong terus masuk tol ke nangor nganterin Putri dan baru ke margahayu (lagi).

MERASA SANGAT MOBILE HARI INI UYEEEAAAAAAHHH~~~

terimakasih acim buat ngobrol dan (terutama banyak) slek-nya hari ini.
dan terutama terimakasih buat mobilnya acim selama 2 tahun ini, yang bahkan sampai akhir (bahkan penelitian) pun tetep aja sangaaat membantu :") #fulkibeban

Kuda Liar

***
Tanyakanlah arti kebebasan pada kuda liar...

Otot mereka kokoh akibat kecintaan mereka pada berlari, 
bukan karena mengantar seseorang kesana kemari.

Di punggungnya terdapat cinta, bukan pelana yang disandangkan dengan paksa

Kebimbangan tak pernah hadir karena mereka tahu apa yang dimau. Yakin apa yang diingini. Lari mereka ringan karena tak ada yang menunggangi.

Kelelahan akan berganda apabila dihela, dan suara hati akan mati jika dikebiri.

Larilah dalam kebebasan kawanan kuda liar. Hanya dengan begitu, kita mampu memperbudak waktu. Melambungkan mutu dalam hidup yang cuma satu.

- Kuda Liar, Kumcer Filosofi Kopi.

***
Merdeka di alam jiwa. 
Secara fisik sama, berlari, tapi kita tahu, isinya berbeda.

Hasilnya juga akan berbeda.


Selasa, 17 Januari 2012

"Travel is a matter of seizing the moment. And it is personal. Even if I were travelling with you, your trip would not be mine." - Paul Theroux.

eta pisaaaaan.

Minggu, 15 Januari 2012

Rafting#1: Fight or Flight.

"Ragu-ragu kembali sekarang juga"

Orang yang pernah masuk ke situ lembang tempat latihan kopassus pasti tau tulisan ini, yang kepampang gede banget di gerbang masuknya. prinsip yang sama kalo kata saya berlaku di ilmu kedokteran. Tau "fight or flight response"? yah cari aja ya maksudnya, tapi intinya mah itu tadi. G setengah-setengah. Ragu-ragu mendingan balik, g usah sekalian. Tapi kalau udah bilang iya, siap, ya total. Point of no return-lah bahasanya. 

Akhirnya sampe juga ke rumah setelah dari kemaren malem di garut. Sekarang ngeblog sambil tangan agak gemetar2 unyu dan pusing tapi tetep pengen nulis. Hehehehe. Kenapa gemetar? selain karena jadi kuli dayung hampir seharian tadi, setelah bersih-bersih badan saya baru liat badan saya lecet2, terutama daerah tangan. Munyaaa~

Kenapa prolog post-nya begitu? Jauh amat dari rafting ke kopassus..
G jauh kok, deket malah. Yang satu situ lembang satu lagi garut. Masih jawa barat lah dua2nya. *ditimpuk ibu2 pake selop*. Hehehe sungguh bukan itu. 

Respon temen2 saya (beberapa sih, yang tau doang) waktu saya bilang mau rafting tapi dua hari dan HA MIN SATU UJIAN COMPRE beda-beda. tapi umumnya mengarah ke hal yg sama: "MANEH GAK GILA KAN FUL?" Apalagi cendol, muehehe my lovely abang yang selalu jadi satpam belajar dan galak banget kalo udah begini2 (tapi semakin lama dia semakin mengerti kegilaan temennya ini, semakin biasa lebih tepatnya, apalagi pas insiden thailand di H-6 SOOCA) :* ada juga yang bilang (tapi menurut saya mah nyepet, hehehe) "yah, kamu kan udah ngerti manajemen prioritas, mantan kabid 1 :)".

saya tipe orang yang apa ya? hm, ambil kesempatan selagi ada. apalagi ini bukan rafting biasa yang bisa saya lakuin diain waktu sama temen2 lain. acaranya 2 hari 1 malem bareng anak2 mahawarman. banyak yang pengen saya dapet dan pelajari, untuk beberapa sebab saya g bisa bilang karena takut penjelasan saya g tepat dan malah bikin spekulasi. jadi intinya saya pengen bilang kalau niat saya ikut rafting bukan refreshing dan main. titik.

