Selasa, 29 Maret 2011

kerandoman yang masih jauh...

#randomthought #masihjauh

Saya pengen bikin buku dari blog ini. Isinya kumpulan tulisan saya disini dari awal, yang dirapihkan, terus dijilid. Gitu doang sih. Terus mau dikasih buat hadiah ulang tahun anak2 saya kalo pada udah gede, sekitar umur 17-18. Biar dia tau dulu bunda-nya kaya gimana. Apa yang jadi kelalaian saya gak terulang olehnya, dan dia bisa banyak belajar dari apa yang terjadi di hidup saya. Bagaimanapun, blog ini udah kaya jurnal pribadi :)

Tapi kalo dipikir2, kalo ngikutin timeline hidup bunda sama etta, nikah umur 23, punya anak umur 25, anaknya umur 17 berarti sekitar umur 42an. Kalo sama kayak bunda etta, err, sekarang umur saya 19 mau ke 20, berarti ngasih bukunya, sekitar 22 tahun lagi. oeeeeeee. lama banget -,-". ahahaha.

biarlah, namanya juga kepengen, mudah2an bisa konkrit, >22 tahun lagi :)
kalau dikasih umur & kesempatan oleh Allah...

gedung hijau.

kangen betul sama gedung hijau ini :_(
koridor dengan segala kericuhan dan hal2 yang terjadi di dalamnya.
tempat pembinaan diri yang luar biasa..

olymphiart#1: berani kotor.

Dengan seluruh hiruk-pikuk yang ada, banyak orang yang bilang ke saya, "udah aja olymphiart gak usah ada lagi tahun depan". Ada juga orang2 yang trauma dengan olymphiart, sampai gak mau terlibat baik itu jadi SC, OC, Komdis, peserta bahkan supporter angkatan. Hahahaha, saya cuma bisa ketawa. Wajar ada respon begitu.

Main aman bagaimanapun emang jalan paling mudah, dan enak. Ngapain susah-susah. Daripada ribut, sekalian aja mending gak usah diadain acaranya. Resiko dari gak main aman cukup tinggi, hingga orang2 memilih untuk cari jalan aman. Gak susah gak ribet. Tenang.

Tapi kalau main aman, orang2 gak akan banyak belajar. Orang2 yang terlihat udah bijak, mampu berpikir matang, dan dewasa gak nemu wadah aktualisasi. Orang2 yang masih belum, kehilangan salah satu sarana belajarnya. Bagaimanapun, di olymph, sebenernya semua saling mengisi. Kritikan dan konflik terhadap satu sama lain sebenernya sarana meng-upgrade satu sama lain. Siap menang, siap kalah. Berbagi. Berstrategi. Resiko-nya tinggi, tapi apa yang didapat kalau proses-nya optimal sebenernya lebih tinggi lagi. Sayangnya, orang2 kadang terlalu pesimis untuk bisa melewati hal-hal terkait RESIKO. Padahal baru resiko, bisa iya bisa enggak kejadian. Antisipasi penting, tapi bukan berarti diam dan jadinya statis kan? Sedangkan antisipasi sebenernya bisa dilakukan dengan perbaikan teknis.

Orang-orang pragmatis harus disadarkan untuk tidak cepat menyerah dan pasrah, kalau enggak, mereka g akan kemana-mana. Orang idealis harus dipaksa u/ membuka mata terhadap kenyataan, tidak tenggelam dalam mimpi. Kombinasi pragmatis-idealis sesuai kadar dan sesuai kondisi.

Ah, seru ya! ^^.
Kapan lagi punya sarana belajar sistemik begini? :)
Apalagi ini acara tiap tahun. Kalo g ada peningkatan, beneran celaka.
Mudah-mudahan semua sadar.

Kaya di iklan:
"Berani kotor itu baik" :)

Sabtu, 26 Maret 2011

Terorganisir.

