Minggu, 04 November 2012

mata perih banget dan bengkak. bahkan psikosomatis sampai muntah-muntah terus.
pertama kalinya seumur umur.


etta telfon: "sudah gak usah nangis, harus kuat, harus tegar. hikmahnya, apapun bisa terjadi, makanya kita harus terus waspada, gak boleh lengah. harus terus pastikan setiap langkah kita diridhoi Allah. karena semua hal bisa dan mungkin terjadi. sabar. harus kuat." anaknya ngedengerin sambil nahan nangis. sebelumnya udah nangis terus di pangkuan bunda. 

setelah telfon putus, tiba-tiba etta telfon lagi ngajak makan bareng. 
daddy knows me best. :''''''))

minggu yang berat. semoga ada jalan keluar yang baik.
Laa maujuda illallah. 
kepala rasanya mau mbleduk.

Coming home - John Legend

Jumat, 02 November 2012

cerita koas#11: kopi


image courtesy by: @koasracun

konsumsi kopi selama koas meningkat tajam. pagi malem kopi terus. astagfirullah.

Residensi Obgyn?

Jaga lagi. tapi sekarang bukan jaga IGD, tapi jaga VK (kamar bersalin). Pasien cuma ada satu, itu pun bukan parturien; G1P0A0 gravid 30-31 minggu dengan hipertensi kronis superimposed pre-eclampsia. mau di SC (sectio caesarea) pula. jadi sejauh ini, selain follow-up tiap setengah jam, jaga VK -masih- gabut. Semoga sampai besok pagi pun minim pasien. Amiiiinnn. *dan di VK ada hotspot super kenceng jd bisa nulis*

Obgyn sbg spesialisasi: ilmu menarik, tindakan menarik. waktu kerja yang nggak banget. kita gak bisa mengatur waktu kerja kita sendiri, karena kerjaan/pasien yang mengatur waktu kita. 24 jam ibu melahirkan kan g ada bedanya pagi-siang-malem. 

mungkin kalau udah konsulen lebih bisa fleksibel, tapi masa-masa residensi obgyn selama 4 taun (kalo cepet) akan menjadi waktu -amat sangat- berat dimana kita tersita waktu dan tenaga di RS. chief resident kalau di jejaring gak bisa pulang sama sekali. bahkan saya pas jaga pun masih ngeliat konsulen yang dateng jam 3 pagi karena ada yang mau melahirkan. jam berapapun dipanggil, harus berangkat. 

pertanyaan saya ke chief resident kemaren: "dok, kok residensi obgyn kayaknya no life banget sih dok?" -__________-" 

tapi secara keilmuan dan kerjaan -setelah lewat stasenya- obgyn menarik. 
ya, kalau keluarga siap, dan rizkinya ada, who knows? :)

Kamis, 01 November 2012

geledek.

"Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?" QS. 2:28

*** 

'sabar. ini sudah kehendakNya' -bunda
'serahkan semua sama Allah. ambil hikmahnya' -etta

***

laa maujuda illallah

***

ikhlas, ful.
sedihnya jangan lama-lama.
nangisnya maksimal semalem.
segera bangkit & atasi.

Rabu, 31 Oktober 2012

I'm watching sherlock holmes in between my daily routine. beda dari yang film, ini series-nya gitu. macem glee yang ada season2nya. nah dia tiap season cuma keluar 3 episode. saya baru liat yang season 1.

opening episode 3 kocak. 

watson ngambek sama holmes gara2 holmes nyimpen kepala orang yang udah meninggal di dalem kulkas rumah. jadi dia ngambil kepala itu dari pemakaman buat meneliti tentang kecepatan koagulasi saliva (air ludah) manusia setelah meninggal. -_______-"

dan holmes ngambek sama watson gara-gara watson punya blog yang isinya nyeritain perjalanan mereka berdua memecahkan kasus2. dan watson agak2 ngeledek si holmes karena dia pinter banget tapi gak tau pengetahuan umum macem siapa perdana menteri-lah, gak tau bumi mengelilingi matahari apa bulan, gak tau kabar2 terbaru artis2, dsb. ignorant, slengean, tapi keren.

"Listen, this is my hard drive (sambil nunjuk kepalanya). and it only makes sense to put things in there that are useful. REALLY useful. Ordinary people fill their heads with all kinds of rubbish. That makes it hard to get at the stuff that matters. Do you see?"

do YOU, ...see?

