Sabtu, 31 Desember 2011

"Please ask for mercy!"
"No, I'm all dead if I'm saying that"
- braveheart.

Selasa, 27 Desember 2011

Seagulls.

oke, yang lain belajar sooca saya malah blogging. badan cape pisan hari ini super mobile. cant even think and study. iya iya ini manja and I hate myself for that too, jadi resolusinya adalah istirahat dulu dn ntar jam 1 mulai belajar. but I cant resist the temptation of blogging. blame you, modem! 

hari terakhir di thailand, lebih tepatnya jam 2 siang, kita diajak makan siang ke tempat penangkaran seagull. alias burung cemara (kalo g salah). jadi di tepi laut ada penangkaran burung seagull gitu, dan yang lebih kerennya lagi, di dalem tempat penangkarannya itu ada restoran di pinggir pantai.

jadi awalnya diberhentiin gitu di depan komplek sama Mr. Pitaya, our lovely driver (metal banget ini orang tau tempat2 keren yang g semua orang tau, bahkan di internet pun kagak keluar), sama doi kita disuruh naik tuk-tuk, macem bajaj tapi tempat duduknya ampe 2 lapis kebelakang. 

me and mr. tuk tuk driver yang murah senyum :D


berangkatlah bersama tuk-tuk menuju restorannya. dari depan komplek ke restoran membelah satu jembatan gede dan panjang, sambil dari kanan-kiri-atas-depan-belakang diserbu burung-burung banyaaaaak banget. sampe mangap dengan noraknya..

view depan komplek dari atas tuk-tuk yang melaju, ujung bangunan itu restorannya. itu aslinya burungnya banyak banget tapi susah difoto. hiks. :(

ini seagull di atas air. satu2nya tempat yang bisa foto dengan mudah ~.~

Makanan di restorannya sebenernya biasa aja, yang keren ya pemandangannya. apalagi resto-nya view terbuka. aaaa bagus deh bagus. seru ya, tempat penangkaran bisa sekaligus dimanfaatin jadi restoran. 

banyak hal kreatif yang dikembangin yang saya liat dari thailand. sebenernya yang mereka punya biasa aja, tapi diulik dan dikembangin jadinya naikin harga jual. macem tempat penangkaran ini, dan saya liat lagi di ocean world-nya. macem seaworld di ancol, lebih kecil padahal tapi pengelolaannya yang bagus dan rapi. tapi dengan bangganya mereka bilang kalo Siam Ocean World itu the largest in South East Asia. asa gedean nu di dufan. tapi ya tadi, dengan potensi seadanya, kalau pengelolaannya maksimal, jadinya keren.  harusnya Indonesia yang punya potensi luar biasa bisa lebih keren ;)

ahaha ini berlaku dalam kondisi apapun. bukan berapa yg dipunya, tapi berapa yang dimaksimalkan.

FLY LIKE A SEAGULL! \m/
 

Minggu, 25 Desember 2011

ingin sekali berbagi view chaopraya malam ini. cantik sekali :)

kerlap-kerlip lampu malam, megahnya chaopraya, kapal lalu-lalang, sambil denger band nyetel lagu2 jazz klasik remix dn enak di telinga. dn td ada ibu2 random di kapal kecil nyamperin kita yg di atas. beranian pisan! dia jualan dried octopus..

randomnya malam ini..
plus dombing g bales2 sms.
nila setitik semoga g rusak susu sebelanga.

pengen menikmati malam ini.

this is the view I fell in love with :)

Pattaya!

super cemen 2011 adalah: last night in Pattaya saya malah sakit. entah makan g bener atau mabok angin laut yg sueerr kencengnya pisan. ya ampun padahal sy teh kkn di depan pantai -,-

kemaren jadinya sendirian pas lg jln2 mlm, sekitar jm11, sukseslah meninggalkan jejak di Pattaya. muntah2 sepanjang jalan. cemen maksimal tp da gmn.. badan demo-demo unyu.