Salah banget emang ada togamas di Jatinangor. Kemaren pulang kuliah ke sana, rencana mau liat-liat, malah pulang bawa dua buku. Pinter. I bought the swordless samurai sama I am number four. Yang pertama, ttg true history-nya Toyotomi Hideyoshi (saya suka banget sama kisah samurai, BANGET), yang katanya, the greatest leader in Japan. Yang kedua, tentang buku sci-fi gitu, espionage kayaknya mah, ini novel udah difilm-in. Yang main Alex Pettyfer *fitri aisyah please don't scream, ayo kerjakan assignment-mu neng arsitek! :p*

Buku2 ini shall wait, karena masih ada dua buku lagi yang lebih prioritas yang harus dibaca. Belum lagi ujian dan skripsi. Hadoh. Oke, sebenernya saya pengen cerita-nya tentang buku yang lagi saya baca selama semingguan ini (kecepatan membaca semacam siput yang paralysis). Bukunya sempet dilarang beredar, karena emang kontroversial juga sih.

siap2 ya, sepertinya akan agak 'berat'.

*****

Sejak dulu sekali, saya selalu dicekoki dengan kata-kata "kejahatan yang terorganisir akan menang melawan kebaikan yang tidak terorganisir". Ini mainannya kualitas soalnya. Seiring perjalanan, ditelaah, sunatullahnya jelas, logikanya juga sejalan. Awalnya dicekoki akhirnya mewujud menjadi suatu hal yang betul2 saya yakini.

Masalah ada organisasi/gerakan internasional sangat rapi terorganisir yang memporak-porandakkan dunia dari dulu hingga sekarang, mayoritas mungkin tau. Kondisi timur tengah; Afghanistan, Palestina, Mesir, Libya, dan lainnya yang sedang bergejolak, hingga dulu sampai sekarang, dicurigai -dengan fakta yang jelas- merupakan konspirasi besar dari organisasi2 ini, yang didukung penuh oleh negara2 adidaya. Gak akan saya resumekan disini, karena beritanya juga udah banyak. Buku tentang freemasonry/ksatria-ksatria templar baik karangan Harun Yahya, maupun banyak Penulis lainnya juga banyak dijual bebas dan bisa dibaca.

Yang saya sedang baca adalah keberjalanan organisasi ini, di nusantara. Daerah yang diamanahkan oleh Allah kepada saya di hidup ini. Beda cerita kalau saya orang Palestina/Afghanistan dn sekitarnya. Tentu fokus bergeraknya juga disana. Bukan, bukan, dalam artian saudara2 sesama muslim disana tidak dipedulikan. Banyak sekali orang-orang yang sangat terfokus kepada saudara2 di timur tengah sana ataupun diluar, tapi buta sama sekali bahwa kondisi yang sama juga terjadi di tanah Indonesia. Bahwa yang terjadi di tanah ini bukan hanya sekedar produk2 mereka yang dijual disini lalu diboikot dan selesai semua masalah. Sungguh tidak.

Selayaknya semua harus disadarkan, bahwa ghazwul fikr/ perang pemikiran yang terjadi sekarang, lebih dari sekedar perilaku-perilaku menyimpang yang jelas salahnya di depan mata. Tapi sudah jauh ke masalah penggerogotan aqidah umat islam hingga sampai ke tahap yang bahkan alam bawah sadar pun tidak menyadari bahwa itu adalah suatu hal yang menyimpang, saking dekatnya kejahatan terorganisir ini.

Naudzubillah.

Buku ini menjabarkan tentang bagaimana sejarah yang sampai ke kita penuh distorsi, manipulatif, dan kabur. Kondisi sebenarnya dari nusantara/Indonesia sejak jaman penjajahan belanda hingga proklamasi RI banyak dikaburkan oleh fakta2 sejarah yang sampai. Statement "history is the story told by the winning general" sangatlah tepat menjelaskan fenomena ini.

Buku ini pada awalnya menyajikan tentang fakta-fakta sejarah yang ada, dilengkapi bukti2 foto dan dokumen mengenai keterlibatan penjajah belanda sebagai salah satu gembong dari organisasi ini. Orang2 yang dikirim ke wilayah Indonesia dan bertugas disini, notabene merupakan anggotanya - bahkan banyak yang merupakan petinggi2nya. Gerakan ini disebut dengan nama 'gerakan kemasonan'. Persekongkolan rahasia dibawah kendali Yahudi.