ditambah lagi, resistensi belajar saya makin kesini makin tinggi. ini pengen saya tulis di postingan yang berbeda secara detail karena ada banyak hal yang berubah mengenai prinsip saya tentang belajar. saya belajar sooca H-3 ditambah lagi di hari H saya masih belum sama sekali baca materi famed (semacam 10 kasus -,-) dan saya masih bisa tidur nyenyak lamaaaa, belajar osce H-1.5; di H-1 saya balik ke rumah agak malem abis belajar sm temen2, baru belajar 9 station, dan masih bisa tidur 8 jam malem itu. tapi ketenangan saya justru paling tinggi dengan belajar yang cuma segitunya. waktu sempit tapi fokus terus pas hari H-nya tenang luar biasa. 

tenang apa pasrah? 
g ngerti. 

kedua hal tadi yang ngebuat saya sesungguhnya sama sekali g ngerasa bersalah ikut rafting H-1 COMPRE. Respon fisiologis tetep aja mempertanyakan "ini bener g ya?" respon wajar dan justru harus. tapi ya tadi, nilai "fight or flight"-nya jangan hilang. jangan sampe pas saya lagi di jeram terus kepikiran compre dan nyesel2, bener2 g ada gunanya. dengan nyesel saya g tambah pinter juga (da g mungkin belajar), dan justru malah bisa celaka karena pas jeram g konsentrasi. 

"Ragu-ragu kembali sekarang juga"

dan lagi, dari kemaren sampe sekarang saya dapet ilmu banyaaaak banget. bikin saya bener-bener g nyesel. sama sekali.
*semoga tetep bisa ngomong gini pas beres compre. :D

hari ini segini dulu, pusing pisan.
insyaAllah ada lanjutannya, hehe.
cape pisan tapi seneng dan dapet banyak. 

setelah briefing jam 11 malam kemaren, start persiapan jam 5 pagi, jam 7-nya ambil perahu di Uniga, pompa, bawa perahu ke sungai (yaAllah itu perahu beratnya kaya apa g ngerti lagi T________T sampe bawanya akhirnya pake kepala, g kuaaat >.<), pemanasan, pre-pengarungan,  pengarungan awal, simulasi dan materi, pengarungan akhir, finish, dan bawa lagi perahu ke atas. 

masuk sungai jam 9, sampe titik finish hampir jam 3 sore. jadi total pengarungannya aja hampir 6 jam. *mabok* plus tadi HUJAN GEDE BANGET, air sungai naik, arus makin kenceng dan jadi kuli dayung dadakan (seriusan, hujan membuat capeknya berlipat-lipat). bersih-bersih dan evaluasi. evaluasi baru start jam 7 mlm, beres eval langsung cao ke bandung.

demikian rundown hari ini.
ah seneng, alhamdulillah! :)

Sabtu, 14 Januari 2012

Lusa compre. Dan sekarang otw garut sungai cimanuk buat arung jeram. Suka pinter emang. Grrr. Katanya debit sungai ningkat (nya heueuh da musim ujan). Sungai bisa grade3 ato 4 (saya pun g ngerti maksudnya apa). Hari ini bermalam disana, baru start besok pagi. Oh please bring back my sanity. Lusa compre.

Kamis, 12 Januari 2012

Ini hari yang lumayan panjang. 
mulai dari bikin foto buat daftar P3D (a.k.a koas) keliling bandung nangkring sana-sini sampe nonton Mission Impossible 4 di bip bareng Edo-Odi-Livy-Marle. 