Sherlocked


I am sherlocked.

#sherlockholmestheseries

Senin malem kemaren, pasien dateng kaya banjir. dari bada isya sampai pagi gak berenti-berenti. total ada 21 pasien plus 4 konsul dari bagian lain. jumlah yang TERLALU BANYAK untuk jaga Obgyn. 

Masalahnya, Obgyn itu yang dateng apalagi ibu2 parturien (udah mau melahirkan), observasi dan tindakan-nya terus menerus, belum lagi kalau udah melahirkan, terus post-melahirkan. biasanya jaga obgyn diatas 10 aja udah pengen koprol. nah ini dua puluh satu. 

Walhasil, yang biasanya kalo jaga bisa tidur satu atau dua jam, kemaren itu kita g bisa istirahat sama sekali. jaganya cuma bertiga pula dari yang harusnya ber4 *jumlah does matter*. dan karena banyak, tugas koas yang biasanya cuma cap-cap guricap di obgyn jadi nambah-nambah.

beres jaga jam 6 pagi, jam 7-nya udah harus masuk lagi. walhasil selasa kemaren saya kaya robot yang dipencet tombol off. mana ada pelatihan dari residen semester 4 yang lagi modul teaching skill dua hari berturut-turut ampe jam 4 sore pula. ihik ihik. dan malemnya ketiduran abis maghrib sampe jam setengah 6 pagi. padahal disuruh residen dateng ke rshs jam 5 pagi buat follow-up nifas. padahal hari ini ujian. T___________T

One of the most regretful thing happened after jaga: your disability to function well in the next day(s). it's not that we're not trying to survive the day, but its like a fight against human nature, beyond our control.  

tapi karena keburu telat follow-up nifas tp udh terlanjur dateng jam 6, ya setidaknya saya bisa posting ini pagi2 ini. hehehe.

Minggu, 28 Oktober 2012

It’s funny. I met a man once who did a lot of mountain climbing. I asked him which was harder, ascending or descending? 

He said without a doubt descending, because ascending you were so focused on reaching the top, you avoided mistakes. 

The backside of a mountain is a fight against human nature,” he said. “You have to care as much about yourself on the way down as you did on the way up.” 

― Mitch Albom, For One More Day

be careful, you, climbers.

Brothers melancholy.


Jam 2 malam, kakak-nya post jaga marathon. diajak ngobrol udah gak nyambung, cuma buka mata pun butuh energi setara ngangkat galon. 

tiba-tiba adiknya random, bawa gitar masuk kamar. main gitar sambil nyanyi lagu michael buble. maksa-maksa kakaknya buat tebak lagu apa yang dia mainin karena dia penasaran denger lagu itu dimana tapi dia lupa judulnya. 

JAM DUA MALAM. *penegasan lagi*

kakaknya MENCOBA dan BERUSAHA ngedengerin dengan seksama, tapi bener-bener gak sanggup karena tepar level brahmana. adiknya tetep maksaaaa semaksa-maksanya pemaksaan kakaknya buat ngedengerin dia lanjut nyanyi sambil main gitar dan nebak lagunya.

Berakhir dengan adiknya menyerah menghadapi kakaknya yang udah kayak zombie stupor.

***
I miss my brothers :(

Ngekost, stase jejaring, sibuk sana-sini rasanya kehilangan waktu-waktu berharga tumbuh kembang adik-adik. Ibrahim terakhir lagi seneng difoto dengan mata juling (lucu pisan fotonya), Aci lagi puber sepuber-pubernya anak SMP yang seneng bergaya ala cowboy junior, Ian lagi serius jadi pengurus MPS dan menunjukkan perubahan ke arah yang jauh jauh lebih baik, Najib lagi stress2nya ngerjain tugas kuliah, mabim dan sibuk jadi koor lapangan proyek angkatannya.

