Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Challenges to confront with...

“Inevitably, if we are to grow and change as adults, we must gradually learn to confront the challenges, paradoxes, problems and painful reality of an insecure world.”
What is so different with being an adult?

Islam mengajarkan bahwa paska akil-baligh, tiap manusia diberikan buku amalannya sendiri, bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri. Tapi kadang (dan mungkin semakin kesini nampaknya mayoritas), kedewasaan fisik tidak selalu diikuti dengan kematangan mental-spiritual. 
Menginjak usia diatas kepala 2, terutama setelah lulus dokter, hal yang paling #warbiyaza life changing buat saya (despite of being married ^^) adalah how to face, lebih tepatnya confront mungkin ya, problems. Kalau coba retrospect, dulu rasanya jaman sma&mahasiswa kaya yg banyaaak bgt problems, padahal g ada apa2nya ya sama sekarang :)))
P.r.o.b.l.e.m.SSSSSSS (with as much S as I can put)
Terutama terkait dengan pekerjaan sebagai dokter. We are being responsible literally for kelangsungan hidup seseorang (sec…

Dolce Far Niente

Dolce Far Niente is a well known old italian expression, which means, the feeling of pleasant in doing nothing. I read it first in “Eat, Pray, Love” the novel. When the suddenly-collapse-and disoriented life of Elizabeth GIllbert made her flew around the world from US to three distinctive country, one of them is Italy. To find peace, she said, to find grip onto life, she chose the extreme way, flew away and find new place to rebuild the conscience. (Terus aku lanjut pake bahasa indonesia aja gitu, ahaha maaf ya, lebih enak nulis dengan bahasa ibu memang) Dolce Far Niente konteks di novelnya sebenernya mengacu pada analisis komparasi Gilbert tentang kondisi itali vs amerika. Orang amerika katanya g bisa berada dalam kondisi idle, dan justru mendapat kebahagiaan dari kondisi tekanan kerja, kerja terus sampai kondisi kelelahan dan di weekend akhirnya mereka terlalu lelah untuk bisa ngapa-ngapain dan endup dengan siklus tidur-nonton tv, yang semuanya dilakukan dalam keadaan mild coma alias …

Moving on *bumbumjes

Assalamualaikum wr wb. Halo semuanyaa :)
Ini sebenernya cuma brief info aja, sekarang fulki coba untuk pindah ke fulkifadhila.wordpress.com, alasannya bisa dibaca di post pertama di blog yang baru.

Do'akan ya, kalau memang konsisten nulis dan memang kemampuan nulis fulki berkembang, rencananya ntar mau bikin fulkifadhila.com (hadiah buat diri sendiri HANYA JIKA konsisten nulis), salah satu alasan kenapa pindah ke wordpress.

See you here --> fulkifadhila.wordpress.com

Years of struggle

"One day in retrospect, the years of struggle will strike you as the most beautiful."

2 Januari 2015, 11 Rabiul Awal 1436 H

Besok harus hiking dan sekarang masih on ngerjain tugas medicuss dan masih agak teler post jaga (tepar yaAllah)

Kemarin saya jaga di klinik rancamanyar, masyaAllah pasiennya banyak banget sampe hampir 100. Rasanya? Sendi tangan sama kaki kaya mau putus dan badan saya sakit-sakit. Masalahnya disana g ada perawat jd semua kita kerjain sendiri. Pas pulang jam 9 pagi saya sampe ketiduran terus kebawa sama angkot -,-
Pasiennya pun aneh-aneh, ada pasien remaja kena petasan meledak di tangan yang harus saya sambung jari jempolnya dateng jam 11 malem. Hati rasanya ingin ngamuk "nanaonan maneh nyiksa diri sorangan atuh!" tapi akhirnya cuma bisa senyum2 mesem dan minta anaknya banyak bersyukur, karena biasanya orang kena petasan tangannya bisa sampe lepas dan dia cuma hampir lepas. 
Kehidupan pasca internsip upside down sekali. Sambil tunggu STR sementara ja…