Para Mason di nusantara pada masa lalu adalah orang-orang yang menduduki jabatan penting di pemerintahan. Mereka memainkan peranan penting dalam gerak kolonialisasi dan nasionalisme di negeri ini. Total penjajahan Belanda yang kurang lebih berlangsung selama 350 tahun meninggalkan bekas yang sampai sekarang masih tetap signifikan efeknya. Tercatat nama2 seperti Thomas Stamford Raffles, Dirk van Hinloopen Labberton (sosok inspirator aktivis2 Boedi Oetomo), dan banyak lainnya merupakan bagian dari konspirasi besar ini.

Lima asas (Khoms Kanun) terpenting dalam gerakan kemasonan - yang juga merupakan lima asas penting yahudi: Demokrasi, sosialisme, monotheisme, nasionalisme, dan humanisme tertanam betul kepada para petinggi2 dan priyayi jawa yang banyak direkrut kedalam organisasi tersebut. Hingga setelah penjajahan Belanda berakhir, kader2 mason dengan pemikirannya menjelma menjadi mereka yang berperan besar dalam tampuk kepemimpinan Indonesia. Tersebut nama Radjiman Wedyodiningrat, petinggi mason dari pribumi, yang merupakan ketua dari Boedi Oetomo, yang juga merupakan bagian dari panitia BPUPKI - tim penyusun landasan Negara Republik Indonesia. Hingga pada akhirnya terbentuklah pancasila yang terdiri dari lima asas dan masing2 poinnya mewakili lima asas kemasonan, kebetulan? Wallahu'alam. Pernyataan seorang teman baru2 ini yang menyatakan bahwa tegaknya aturan islam merupakan bentuk khianat terhadap pahlawan negara merupakan fitnah besar dan penghinaan. History clearly state, justru para muslim-lah garda pertama perjuangan bangsa ini. Tidak ditunggangi kepentingan apapun dan siapapun!

Intermezzo: diluar benar/tidaknya, ini merupakan sebuah bentuk dari kaderisasi yang berhasil. Walaupun pengkader/mentor *dalam hal ini penjajah* sudah tidak ada, kader2 mereka tetap berhasil melanjutkan cita2 tersebut, bahkan hingga hari ini.

Kalau dibahas semuanya, ini beneran bakal terlalu panjang. Yang saya jabarkan benar2 superficial dan kurang menjelaskan dengan baik.

Yang membuat saya semacam ada perasaan 'tersentak yang riil' dengan buku ini adalah tentang betapa hal ini dekat sekali dengan kita, sekarang. Bukan merupakan kisah masa lalu yang hanya sebatas dongeng sebelum tidur, layaknya buku2 sejarah pada umumnya. Kejadian2 ini merupakan kisah yang masih berlanjut dan belum menemui endingnya.

Pluralisme, yang merupakan sebuah paham yang sedang sangat berkembang sekarang, tentang bagaimana sebagai manusia harus saling toleransi -yang diajarkan di buku2 kewarganegaraan anak2 Sekolah Dasar- dan tidak mementingkan sekat agama, ras, sosio-ekonomi, merupakan sebuah turunan dari ajaran2 Mason. Ajaran yang sudah berkembang sejak zaman penjajahan Belanda dulu di kalangan masyarakat. Yang paling membuat tersentak adalah saat saya melakukan wawancara dengan seorang Dosen yang pulang dari kuliah master di Belanda selama kurang lebih satu tahun. Saya bertanya mengenai apa hal yang sangat merubah pola pikirnya dan ingin dia terapkan di Indonesia. Beliau jawab tanpa ragu: pluralisme, dan menjabarkan poin2 yg dia maksud dengan pluralisme seperti apa yang tertera di buku yang baru saya baca itu. Ironinya adalah, dosen tersebut hanyalah terpapar selama 1 tahun, bayangkan Indonesia yang dijajah selama kurang lebih 350 tahun. Betapa telah mengeraknya paham2 ini kepada masyarakat, tanpa sadar.