di Pattaya g terlalu bisa menikmati, padahal itu macem bali-nya thailand selain Phuket. ini ada beberapa foto Pattaya :)

the view from my room, itu warna putih belakangnya laut :)

the hotel view from the beach

the beach! beautiful isnt it? tp gara2 sakit jadi g bisa menikmati -,-
pijet-pijet samping pantai ~.~

ini ada beer festival. dan saya muntah2 disini. -,-

btw, Pattaya itu yang terkenal sama banyaknya banci-banci yang cantiknya melebihi miss universe dan sex industry. banyak show lady-boy gitu, gyaaa~~~ sepanjang jalan di pusat Pattaya, permak wajah macem suntik dan operasi plastik udah ky jamur. life begins at night in Pattaya, ngeri emang, ngeri. Astagfirullah.

a road in pattaya.
dan setelah pergi ke siam paragon dan siam center, saya jadi agak ngerti kenapa di thailand banyak banci dan gay. I'll tell you why.


Kamis, 22 Desember 2011

rempong.

besok farewell 2008. 
saya khawatir. khawatirnya bukan karena takut acaranya g sukses, saya yakin pasti keren (PD tingkat tinggi), tapi saya g bakal ada disana, padahal saya ketuplaknya. harus transfer cepet2 ke yg gantiin. terutama dengan kondisi yg g bisa saya jelasin disini.

kmrn tmn2 minta saya g kuliah, biar ngerjain skripsi dulu fokus di rumah, mereka ikutan stress. tp masalahnya ada rapat koor abis kuliah dn g mungkin saya tinggal (bekson: suara orang mencak2 dibelakang "yaudah wakilin dulu aja sih sama yang lain! pikirin skripsi!"). akhirnya jujur aja motivasi saya kuliah hari ini paling gede adalah briefing terakhir farewell. masalahnya besok saya g ada, jd g mungkin saya g dtg briefing ini. toh ternyata bisa kok :)

pengen ikut farewell :(

insyaAllah besok berangkat, 
take off jam 9.45, jadi jam 8 harus udh di bandara.
masalahnyaaaaa: sekarang saya masih ngerjain bab5 skripsi. 
malem ini harus balik lagi ke nangor, ngeprint 6 jilid skripsi, ngambil logbook di Deddy dan nitipin skripsi plus tetek bengeknya. mudah2an bisa. Amin.
Malem ini juga mau tuntasin apa yg bisa dibantu di farewell. saya pengen pergi dengan bertanggungjawab. 
Huaa belum packing dsb -,-

Rabu, 21 Desember 2011

Japanese prank! :))


Ide buat publikasi farewell 2008.
WAJIB TONTON INI KOCAK PISAN HAHAHAHAHA :))
*skripsi bosaaaaaan mending liat dn cari2 ide farewell lalalala~*
*tampar*
*back to microsoft word*

Life is about focusing and balancing. If you focus and lose your balance, you fall. If you balance and lose your focus, you die. - Yoko Ono.

skripsi#11: H-2

Menyelesaikan skripsi dengan penuh tekanan. faktor-faktornya eksternal, tentang skripsi, orangtua dan lain-lainnya, tapi mau g mau sedikit (dan terutama) banyak, pengaruhnya kuat. dan pake acara kemasukan debu di mata maghrib tadi di kantin. krik. cape. tapi harus tetap tegar, karena kalau saya melemah, yang lain kehilangan pegangan.


Otto dari kemaren ikut stress juga gara2 skripsi saya belum beres2 dan jadinya saya kena marah terus. dia bilang: "kalau mau bantuin orang lain, pastiin dulu diri kamu selamet! Sesekali pikirin dirimu juga disamping kamu pikirin orang lain!". bener kata Otto. tapi buat saya, dua proses itu g bisa saling mengalahkan. mau segimanapun saya coba egois, g bisa. altruis saya terlalu juara. destruksi diri? mungkin. tapi saya g akan nyerahin salah satunya. dulu saya bisa, sekarang juga insyaAllah bisa. kedepannya? harus lebih bisa.