“Sticking with your family is what makes it a family.” 
― Mitch AlbomFor One More Day

Rabu, 17 Oktober 2012


No amount of guilt can change the past and no amount of worrying can change the future. Go easy on yourself, for the outcome of all affairs is determined by Allah’s decree. If something is meant to go elsewhere, it will never come your way, but if it is yours by destiny, from you it cannot flee.
Umar Ibn Al-Khattab

Rabu, 10 Oktober 2012

cerita koas#10: O&G

Astagfirullah.
saya ada di jejaring paling ga-je-bo (baca: geje). 
yang bahkan belajar dan tidurpun udah bosen sampe cape.
*iyep ruang koasnya ada kasur, sofa, dan berAC *tepuktangan

Sekarang saya di stase Obstetric dan Gynecology.
stase yang tengah-tengah. sibuk nggak geje juga nggak.
setengah-setengahnya ini suka bikin kesel bahkan, karena bikin serba nanggung.
mbokya kala mau geje itu total gitu biar kita bisa ngerjain yang lain. 
menggantung

seminggu gantian antara jejaring dan RSHS. jadi jadwalnya jejaring x --> rshs --> jejaring y --> rshs --> jejaring z --> rshs. daaan sekarang saya ada di jejaring paling gajebo e.c mosi tidak percaya dari konsulen setempat terhadap kami para koas-koas. karena menurut beliau ini adalah rumah sakit pelayanan, BUKAN RS PENDIDIKAN. pake capslock sesuai penekanan beliau. area kewenangannya pun jadi SANGAT dibatasi. cuma dibagi stase bersalin (VK) dan stase nifas. which is stase nifas sangat2 minim kerjaan apalagi kalau sudah follow-up pagi2 sama yang jaga. 

Obgyn ini adalah stase yang paling banyak interaksi sama orang2. dari berbagai kalangan. mulai dari pasien dan keluarganya (tau kan orang kalo mau melahirkan yang rebek kadang se-RT), bidan dan para akbid-nya (banyak sekali mereka itu, bahkan akbid punya target harus pimpin partus>50 kali), resident dengan berbagai tingkatannya (di obgyn ini tingkatan residen pengaruhnya SIGNIFIKAN), konsulen (juga dengan tingkatannya), dan tentu yang tiap hari ketemu, berbagi kasur dsb adalah: temen-temen koas. 

Kalo boleh dibilang obgyn saya anggep sbg departemen yang 'sensitif'. mulai dari kerjaannya (ya iyalah) dan kultur didalemnya.

Di obgyn ini, minggu pertama diisi dengan pembekalan. Isinya mulai dari keilmuan obgyn itu sendiri, juga tentang keprofesian dan etika kedokteran. beberapa bahkan materi yang sama dengan pre-koas, yang ngasih materinya sama, slidenya sama, dan pertanyaan yang dikasihnya juga sama. -____________-"

DItanya sama dhila, kenapa katanya saya kayak yang g menikmati obgyn. hm, dibilang g menikmati g juga. saya beneran suka keilmuannya, menyenangkan. tapi kegiatan koas di obygn itu apa yah, flaaatttttt, no sparks, gitu2 aja, dan bahkan kind of...boring. mehehe. padahal sama bunda saya disuruh ambil residensi obgyn, entahlah~ emang seru karena kejadian sehari-harinya ada2 aja yg aneh dari kasus2 pasien yg dateng, banyak hikmah yang bisa diambil, atau seru juga karena interaksi2 kita dengan sesama yang aya2 wae. tapi diluar itu ttp aja, buat saya obgyn itu flaaaaattttt. 

ya tapi suka g suka tetep harus bisa --> prinsip koas buat saya.

hal yang selalu ditekankan disini adalah: punya target. selalu buat target mingguan yang bisa diukur. dan jadi arahan kita juga ditengah kegejean yang melanda. ya seperti biasa, koas itu, kalau mau nyari kerjaan PASTI BANYAK sebenernya. tinggal kita yang pinter2 ngatur apa yang kita kerjakan adalah yg memang kita butuhkan. karena tarikan menuju gabutnya KENCAAANG saudara-saudara.

kebutuhan ini turun dari analisis kita ttg target di departemen itu, dan kapasitas kita sendiri. sangat membantu sih menurut saya. biar saya g scattered serabutan ngejar ini itu. apalagi di dunia koas yang bener2 diabur sebebas-bebasnya. 

bahasa kerennya kalo jaman ospek-mah: adult learning. kita buat list kebutuhan dan target. kita kejar itu satu-satu, lalu evaluasi. lalu buat list dan target baru. terus begitu. basic awalnya dari tau kebutuhan dan kapasitas diri. 

bikin ininya gampang, disiplinnya yang susah. 