Humanisme, yang disebut sebagai aspek terpenting dari Lima asas tersebut merupakan salah satu poin yang sudah menjamur dan mengerak di masyarakat. Persepsi umum mengenai Pengabdian Kepada Masyarakat -yang juga nama sebuah seksi di salah satu organisasi kampus- sedang dalam upaya doktrin halus yang menuju ke arah pluralisme (intinya sama2 ajalah sm pluralisme), bahwa pengabdian kepada kemanusiaan harus disertai dengan upaya membuang sekat-sekat agama. Terasa familiar bukan? Sama. Saya juga merinding.

Statement Pengabdian Kepada Masyarakat bahkan sudah tidak dianggap lagi salah oleh kebanyakan orang. Pengabdian manusia, yang HANYALAH menjadi hak Allah didistorsikan oleh nilai2 humanisme.

Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui,
mudah2an saya diampuni atas kelalaian lisan, akal, dan hati.

Saya stop disini, kalau enggak ini bakal jauh jauh lebih panjang lagi. Banyak sekali fakta2 yang terjadi, betapa aqidah umat sedang diserang oleh musuh2 islam dari berbagai sisi. Banyak yang mengaku muslim, tapi ideologinya pluralis, humanis, dsb. Islam hanya menjadi ritual dan tidak menjadi cita2 hidup. Tragis.

Take time to realize. Ini terjadi, sekarang, di sini, sekitar kita.

"Sungguh, telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim, dan orang2 yang bersama dengannya, ketika mereka berkata kepada kaumnya 'Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami mengingkari (kekafiran) mu, dan telah nyata antara kami dan kamu ada permusuhan dan kebencian untuk selama-lamanya, sampai kamu beriman kepada Allah saja'...." QS. 60:4.

Rabu, 23 Maret 2011

Mereka terhadap saya.

Ada salah seorang temen saya, yg agak antipati sm ketua senat. Sy tanya alasannya, kenapa. Dia bilang gara2nya dia pernah nanya tapi gak digubris. Walaupun menurut sy, kondisinya bs banyak: emg ketua senat krg peka, atau dia lg hectic dn KEBETULAN ditanya pd saat dia lg terburu2 dn pikirannya penuh. Bagaimanapun ketua senat jg manusia kan ya...

Bukan membela siapapun, karena bkn itu yg pgn sy angkat.

Seringkali, apa yg terjadi pada diri kita memberi pengaruh jangka panjang buat orang lain. Baik atau buruk. Kita sadar atau tidak. Sengaja atau tidak. Orang2 seringnya g akan sejauh itu minta penjelasan dr apa yg kita lakukan. Mereka terpengaruh, baik/buruk, dn langsung mengambil sikap- kadang tanpa konfirmasi dan memberi kita waktu ntuk menjelaskan kondisi. (Errr. Walaupun mgkn di bbrp kondisi akan dikira agak bias dengan pembelaan.)

Banyak disadarkan dgn sikap sy yg kurang peka, dingin, lama bales sms *ini sy smp pernah berantem sm org gr2 kebiasaan ini*, menjauh, acuh tak acuh, kurang peduli, tidak jd pendengar yg baik, galak, menyebalkan, dsb. TERUTAMA sebulan-an ini. Harus banyak minta maaf sm org2 yg mgkn secara sadar/enggak banyak sy sakiti.

Sungguh maaf ya semuanya :_(

Senin, 21 Maret 2011

Jum'at & Sabtu yang kontradiktif.

Sabtu kemaren, hari yang agak canggung. Temen seangkatan saya dari TK-SMA nikah, dan udahannya saya gantiin Radit dan Poundra mimpin rapat di kampus (tentu dengan bayaran yang memadai, hehehe). Walhasil dengan tampilan kondangan saya mimpin rapat - karena waktunya dempet dan g mungkin ganti baju. Itu canggung dan gak nyaman. Beneran. Btw, semoga Sakinah Mawaddah Warahmah keluargamu ya, Yul :) *peluuuk*

Kemarennya, hari Jum'at, angkatan saya malah dapet kabar duka. Ayahnya temen seangkatan saya, meninggal. Meninggalnya mendadak, katanya gabungan antara jantung dan paru2 basah. Temen saya ini sms saya dengan kata2 yang bahkan saya pun gak tega bacanya. May Allah ease your way, memberikan kekuatan dan kesabaran bagi Fitri sekeluarga ya :_(