Allah, kuatkan dan lapangkan ya...
Istirahat orang-orang mukmin di surga, bukan?
Amin.

Allah Maha Melihat, malaikat mencatat. 
Semoga g jadi sia-sia.

Senin, 19 Desember 2011

Pagi dan Havel

Mowning, 
SENIN ALREADY! :)

Harusnya pagi ini tegang-tegang repot tapi karena deadline mundur (alhamdulillah) jadi enggak. G ngerti lagi kalau deadline g diundur, huhuhu. Karena sampai sekarang masih belum dapet tandatangan dosen pembimbing-2 yang sibuknya RUARRRR BIASA. Beliau dokter anak, dan bikin saya ngeri juga, segitu sibuknya-kah dokter anak? -________-;

Pagi ini baca tulisan GM tentang Havel yang intinya mengkritisi tentang kondisi terkekang/tidak dikekangnya tulisan. Di cekoslovakia yg komunis dan tulisan2 dilarang, sosok Havel yang bikin tulisan kritikan ke pemerintah jadi fenomenal sampai dipenjara (1970an-1980an). dan pas pemerintahannya runtuh (12 tahun kemudian) si Havel ini jadi pahlawan, dapet penghargaan perdamaian pula. beda sama kondisi di banyak negara liberal dn demokratis, macem Indonesia sekarang. Kata dan tulisan, karena berserakan, jadi kehilangan arti. Kalo kata GM, berserakannya udah kaya rambu2 lalu lintas, bahkan kita liat pun sambil lalu. Inti tulisannya itu sih, membandingkan dua keadaan tersebut (yang saya tangkep), hahaha. Despite aliran & ideologi-politik GM, mari ambil yang baik saja. ^^
"Rasanya kita masih harus menjalankan pembebasan: membebaskan diri dari tendensi jadi robot, membebaskan diri dari ketakutan kepada kata yang berarti dan membebaskan diri dari proses kehilangan arti." - GM.
Semoga produktif minggu ini! :)

Jumat, 16 Desember 2011

skripsi dengan randomnya diundur jadi tanggal 23 di H-3. ngiiik.
sekarang gimana cara-nya etos kerja tetep versi tgl 19, tapi ketenangan dn maksimal hasil versi tgl 23. semangat!
dan lebih random lagi adalah tanggal 23-26 disuruh ikut ke Bangkok.
kalau jadi itu juga.
tapi pengen.

Kamis, 15 Desember 2011

Most wanted thing of the day: nyampe rumah setelah beres semua yg harus dikejar, dan...tidur. 

Pengen tidur.
Ihiks.

Rabu, 14 Desember 2011

skripsi#10

H-5 pengumpulan draft final skripsi.
dan AKHIRNYA menikmati. 
Kalau udah sistematis di otak, ngerjain skripsi menyenangkan ternyata. :)

Ternyata. 

*seneng*
*telat g ya? -_________-"
*kekejar g ya? #gorogoro

Ini beneran btw. 

Segala puji bagiMu yaa Allah. Disini lapang.

NB: #gorogoro itu artinya guling-guling. HAHAHAHAHA. 

Selasa, 13 Desember 2011

skripsi#9

Astagfirullah. Ini badan remuk pisan. 
Ayo-ayo SEGERA tuntaskan. SEGERA.


YES. I CAN DO THIS. 

Senin, 12 Desember 2011

skripsi#8: hujan.

Saya g suka hujan. hujan bikin repot. bikin baju basah, sepatu basah. jadinya harus nyuci sepatu. belum lagi kalau buku-buku basah dan luntur. dan setiap hujan, margahayu (yep, rumah saya juga terutama bagian dapur. grr) banjir. sukses bawa kerjaan baru.

daripada hujan, mendingan liat matahari sore pas pulang naik angkot lewatin jembatan tinggi sebelum riung bandung. atau matahari terbenam di manapun. apalagi kalau ketutup awan sedikit. warna lembayungnya cantik sekali. :)

***

waktu hujan di angkot yang penuh sesak.
saya duduk di samping supir angkot. 
lalu naik penumpang dan duduk di sebelah saya, yang ternyata temennya si supir angkot.

lalu mereka ngobrol, dengan saya ada di tengah2 mereka (canggung emang). bukan bermaksud nguping, tapi emang kedengeran. *yaiyalah*
ngobrolnya banyak, tapi ada satu yang masih saya inget jelas sampai sekarang.