Kamis, 04 Oktober 2012

koas itu, gak koas aja sih, lebih membuat kita -saya- frontal sama perasaan kita sendiri. marah, seneng, sedih, dsb. sampai kayaknya kadang berasa dipermainkan sama perasaan. dibilang normal, mungkin, karena kita physically and mentally confronted jadi cenderung lebih terbuka kali ya? Gak ngerti juga.

"Dealing with people is as complicated as manic depressive disorder."

dan karena kerjaan dokter semuanya berhubungan dengan manusia, mungkin ini kenapa saya sempet berpendapat kalo orang2 di rshs bipolar semua.

*you should listen to "langit amat indah"-nya rida sita dewi, yang jadi salah satu OST perahu kertas. lagu dan aransemen-nya bagus. ngedengerin lagunya berasa lagi di alam luaaas ngeliat langit biru g berbatas (mulai sok puitis mending stop, ehehe) --> g nyambung postingan lagu sama yang atasnya btw, :D

Rabu, 26 September 2012

cerita koas#9: megavisit oleh megakonsulen

konsulen obgyn di visbes pagi ini..

koas-koas malang...
Hikmahnya...
*copyright goes to Nita Rahmalia yang niat banget bikin ginian. :)))))
*masih post-visbes traumatic syndrome

Selasa, 11 September 2012

Cerita koas#8: THT-KL

THT-KL IS exhausting. 

Dibanding stase-stase sebelumnya, THT ini bener-bener menguras energi. 
Saraf, jiwa, forensik, mata, nuklir, gimul, rehab medik, bahkan anak lewaaaaat. Anak berat karena periode-nya yang 9 minggu. tapi THT dengan cuma 3 minggu aja, subhanallah! *koprol*

1. Sistem tanda-tangan dan list
Jadi kerjaan kita kesana-kemari ngejar tanda tangan residen dan menuhin logbook yang segambreng-gambreng. Ada list kasus-kasus yang harus diikuti dan setelahnya minta tandatangan residen yang supervisi. setelah ttd residen baru ngejar ttd konsulen2. berasa wartawan gosiiiippp -,-

nah, kita harus menuhin list minimal itu. Hal ini ngebuat saya jadi mikir efektivitas kalau kurikulum kemahasiswaan dulu dibuat check-list: a. minim dinamisasi (hal yang penting di dunia kemahasiswaan karena ini jadi bahan dasar kreativitas) b. berubah jadi tekanan, padahal harusnya proses belajar itu dinikmati. sisi positifnya: buat mereka2 yang mager emang list ini jadi cambuk dan bikin maksain diri tapi sisi negatifnya juga ternyata g kalah banyak. jadi lumayan kebayang omongan prof.tri waktu itu waktu mengkritisi kurikulum kemahasiswaan. 

2. Haram hukumnya nangkring di ruko.
Jadi ada di ruko untuk baca buku atau istirahat semacam terlarang. semua harus motil ada di poli. kalau ekstrim-nya kata chief resident disana, mending ke mesko sekalian daripada nangkring di ruko. soalnya kalau di ruko dan ketauan konsulen bisa die semua, die. 

3. Morning report/literature-journal reading
Setiap pagi jam 7 harus udah nangkring di ruang conference buat literature reading residen. ilmu-nya berguna sekali, walaupun kadang ada yang terlalu spesialistik. dan kadang juga disambung lagi ada acara ilmiah dari jam 12 sampai jam 1 lewat. yang artinya waktu istirahat dan sebagainya keambil.

4. Bimbingan perseptor
Saya dapet perseptor yang rajinnya gila-gilaan dan bener-bener berdedikasi sama ngajar. Seneng banget dapet beliau sebagai perseptor. tapi emang, capeeeek sekali saudara2. sehari bisa sampe perseptoran dua kali. dan tentu tugas2 dan sebagainya

5. Materinya banyak ke pemahaman basic science. Artinya bahan belajarnya banyak. 

6. Bimbingan LO. 
LO ini residen yang disuruh megang satu kelompok kita. Jadi selain ada bimbingan perseptor kita juga ada bimbingan LO. hikhik dan PR dari LO

7. Bimbingan bysitter.
Jadi di THT ada residen pendamping yang bertugas pas mau ujian, namanya bysitter. Nah, di minggu terakhir ini, selain bimbingan perseptor ya bimbingan LO eeeh ditambah lagi bimbingan dari bysitter. *mabokbimbingan* dan tentunya tugas dari bysit juga. kalo mau ujian bimbingan bysit ini bisa sampe maleeeem bgt bahkan.