Intinya, semua yang ada di angkatan saya, Jum'at-Sabtu ini perasaannya pasti lagi random - campur aduk. Sedih dan bahagia datang di saat yang bersamaan. Dua kejadian bertubi-tubi di waktu yang berdekatan ini, kontradiktif. Dan buat saya pribadi, banyak mengingatkan lagi, betapa fana-nya kita, manusia, dan apa yang kita rasakan. Bahagia dan duka menjadi hal yang pasti terjadi, sekaligus tidak kekal adanya. Bisa seketika Allah bolak-balikkan.

Mudah2an kita semua diberi kesiapan untuk menerima apapun yang Allah takdirkan. Kesiapan untuk bisa bersyukur, apapun yang terjadi.

Dia yang staminanya mantap :)

Setelah kurang lebih 18 hari gak posting, ternyata malah jadi sulit nulis. yes, yes, yes, kayaknya emang nulis itu habitual act. mungkin ini alasannya banyak temen saya yg punya blog, tapi jarang banget posting. entah lupa, sibuk, memutuskan posting yang penting2 aja, atau emang nulis gak jadi habbit mereka. oke, karena solusi satu2nya adalah dobrak. jadi sekarang saya mau nulis. nulis apapun sebanyak2nya sesuka2nya. toh blog saya juga. mau gak penting mau nyampah biarin. yang penting nulis. maksain diri. membentuk kembali kebiasaan.

oke. alasan saya kemaren stop blogging sebenernya, err, ya klasik. lagi dalam tahap emotionally physically unstable. cape secape-capenya, tapi rasanya gak seneng. sibuk gak jelas. perasaan soliter yang datang dan pergi. dan masalah yang kayaknya kalo dateng mbokya ngetok dulu, ini malah langsung rembes bikin banjir. klasik, dijelasin pun males, boring. yang beda adalah cara penanganannya. kali ini saya memutuskan buat mandiri, sembunyi2 menangani perasaan sampai tuntas. gak cerita ke siapapun. gak nulis di blog tentang apapun itu yang galau2. no, saya menolak galau di blog. biar blog ini kembali ke fungsi awalnya. sarana berbagi ilmu.

saya sedang mencoba mendewasakan cara berpikir, cara bertindak, dan cara mengolah emosi. yang sadar saya lagi aneh bener2 cuma segelintir. palingan finka, dhila dan dinda. umur saya udah hampir 20, gak lucu aja kalau cara saya menangani masalah gak berubah2, gak membaik, dan gak makin dewasa. beneran tragis kalau kaya gitu. apa yang kamu capai ful? *plak*

ada suatu status di twitter, kalo g salah gini:
"lo gak bisa lari dari masalah. lo bisa aja sprint menghindarinya, tapi dia staminanya mantap".
masalah makin hari makin banyak pasti. makin berat. sekarang gak bisa dihadapi, gimana nanti kalo masalahnya makin gede. lari bukan pilihan, kita bukan orang2 yang mau jadi pengecut.

nah masalahnya, lari dari masalah sih enggak. tapi pensikapan terhadap masalah yang gak bener. ya gak bisa diterima juga. awal mengatasinya jelas: dengan cara ngerti dan paham betul duduk perkara yg terjadi, jadi pilihan solusi apapun yang kita ambil, diambil dengan 'sadar' dan tepat sasaran. bukan dengan sotoy -gak ngerti masalahnya- terus melakukan tindakan solusi ekstrim, yang saya lihat terjadi pada kebanyakan orang. itu aqlun buat apa oy! perlu latihan emang. dan saya sedang ngelatih itu. minta do'anya :_(

dan salah satu resolusi saya sekarang adalah:
tidak mengeluh.
mau seberat apapun, sesulit apapun, secape apapun, gak boleh ngeluh.
saya bukan -dan gak mau jadi- 'seniman' yang apa-apa dikerjain pake rasa, tapi banyaknya malah bikin destruktif.

mudah2an mengobati mereka2 yang kangen sama postingan saya, muhehehe ;) biarinlah geer, toh gratis ini #mongnaon #mongnaon #mongnaon.

