Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2014

When I'm feeling blue?

Gambar
I like:  the perfect, full-circle sunset,  the crystal reflection sparkled on the blue sea surface,  the sky, hm, yes, the sky the boat that somehow reminds me of both solitude and hope the color cascade of blue sea

I like: the electric blue color on my veil (I recently love this color; vivid but beautiful) the blue stitch that has been my best and loyal traveling buddy like ever
So, when I'm feeling blue?  All I have to do is... simply remember my favorite things, and I don't feel so so sooo bad.  Blue isn't that bad after all.

Embracing South-East Celebes: Desa Labengki

Gambar
“Travelling is a matter of seeking a great perhaps. Opening up to possibilities and chances that what might happen, will guide you to better places, journey, and maybe, your life turning point.”
Petualangan kami kali ini penuh dengan hal random dan spontanitas. Berbekal nekat, sedikit informasi dan searching di google, kami merencanakan perjalanan ke Labengki, sebuah Desa yang terletak di Kabupaten Konawe Utara. Desa yang disebut-sebut sebagai Raja Ampatnya Sulawesi Tenggara. Tentu tidak asing bukan dengan Raja Ampat, salah satu pusat destinasi pariwisata keindahan pantai dan bawah laut yang disebut sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia, bahkan dunia. Perjalanan tentu dimulai dengan mencari informasi, bagaimana caranya menuju ke Labengki. Sempat bingung darimana harus memulai perjalanan, sampai akhirnya kami bertamu ke Dinas Pariwisata Kabupaten Konawe Utara, dan berkesempatan untuk langsung berbincang dengan Kepala Dinas. Beliau adalah orang yang sangat terbuka dan bersemangat …

Embracing Buton #5: Pulau Makassar.

Gambar
Pulau ini merupakan destinasi dadakan karena batal ke Pulau Muna. Yep, yang karena ketinggalan kapal itu loh -,-. Akhirnya daripada pulang dengan hati hampa *elah, kami memutuskan untuk pergi ke Pulau Makassar atau biasa disingkat PuMa, sebuah pulau kecil persis di depan kota Bau-Bau. Perjalanan menuju Pulau Makassar hanya membutuhkan waktu kurang lebih 15-20 menit, tergantung kondisi laut dan ombak. Kami menggunakan Jonson/perahu kecil dari tempat semacam pelabuhannya di Pantai Kamali. Biaya sekali jalan dari Pantai Kamali ke PuMa dengan jonson kurang lebih 4 ribu rupiah.
Sesampainya di pelabuhan PuMa, awalnya agak bingung, karena aselii ini sangat mendadak jadinya tidak ada persiapan sama sekali. Belum searching tempat, belum siapkan apa-apa, dan tidak ada kenalan yang bisa bawa kami berkeliling disana. Akhirnya kami gentayangan di Puma. Pulaunya amat sangat sepi. Jalanan hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki dan motor. Tidak ada mobil disini. Kondisinya betul-betul mirip dengan pulau …

Stranger.

Sea of Strangers -Lang Leav
In a sea of strangers,  you've longed to know me. Your life spent sailing to my shores.
The arms that yearn to someday hold me,  will ache beneath  the heavy oars.
Please take your time and take it slowly; as all you do will run its course.
And nothing else can take what only-- was always meant  as solely yours
***
When no longer stranger I hope so dearly not to be stranger again.