8. Poli-nya banyak dan harus semua dimasukkin. ada juga stase ruangan dan stase OK. *berguling-guling*

9. Jaga-nya 5 kali dalam 2 minggu. 
Dulu di saraf jaga 3 kali dalam 2 minggu, di anak seminggu sekali bahkan (walau jaga anak emg cape pisanpisanpisan). amplitudo jaga THT mgkn g seberapa (tergantung lg ada pasien apa nggak), tapi frekuensi yang 5 kali itu T________________T

aaaaa lusa mau ujian THT.. pengen cepet-cepet beres THT beneran.
tapiii dari semua stase gelombang yang sekarang (mata-nuklir-RM-gimul), saya paling suka THT ehehehe. kedua gimul. (plus residen THT baik-baik ^^)

jadi emang cape, tapi seneng ilmunya.

*tepaaarrrrrrrrrrr*

Senin, 10 September 2012


Tidung!

Gara-gara KKN nangkring deket pantai sebulan, terus liburan kkn juga ke pantai, walhasil saya sekarang jadi cinta berat sama laut. apa karena orang makassar nenek moyang-nya adalah pelaut? mahaha. atau karena ajib masuk jurusan ilmu kelautan? hahaha. nyari sambungan pisan maneh ya fuuul. 

spacing  kemaren alhamdulillah dapet kesempatan ke pulau tidung 3 hari 2 malem. bolak-balik ke sana naik feri 2 jam dari muara angke jakarta. hari kedua bisa snorkeling seharian di pulau payung (jarak 30 menit perahu dari pulau tidung). i love every bits of my short-sweet-escape. 

seductive beauty yet dangerous. nature is consuming. 
sea, is consuming. 



"Thing that consumes you, is either the best thing ever happened, or the worst." -Vampire Diaries.

Jumat, 17 Agustus 2012

Perahu Kertas The Movie


baru nonton perahu kertas. 
komen negatifnya banyak sama film ini. tapi entah kenapa saya suka. dapet banget feel-nya. g ngerti kenapa padahal pas baca novel-nya biasa2 aja. dialog2nya bagus dan artisnya mainnya juga bagus. masalah loncat2 atau teknik film mah yaudahlah ya. dewi lestari jenius mainin perasaan sama kata. 

"hidupkan lagi mimpi-mimpi, cinta-cinta, cita-cita yang lama kupendam sendiri. 
ku bahagia, kau telah terlahir di dunia. 
dan kau ada, diantara milyaran manusia. 
dan ku bisa..

dengan radarku, menemukanmu..."

Senin, 13 Agustus 2012

OASIS



What I've been doing lately.
It's over and done, Alhamdulillah.

Minggu, 12 Agustus 2012

gak lagi2 punya kualitas belajar kaya di mata-nulklir-RM heh kamu fulki!
grrrrr~
*jeduk-jeduk kepala sendiri*

Jumat, 10 Agustus 2012

Kamis, 09 Agustus 2012

"Tidaklah dunia akan menjadi obsesi seseorang, kecuali dunia menjadi sangat melekat di hatinya dalam empat keadaan: kefakiran yang tak kenal kekayaan, keinginan yang tak putus-putus, kesibukan yang tak pernah habis, dan angan-angan yang tidak ada ujungnya." - Umar bin Khattab.

Allah, aku tidak ingin hidup seperti ini.

Senin, 30 Juli 2012

Cerita koas#7: Nuklir

Buka hati dan beri kesempatan untuk nuklir. 
Gimana ilmu mau masuk kalau udah negativism duluan. 
Ya kan ya kan? :) 

Walau hari ini masih planga-plongo denger kata radioisotop, sinar gamma beta, waktu paruh dsb sambil jerit-jerit dalem hati "aaaaa waktu SMA gue ngerti ituuu~" insyaAllah nuklir akan menyenangkan. Optimis bisa!