Senin, 14 Maret 2011

hey you!

Hey,
missed me, perhaps? ;)
so do I.

nunggu lama gpp ya? sedang berbenah :)

Kamis, 03 Maret 2011

medicinus

Medicinus, yang akan bangkit. insyaAllah.

Landak-landak.

Dulu pernah ngobrol sama kang ribonk, tentang filosofi landak, semakin mereka mendekat, semakin duri mereka nusuk satu sama lain. thats why yang bisa menyakiti kita paling sakit *mello mode: on* adalah orang2 terdekat kita sendiri. ekspektasi kita terlalu tinggi untuk mereka, dan untuk kecewa itu mudah. beda ceritanya kalo kita dengan strangers, atau orang2 biasa yang 'cuma' lalu-lalang dalam kehidupan kita. mereka gak punya signifikansi apa2.

every family has its own problem. so does mine.

tower crane
Saya baru balik dari makan2 keluarga. penting banget alesannya kenapa harus di BSM, padahal ada tempat yg lebih deket. gara2 ade baim pengen liat tower crane yang ada disana -,-" sampe matanya berkaca-kaca *senjata dia bangetlah ini - bikin orang g tega*.

Interaksi intens kita sama orang lain memperbesar kemungkinan adanya masalah timbul. bener g? keluarga yang mungkin jarang ketemu karena beda2 tempat mungkin g akan nemu masalah sesering keluarga yang bener2 bareng terus. masalah terbesar mereka paling : merasa sendiri dan kangen sm anggota keluarga yang lain. so when they finally meet each other, they will cherish every single moment yang mungkin terjadi di antara mereka.

Keluarga saya punya satu habbit: musyawarah keluarga. seriously. biasanya kejadian kalau udah sampe tahap yang bener2 banyak hal sekali yang harus dibenerin. biasanya isinya paparan mengenai harapan etta-bunda-saya-ajib-ian-aci, listing masalah, dan kita mau kaya gimana. dan tadi kita abis musyawarah keluarga lagi ver. mini, karena waktu sempit. saya smp bela-belain gak ikut rapat di kampus.

apa karena semua sibuk?
apa karena? apa karena? dan apa karena karena yang lain? karena apa?
cape :_(

I've read a book, they say: the most important thing in marriage is not happiness, but stability. kalau ditarik ke arah keluarga, kayaknya g jauh beda. dengan riak-riaknya, 'membangun' keluarga, walau saya sebagai anak, itu beneran g mudah. butuh upaya dan kerja keras dari semuanya.

gak bangetlah beneran galau tengah malam begini, di saat banyak hal yang harus dikerjain. hoahm I'm making excuses again and, only losers make excuses.

Selasa, 01 Maret 2011

ketidaksempurnaan.

Lotta things happen yesterday:
  • Tidak tergesa-gesa masuk kuliah. Biasanya nyampe selalu mepet masuk :_(
  • Lab gak remed.
  • Tutorial kasus 3 dmn keluar peraturan baru, ngumpulin hp di tengah meja, biar gak pada maen hape pas tutorial *beneran ini penting ternyata*. thanks to biondi & aji yang membuat peraturan ini ada :)
  • Tanda-tangan proposal PKM-GT ~closer to the end :_)
  • Forum olymphiart, kepilihnya Dito jadi ketuanya.
  • Gak jadi rapat tim5.
  • Mengalami kelaparan tingkat mahadewa, saya lupa kalau belum makan dari kemaren malemnya -,-" dan definisi makan saya itu = nasi. ngemil gak termasuk ya, hehe. dan lagian saya jarang ngemil laah, paling minum aer yang udh kayak onta.
  • Pulang bareng Pami, dan ngobrol banyak, dan baru tau kalau Pami bener2 sendirian di rumahnya, orangtua di Amrik pulang 6 bulan sekali, kakak kerja di jakarta, gak pake pembantu - totally sendirian di rumah. Pami if you read this, thank you for remembering (and slap me in the face) me, not to be spoiled in many kind of ways. Mandiri sekali kamu Pams :')
dari dulu saya berniat: gak boleh ada hari yang sia-sia. saya harus 'belajar' hari ini, walau sedikit.

everyday's learning itu beneran penting sekali, kalau enggak, kita bakalan jadi manusia2 yang tergesa-gesa dan langsung berorientasi hasil. Jadi manusia yang banyak kekurangan emang banyak nuntut kita -saya- untuk bener2 memanfaatkan setiap waktu sebaik mungkin untuk bisa berbenah, belajar, berkembang, dsb.