"hujan terus ya. banyak terus geuning penumpang mah kalau hujan begini."
"iya, Alhamdulillah. da Allah mah Maha Adil"
di saat saya lagi menggerutu, kenapa harus hujan dan kebasahan disaat mau ujian MDE Tropmed.

***

kaya skripsi.
Butterfly in the stomach. Buchooooooo! Buchooooooo! Buchooooooo! :_______)

Sabtu, 10 Desember 2011

skripsi#7

di depan laptop

di atas printer

di atas tumpukan kuesioner yang belum di tabulasi tapi g ngerti caranya :(

H-9 SEMANGAT!


ini kurang kerjaan pisan.
si fulki yang g bisa diem ngerjain hal2 statis semisal bikin skripsi. 
skripsi = menaklukkan rasa bosan.
butuh sugesti banyak-banyak.
*Injeksi sugesti positif intra-muscular. Jangan subkutan beneran sakit pisan. (btw, skin test itu beneran sakit lo)

Jumat, 09 Desember 2011

skripsi#6: another check-point

Pengen posting ttg org2 penting dlm seminggu ini tapi lemes lunglai letih -.-
sekarang ngabulatuk weh-nya.
ini bener badan asa cemen pisan padahal penelitian doang, grr.


alhamdulillah, jumlah data masuk udah 101.
sekali lagi: SERATUS SATU. berarti udah ada 101 rumah minimal yang diketok pintunya dan diwawancara, dan diukur tinggi anak-nya. belum lagi yang nyasar2, medan-nya yang gila, dsb.


walau jumlah-nya masih kurang dari yang diminta dosen pembimbing, tapi 101 is more than enough (kalau data-nya valid semua) untuk sampel skripsi. dan beneran g g g g g g g g g kuat mau kalau disuruh penelitian lagi. TIDAAAAAAKKKKKK~~~~


setelah ini masih ada analisis data dsb, belum lagi sblmnya harus plotting dulu soalnya data ini bener2 mentah. dan rima malah nakut2in dengan bilang saya bakal stress soalnya variabel data saya banyak banget keterlaluan. 


no no no no.
the world can't bring me down today.
pusing analisis dsb-nya besok aja. 
malam ini sungguh ingin istirahat dengan bener, senyum lebar-lebar bahagia dan nafas lega. 
semaleeeem aja plis. 


Alhamdulillah.
walau terseok-seok dengan segala yang terjadi, ngambil data beres juga. 


Alhamdulillah.
Alhamdulillah.


"ful, lo pasti bahagia banget deh. akhirnya semua ini beres dan lo melaluinya dengan tough". Errr, sebenernya, jujur aja saya g tough all the time. ada saatnya saya nangis di jalan sendirian karena saya cape. tapi toh ini terlalui. :)


oya, dan ini belum beres. masih ada 10 hari buat geber skripsi. tapi bolehlah ya anggap ini check-point pertama. *tepuk tangan buat kita semua! :)*


I'm overwhelmed with gratitude. :)

Makasih Cilayung, untuk semua ilmu-nya.

Kamis, 08 Desember 2011

Obsesi.

Kemaren dhila kasian terguncang banget *pilihan bahasanya atulah ful hahaha*, diomongin sama tmn2 tutornya ttg obsesi. Jadi intinya, mereka ngeliat dhila sebagai perempuan yang memiliki banyak obsesi, atau apalah namanya: pencapaian. Pengen belajar ini pengen belajar itu. Hingga akhirnya, untuk mikirin pasangan hidup, menurut mereka (iya beneran mereka ngaitinnya kesana) g ada di prioritasnya dhila. Masuk prioritas-lah, tapi g teratas. Apalagi, tambah mereka, usia dhila udah 22. dan tentang laki2 yang jadi takut buat deketin dsb dsb.