#kedokterannuklir 

Sabtu, 28 Juli 2012


Kelompok Perseptoran Mata. 
Super minim variasi dari kelompok pediatri. -,-
Plus Kang Nesta min Nita.
yang terus dipesankan sama dr. Noorman dan dr. Adi: IQRA!

izin ngutip gambarnya ya, Millah :D

Cerita Koas#6

Teringat bbm dari Deddy Oskar waktu kami lg ngobrol tentang banyak residen dan konsulen pintar tapi sedikit yang bisa dan mau ngajarin: "Semoga para residen dan konsulen masa depan g pada lupa, bahwa dulu juga mereka pernah jadi koas."


Semoga nanti juga saya g pernah lupa, ada masa-masa belajar dan merangkak dari bawah. 


Masa-masa berharap ada residen dan konsulen baik hati yang setelah nyuruh kita ini-itu mau ngejelasin sebenernya apa yang kita kerjain tadi.
Masa-masa dimana dorong ambulance bayi sendirian dari IGD ke ruangan ke VK ke IGD lagi sambil denger adzan subuh. 
Masa-masa kita kenal betul, siapa teman kita.
Masa-masa jaga IGD sambil belajar buat besok ujian dan duduk di lantai bareng telor kecoa terus pake meja bekas container feses gara2 g dikasih kursi. -________-"
Masa-masa serba salah mau ngapa-ngapain. ini salah itu salah. 
Masa-masa dimana waktu kaya jadi bukan milik kita, tapi milik residen dan konsulen. 
Masa-masa super ngerasa bodoh dan emang dibodoh-bodohin dan g tau apa-apa dan pengen belajar sebenar-benarnya belajar. 
Masa-masa bergerombol kemana-mana sama temen satu kelompok. kaya mangsa yang lagi diintai predator.
Masa-masa banyak kegiatan atau lagi gabut tapi nyampe kostan tetep aja tepar. 
Masa-masa excited ngeliat dan ngelakuin hal-hal baru. ke pasien bukan manekin.
Masa-masa salah nyuntik. 
Masa-masa follow-up TNRS g berhenti2.
Masa-masa bawa dan nyari brangkar kemanamana.
Masa-masa saling melindungi (in a good and bad way) sama temen2 koas yang lain. terutama masalah absen dan ketiduran post-jaga. 
ada yang mau nambahin?


Masa-masa dipanggil: "DEEEEEK KOAAAAAAASSSSSSSSSS"

Cerita Koas#5: Mata beres!

Mata selesai. Alhamdulillah. 

Sejauh ini stase yang paling gabut adalah stase mata *entahlah*

Gabutnya gara2 g jelas. Di RS Mata biip biip biip ini koas g bisa masuk poli. karena penuh oleh pasien dan residen. sedangkan wawasan kita mengenai penyakit banyaknya ya dapet dari poli. pasien ruangan di mata pun g begitu banyak, dan banyaknya pasien post-op. mau g mau kita bakal sangat tergantung dari kegiatan perseptoran (cari pasien buat bed-side teaching, presentasi kasus dan lain2). 

MASALAHNYA, perseptor kami subspesialis ROO (rekonstruksi onkuloplasty dan onkologi) yang denger singkatannya aja udah jiper. jadi menurut beliau ilmu2 macem konjungtivitis dkk yang sering ditemui dokter umum adalah kasus cemen yang bisa dibaca SENDIRI. beliau malah banyak juga ngajarin metode2 operasi dan tumor2 mata. bukannya g bersyukur dapet ilmu, tapi ilmu-nya g tepat dan g aplikatif. :( kalau misalnya kita emang g ngerti kasus2 sederhana (tapi sering ditemui di lapangan) dan bertanya ke beliau, dijawabnya gini: "aduh saya kecewa banget ya kalian nanya hal2 kaya gini." cemanaa -____________-"

jadi dari kegiatan perseptoran pun g bisa diharapkan.

alhamdulillah, kelompok saya yang emang bareng dari awal udah satu pace dalam persepsi belajar. jadi akhirnya kami nambal kekurangan kami dengan cara ngadain belajar tambahan sendiri. tiap hari sebelum ujian dari jam 3-5. koas itu lo dapet perseptor oke dan belajar banyak dari situ, ya kalau nggak berarti belajar mandiri. either way harus bisa. bukan jadi perseptor lo g oke terus malah jadi males2an. no no no... 