Ketidaksempurnaan makhluk itu mutlak, bukan? Itulah kenapa, manusia HARUS terus BELAJAR. Takabur itu kebodohan. Kaya kata Riedl - pelatih timnas: "when you stop learning, you'll die!".

Dan jadi orang yang lumayan banyak ditanyai di kampus -kalo bahasa Atar: sok bijak- membuat mau g mau bikin kita yang -justru- banyak belajar. Betapa kecilnya diri, ya, hiks :_(.

Waktu forum olymphiart, saya gak -cenderung enggan- bicara di forum. Segala ide paling dipikirin sendiri - dan ya banternya di angkatan, tp itupun cenderung ngedengerin, dan berbuah sebuah notes di hape saya. Hahaha. Aneh. Bahkan saya diledekkin sama anak2 2010 "teh, kok tth g ngomong sih, mana suara emas-mu teh, siapa tau kita dapet pencerahan. Kalo nggak, biar tth yang ngonsep deh, ntar saya yang omongin" -BLETAAAAAKKKK. ngeledek pisan :)) this isn't my place to speak. lebih banyak yang lebih peduli sm masalah ini, lebih ngerti, lebih banyak berkecimpung, dan ternyata sepikiran sama saya, yang udah banyak bicara. why should I? G nemu aja urgensi untuk berpendapat.

dan kebiasaan jelek saya: udah manggil nama orang mau ngomon terus g jadi. gara-garanya, setelah saya manggil gitu, otak saya kebiasaan *tanpa disengaja* langsung muter, ini tepat gak untuk disampaikan dari segi konten? yang mendengarkan siapa aja? efek kalo mereka denger gimana? dsb dsb pikiran2 yang akhirnya pas saya finally decide enggak, saya bilang ke orang yg saya panggil "nggak jadi deh". nyebelin banget ya ini :_( kemaren juga dipanggil setengah2 sm dendok, uhuhu. harusnya saya mikirnya sebelum manggil orangnya kan ya, idealnya. tapi kaya ada stage filtrasi gitu, pas awal saya manggil, itu beneran saya mikir, there's something I have to tell you, pas udah manggil, berlaku filtrasi kedua. suka boding sendiri :_( harus belajar harus belajar g ngomong dulu sampe udah filtrasi kedua.

banyak sekali yang harus dibenahi.
dan makin hari makin disadarkan tentang lebih banyak kekurangan diri.

Untungnya, alhamdulillah, saya gak terjebak dalam kondisi cinta-hormonal-mello2-gakjelas atau sindrom ngebet-nikah. Sedih aja pas banyak orang ngomonginnya ituuu terus, entah itu laki2, atau nikah. I have no feeling toward anybody, for now. Life is bigger than that, bahkan nikah pun salah satunya adalah sarana untuk eksitasi amal-soleh bukan? jangan pada jadi galau dan g produktif laaah mikirin "kapan gw nikah" yang sekarang banyak terjadi di temen2 saya. Biarkan terjadi pada waktunya. Sekarang mah saatnya untuk banyak2 bergerak, banyak hal harus dipikirin meeennn. Jodoh g akan kemana, gak akan kecepetan, gak akan terlambat. Semua sudah digariskan. Percaya kan, sama Qadha dan Qadar-nya Allah? :)

yuk ah, menggiatkan diri beramal soleh.
Muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, sehat sebelum sakit, lapang sebelum sempit, hidup sebelum mati. Selagi masih memiliki daya dan kemampuan.

Alhamdulillah, untuk hari ini dan hari2 kemarin.
Semoga bisa menjadi fulki -hamba Allah- yang lebih baik lagi. Amin.