Saya yang masuk ke ruang tutor mereka juga malah kena: "ya kalau fulki wajar-lah, umurnya masih 20. Masih ada 2 tahun lagi untuk mikir kesana." NAHLO KO JADI KE SAYA? -_______-"

Di jalan seharian bareng dhila, ini juga salah satu topik yang jadinya dibahas (makasih banyak ya, Radit dkk -,-). Pluuuus ditengah kesedihan kita berdua dengan kondisi adik2 kami yg dulu kami anggap ngerti, sering banget diobrolin segala macem, tapi sekarang end-upnya pacaran lagi. Hiks.  

Emang gitu ya yang dipikirin orang2 tentang perempuan yg banyak pencapaian? Jadi inget obrolan sama Dinda juga. Ngek. Dan obrolan2 ini malah pop-up disaat saya juga lagi mikir banyak ttg rencana hidup kedepan. Apa salahnya punya target pencapaian? Hal yang g perlu dibenturin. 


kalau ada laki2 yang jiper ngedeketin perempuan yang mandiri dan punya banyak pencapaian, versi-nya dhila adalah, "they don't deserve us." 

Itu sebelum nih ya, nah sekarang kalau udah nikahnya, ya obrolin aja bareng2 ttg rencana hidup ke depan. Obrolin, saya dulu pernah punya rencana begini, sekarang jalur2 mana aja yang kira2 boleh saya ambil? Tentunya dengan mempertimbangkan baik-buruknya bukan hanya buat individu, tapi juga keluarga. Kalau misal harus berhenti, ya berhenti. Kalau misal bisa terus ya terus tapi sesuai koridor. Jelas pertimbangannya.

Sering keluar statement orang2:
"Udah makanya sekarang kejar apa yang bisa dikejar dulu, sekolah tinggi2. ntar kalau udah punya suami mah susah". Kok jadi begini ya mindset-nya? Pada saat udah nikah, semua keputusan memang akan diambil suami. Tapi bukan berarti potensi kita dikebiri bukan? Semua masih bisa berkarya, sesuai peran dan fungsi masing-masing, tetap pada jalurnya. Kalau malah jadi tersupress, menurut saya, itu malah jadi g sehat hubungannya. Kalau diminta berhenti, versi saya itu bukan tersupress, tapi beda tempat pengembangan. for greater good. 

Ini jangan disalahartikan oleh feminis2 ya. Semoga g salah nangkep dan sori2 juga kalau sotoy, ini masih saya yang belum tau medan dan jadinya naif. Hehe :)

Udah ah ini makin random. saya harus penelitian skripsi. 
Mau lulus :(

Rabu, 07 Desember 2011

bocah.

Minggu, 4 Desember 2011
23:27, belum jodoh sama amanahnya teh, hehe :D”


Senin, 5 Desember 2011, di mobil pulang.
“coba ceritain kemaren gimana. Sama teteh g usah pake gengsi atau hormon2 ya. Are you okay?”


“Sejujurnya ya teh, sejujurnya, saya apa-apa...

..........

Iya, kemaren itu saya g pake politik banget. Bener-bener saya apa adanya. Wah kalau lawan2 saya yang lain mah prepare pisan.”

“g pake politik gimana maksudnya?”


“Misalnya nih ya, pas pertanyaan siapa aja ketua2 senat dan BEM. Saya bisa aja teh jawab dan nanya ke orang-orang. Tapi saya g mau. Nama2 yang dikasih tau sama orang g saya sebutin. Saya cuma jawab yang bener-bener saya tau.

Waktu ditanya, berapa keinginan saya untuk maju, saya jawab 7. Yang lain jawab 9 dn 10. Baru disitu saya ngerasanya jomplang pisan. Kenapa 7 ya? Drastis pisan bedanya.