nah, di mata ini pertama kalinya saya bikin kasus sama seorang konsulen. di postingan kemaren yang gloomy morning itu jadi singkat ceritanya gini kurang lebih: pagi2 itu karena keteparan yang tidak beralasan akhirnya saya skip sahur dan bangun terlambat dan ngeskip beberapa kerjaan. tau kan gimana rasanya pas rencana2 kita gagal total gara2 kelakuan (baca: kelalaian) kita sendiri? nah! mood udh g baik pas dateng koas. 

pas nyampe RS ada pengarahan pagi dari PJ koas; dokter konsulen yang emang udah terkenal agak2 suka ngomel2 dan ngomongnya g enak. dan hari itu saya berasa jadi samsak karena jadi sasaran omelan depan umum terus selama pengarahan. gara2 awalnya saya izin sakit mata satu hari. terus jadi ngerembet kemana-mana. saya dibilang terlambat terus dan yang lain g pernah terlambat sama sekali. padahal sy pas di mata CUMA terlambat sekali jam 7 lebih 2 menit gara2 macet anak sekolah. dan temen2 yang lain banyak sekali yg terlambat dan berkali-kali dan bahkan ada yg sampe terlambat lbh dari setengah jam. .______________. tapi yang dimarahin CUMA saya. dikatain macem2 pula. myeee~ sepagian itu nahan nangis di depan beliau. mau coba ngejelasin pun percuma, karena yes, koas selalu salah. -,- 

nah setelah selesai pengarahan dan babak belur 'dihajar' konsulen, akhirnya kami semua balik ke ruang koas. di ruang koas, saya malah diketawain dan dikatain "FULKI THE LEGEND OF MATA dsb dsb dsb." -_________-" TEGA. ada juga yg ngehibur dan bilang mungkin dokternya salah liat tapi saya kebawa2 gara2 beliau udah keki duluan jadi mau digimanapun pasti salah dsb. 

hebat banget ya para konsulen punya power bikin mood turun naik.

sebenernya pas masuk ke ruang koas udh pengen nangis banget itu da. untungnya lagi shaum. tapi air mata udah ngambang di pelupuk. dan temen2 yg malah ngata2in bener2 lagi insensitive sedunia. seperti biasa ubaidillah emg raja tega. dan saat itu layak banget buat dipundungin.

udahannya masuk masa healing. dan masa healing buat saya adalah masa kontemplate, dan mikir. dan pasti saya jadi pendiam parah (da mikir). eeeeh malah dikatain lagi. -___________-" masalahnya saya terlalu sensitif buat ignorance. jadi serba salah sendiri. dikatain PMS juga. hafuh. ribet. 

dan kalo udah kaya gini saya suka males ngejelasin saya lagi kenapa apa yg saya pikirin dsb. biarlah orang berasumsi. cape.

setelah kasus ini, akhirnya fix, yg saya bisa harapkan adalah nilai ujian. karena ada yang sebelumnya bermasalah di mata dan g dilulusin adalah gara2 kehadiran. myeee~ 

alhamdulillah ujian dapet kasus yang lumayan gampang dan nilai yang baik. akhirnya lulus mata. yang penting lulus dan segera keluar dari mata. hahaha. :))

next stop: kedokteran nuklir!
Allah, aku ingin minta dicukupkan dalam menyayangi, dan dicukupkan dalam membenci. Tidak berlebih, dan tidak juga kurang.
via Millah Fatimah Azzahra 

Jumat, 27 Juli 2012

HARI INI UJIAN MATA. AKHIRNYA.
DO'AKAN, DO'AKAN.

om nom nom nom.

Rabu, 25 Juli 2012

Gloomy morning.
Dear self, embrace the sanity and never let go.

Minggu, 22 Juli 2012

Minggu, 15 Juli 2012

"You are very lucky to have them both as your parents, ful."


"I know."

Jumat, 13 Juli 2012

Cerita Koas #4: Mata!