Selama ini di fk saya selalu ngerasa jadi orang yang anomali, bukan subjektif ini mah, tapi banyak orang yang ngomong. Perempuan2 fk yang 'sangat wanita' jadi mayoritas, otomatis perempuan macam saya ini yang (mungkin) garang, senengnya pake sepatu keds gede, jarang banget dandan, dianggap sangat 'lelaki' dan agak2 lain dari kebanyakan dianggapnya anomali (dan tentu selalu dikritisi).  Ini bukan dalam artian saya menolak melakukan hal2 yang lebih wanita lo ya. Ini masalah sudut pandang. dan lama kelamaan saya jadi cenderung beradaptasi dengan tuntutan lingkungan.

tapi sungguh, itu relatif.

Hari ini, saya bertemu orang-orang baru, wanita2 gagah yang pake boots dan baju ijo tentara, yang jago banget lempar pisau. yaAllah, kagum beneran. dan sungguh ngeliat mereka dan baju + penampilan saya tadi, saya merasa SANGAT (ukuran font 100) wanita. tapi justru saya ngiler, ngeliat wanita2 yang kuat ini, yang mentalnya bagus, tahan banting, dan jago pake pisau lempar. *ngences* ya ampun saya ngelempar pisau udah kaya benceees tadiiii! #guling-guling #mojok #galilubang

bener ya, lingkungan itu ngebentuk mindset. 
lama di fk image tentang perempuan juga jadi dipaksa ngegeser. 
kaya saya yang dikritik karena g pernah dandan.
yang rutinitas 'makan-makan cantik' jadi budaya. 
(ini yang bikin saya agak males dateng syukwis angkatan ntar. jgn bilang2 ya. sssst)

ATULAH. 
untuk stand-out dan beda emang segitu anehnya ya?
saya g suka polesan.

uooogh.
g sabar buat sabtu-minggu! 

btw, Mission Impossible-4 g mengecewakan. bagus malah. tapi ya pertanyaannya adalah: kenapa tom cruise ??!!! kenapa g richard gere/hugh jackman/matt damon/george clooney/liam neeson. oh kenapa. dan makasih Livy, Marle, Edo, Odi. Great time and laughs! :)

Jumat, 06 Januari 2012

"Because the more the respect, the bigger the dissapointment"

Selasa, 03 Januari 2012

I won't give up on us.


Somehow ini lagunya mehek tapi manis banget :)
*meleleeeehh~
plus videonya juga bagus..

"I won't give up on us. even if the skies get rough.
 And when you're needing your space, to do some navigating, 
I'll be here patiently waiting, to see what you find.

I don't wanna be someone who walks away so easily.
I'm here to stay and make the difference that I can make.

I had to learn what I got, and what I'm not.
and who I am.

I won't give up on us.
God knows I'm tough, I am love.
We got a lot to learn.
God knows we're worth it.

No, I won't give up on us.
Even if the skies get rough."

Minggu, 01 Januari 2012

Bener2 pengen tulisan2 di blog ini dibuku-in, buat koleksi pribadi. Keren kali ya ntar punya kumpulan tulisan judulnya: Fulki in 2010, Fulki in 2011, dst. 'Kaleidoskop' hidup gitu, muhehehe ;)
Jika kita berbicara dan menyebabkan kerugian sebesar sebongkah emas, maka diam adalah emas.

Diam yang bernilai emas adalah diam pada saat yang tepat.

Tetapi jika kita seharusnya berbicara yang bernilai emas, yang mencegah terjadinya kerugian besar, maka diam adalah pengingkaran tugas, yang merugikan.

Diam yang seperti itu adalah menelantarkan tanggung-jawab.

***
Saat yang tepat itu, gimana taunya ya?
Intuisi? 
Saya selalu yakin, segimanapun orang bilang dia pake intuisi, sebenernya intuisi (terutama lapangan) itu terasah oleh latihan (sadar g sadar dan bukan -hanya- pelatihan formal) dan pengalaman. Nah, kalau belum terlatih, gimana?
Trial and error kali ya?

Itu yang diatas dari kata-katanya Mario Teguh, tapi agak2 diedit karena saya BENER-BENER getek (dan zzz) sama pilihan2 kata Mario Teguh sebenernya, jd kadang walau isinya bagus, beberapa g ngeklik sama saraf di otak -,-. Tapi kata2 di atas bener2 pengen saya share.