Pas yang lain jawab pertanyaan, mereka berdiri. Saya, karena ngerasa-nya duduk g dilarang, ya saya duduk aja. Bener-bener saya apa adanya. Ketawa-ketiwi.”


“Menurutmu, wajar g kalau orang-orang nganggep kamu g sungguh-sungguh nyalonin diri?”


“.....Iya sih teh, wajar. Tapi saya bener2 apa ada-nya.”


“Kalau apa adanya kamu, hasil pemilihan itu harusnya bener2 mencerminkan kamu banget kan ya? Kira2 apa lagi yang bisa kamu evaluasi dari kemarin?”


“Iya,  kemaren juga kata teh Rima, mau gimanapun kalau pas pemilihan gak bisa apa-adanya.Harus berstrategi. Ya ampun teh, yang lain mah siap pisan. Konsepnya matang.”


“hm, jadi kamu apa adanya itu adalah kamu yang terlihat tidak matang, tidak sungguh-sungguh untuk maju, dan tidak siap untuk pemilihan?”


“.......................”


“ini maaf kalau bahasa yang tth pake agak jahat.Hasrat leading kamu tinggi pisan. Tapi kamu g fokus, kamu g tau apa yang mau kamu bangun. Jadinya apa? Kesan yg tth tangkep adalah, g masalah dimanapun, di organisasi manapun, asal kamu bisa menyalurkan hasrat leading kamu, itu bakal gpp. Tapi kebayang kan sekarang, bahwa sekedar hasrat mimpin itu g cukup.”


Dan obrolan berlanjut panjangjangjang...

“ini gpp tth ngomong gini?”


“gpp teh, mungkin saya harus ‘digaplok’ dulu sama tth.
.....
Oya teh, udh tau kan saya intense lagi skrg sm Ceper?"

"oya? ...."

.....
.....

"tth jd khawatir ninggalin kamu kalo kaya gini ceritanya, hadeuh bocah..." 


***


*fulkilagitega*
*malahjadigenaksendiringomonggini*

Toleransi (1)

Banyak orang mengagung-agungkan toleransi. Entah kenapa saya g sreg dengan pilihan kata-nya. Saya search di KBBI, hasilnya: to.le.ran.si: [n] (1) sifat atau sikap toleran: dua kelompok yg berbeda kebudayaan itu saling berhubungan dng penuh --; (2) batas ukur untuk penambahan atau pengurangan yg masih diperbolehkan; (3) penyimpangan yg masih dapat diterima dl pengukuran kerja. Ini diambil dari KBBI


Kok agak zong ya: penyimpangan yang masih dapat diterima dalam pengukuran kerja atau definisi yang penambahan atau pengurangan yang masih diperbolehkan? err. ada kesan penurunan standar yang kental dari kata toleransi (CMIIW), akhirnya ujung2nya yang saya tangkep dari toleransi adalah ya tadi, kita nurunin standar supaya bisa match dan akhirnya 'toleran' sama kondisi penyimpangan yang terjadi. 

ini toleransi atau g punya prinsip? 

masalah bahasa g ngerti-lah, saya g jago. tapi kalau emang maknanya begitu, saya makin g sreg dan tentu g setuju. oya, bisi mikir kemana-mana, kasus toleransi ini kita kerucutin ke hal2 yang prinsipil ya.

Contoh kecil: kenapa kalau kita telat masuk kampus, dosen kasih waktu toleransi 15 menit? karena 15 menit itu dianggap sebagai penyimpangan yang masih dapat diterima oleh pihak fakultas. Ada standar yang turun disitu. Okelah ini kasus tentang terlambat, dapet toleransi apa nggak, g bakal ngaruh langsung ke status dunia-akhirat (faktor2 lain abaikan dulu ntar jd panjang bahas keluar topik). 

Banyak orang berpendapat, orang2 yang teriak2 bakar rumah tempat prostitusi itu orang2 yang g punya toleransi, imej-nya udah langsung jelek banget. Begitupun sebaliknya, orang2 yang adem-ayem dianggap punya toleransi yang tinggi. Hal ini bisa aja kejadian, tapi g bisa semua dipukul rata. 

Di lingkungan yang serba membuat jiwa gelisah resah tapi nggak geli-geli basah *MONGNAON* mengadakan perbaikan butuh cara yang elok nan cantik. Kemampuan agar bisa diterima. Jangan sampe belum apa-apa, karena sikap ekstrim kita yg g bikin orang2 simpatik, lingkungan malah berubah jadi oposisi, seharusnya jadi ladang amal dan dakwah. Gimana mau jadi rahmatan lil 'alamin -_________-"

Ada dua yang kita perjalankan; di medan laga, dan di medan jiwa. Apa yang dzohir, dan apa yang di bathin. Bukan atas nama toleransi. G ada standar yang turun. Yang menyesuaikan hanya cara, berstrategi. Tapi apa yang diperjalankan di medan jiwa, tetap, ajeg, tidak berubah.

Makanya saya sebel banget sama kata toleransi. 

Tapi sedih-nya, ini bisa dan sangat bisa jadi malah tenonenot (mulai curhat).
bersambung...

decision making.

pengen posting banyak tapi pendek2 :D

ngeri adalah, saya baru nyadar sekarang-sekarang. apa baru muncul sekarang atau udah dari lama tapi saya g sadar ya? *mikir* evaluasi diri beberapa kali, kayaknya kemampuan decision making saya masalah. atau ini cuma gara2 acara kemaren pas score dan saya lagi kelimpungan berat dan bener2 jadi pluripotent cell yg ngerjain beberapa hal sekaligus? g ngerti. cuman saya ngerasanya kemampuan decision making saya itu ngek banget.

kenapa pas sebelum2nya rasa2nya enggak ya? g ngerti kenapa. kalaupun ini perasaan temporary cuma di saat sekarang saya lagi kaya balon dan pengen meletus ya gpp-lah evaluasi diri. 

saya mikir lagi, kira2 kenapa ya? 

apa karena sejak dulu sampai sekarang terbiasa jadi second leader? *ini obrolan klasik* tapi beneran saya pengen tau kenapa, zzzz. dulu terbiasa jadi second leader, sekarang jadi first leader itu adaptasi-nya butuh gila2an. dulu saya sering sempet jerit2 (dalam hati) kenapa di FK g ada pemimpin yang visioner yang bisa saya 'dampingi' (dalam konteks kerjaan tentu saja, maaf ya anak2 FK yg cowok2 ini bukan nyepet kalian - dan tentu aja g semuanya cacat visi kok), tapi itu yg sy rasa. myeee~

evaluasi jeder begini mungkin Allah kasih buat saya ngelatih kapabilitas decision making. ada banyak saat yang ternyata saya butuh mandiri dan ambil keputusan dan solusi tanpa tergantung sama orang. dalam kasus ini banyaknya laki2 (soalnya banyaknya first leader itu laki2). *ini aneh banget g sih fulki ngomong gini, lalalala~~

Minggu, 04 Desember 2011

Sabtu, 03 Desember 2011

Semedi cari inspirasi buat score! Padahal score semacam 6 jam lagi, tapi konsep belum rampung. 
*kepala sekolah macam apa! 

bikin kurikulum score! menggila sendiri gini. untung saya seneng nyusun beginian. 

ketemu sama prof. Tri kemaren beyond expectation banget. Rencana awalnya ngundang Beliau di score cuma sinkronisasi, tapi yang ternyata terjadi jeng jeng jeng (diluar kenyataan kalo kita yang malah dijamu makan malem sama Beliau pdhl kita yang ngundang lo ya) bahkan saya pun sulit neranginnya. Yang sampai sekarang juga masih saya renungin dan pikirin. Dalem soalnya.

Ini apa sih random begini. 

Jumat, 02 Desember 2011