Minggu pertama stase mata beres. dan dengan ini saya menyatakan bahwa saya g mau jadi spesialis mata. saya g terlalu suka ilmu-nya. rasio logika dan hapalan lebih dominan hapalan. banyak ke teknik dan tindakan yang g jadi kompetensi dokter umum. atau emang bisa jadi karena basic di S.Kednya g bagus (belajar mata cuma satu minggu di semester 2 S.Ked). pola pikirnya g kebentuk. beda sama pas di anak atau saraf. padahal banyak orang yang keluar stase mata jadi pada pengen ambil spesialis mata lo..

apa terlalu awal buat menilai? we'll see. masih ada dua minggu lagi. hehehe.

tapi emang stase mata adalah stase koas paling mewah dan paling nyaman. ruang koas besar dan sangat bersih dan sangaaaat nyaaamaaaan. poliklinik, ruangan, peralatan dsb oke pisaaan. gedung-nya juga kereeeen. pokoknya selama di mata ini saya super norak karena terlalu banyak hal kerennya hehe. dan lebih penting lagi adalah: GAK ADA JAGA. Alhamdulillah :_________) *pengen spesialis anak/anesthesi tp g jaga bisa g ya? #dilempartabungoksigen #dijepitpinturadiologi <-- yg ini beneran sakit pisan dan pernah!

yang jelas; suka g suka tetep harus bisa. 
NB: tega banget g sih hari senin besok dapet tugas laporan BST sama CRS sekaligus? ini tega pisaaaannnnn~
NB2: kelompok saya SAMA kaya kelompok anak. jedeeeng. maneh deui maneh deui part#2.

Maaf dan menempatkan diri.

Dulu waktu SMA saya pernah  bikin salah sama seorang guru. dan saya tau, dia kecewa sekali bahkan mungkin marah sama saya. sampai-sampai saya takut sekali bertemu beliau. takut didiskriminasi atau whatsoever cara lain dipundung-pundungin. tapi ya namanya juga guru, selihai-lihai kita main kucing-kucingan, pasti ada suatu saat dimana saya DIHARUSKAN berinteraksi. 

Ketika saat itu akan datang; ketika saya (dn beberapa tmn) disuruh menghadap guru tsb karena urusan akademik (di luar konteks kesalahan yg saya lakukan), akhirnya saya curhat sama wali kelas mengenai takutnya saya bertemu guru tsb. wali kelas saya menjawab: "ah kamu nih. emang dia anak-anak yang kalau pundungan jadi kaya gitu? g mungkin beliau seperti itu." dan bener aja. di saat menghadap, guru itu bersikap seperti g punya masalah sama saya. murni profesional sama tugas dn fungsi-nya sebagai guru. 

koreksi dan ngobrol meluruskan masalah ttp terjadi antara saya dan beliau. saya tetep dimarahin juga. tapi pada saat konteksnya lain, interaksi saya dan dia layaknya tidak ada masalah. sekesal-kesalnya dia sama saya, dia tetep ngajar saya tanpa ada diskriminasi perlakuan.

kejadian ini sangat mempengaruhi cara pikir dan perilaku saya. 

***

pernah g ngerasain, misalnya kamu ada masalah sama pemimpin rapat atau ketua grup? naaah, si ketua grup yg kesel sama kamu ini malah jd g nganggep kamu ada. g ditanya, g dilibatkan, dan didiskriminasi?

menurut saya itu sangat bocah.

sekesel-keselnya saya sama orang, kalau konteks kerjaan ya profesional. don't let your personal feeling interfere your work. kadang emang susah juga. banget malah. tapi -apalagi kalo jadi ketua- bagaimanapun kita wajib profesional. bisa menempatkan diri. rapat ya rapat, kerjaan ya kerjaan, masalah pribadi ya masalah pribadi. 

lo pundung sama orang terus g mau kerja sama orang itu, terus orang itu lo diemin, dianggep kaya beton nangkring itu errr nggak banget. kaya anak kecil pundung g dikasih permen. 

***

tapi kadang ini jadi blunder. 

saya lagi kesel sama orang. tapi sehari-hari saya kerja sama dia. interaksi tetep saya 'pastikan'  biasa aja. karena mau g mau dia partner kerja saya. tapi ironisnya jadi dia g ngerasa ada masalah. dan mungkin dia juga orangnya males ribet jadi g nanya atau apalah.

and then finally dia minta maaf. apa esensi minta maaf? mental perbaikan biar g terulang. nah gimana bisa perbaikan kalo poin masalah-nya aja g dapet? itu mah kaya minta maaf kalo abis nyenggol orang yang lagi minum terus bilang "eh sori sori." jadi kaya formalitas. dan minta maaf kaya gitu g ngena buat saya. karena saya tau, cepat atau lambat masalah kaya gini pasti keulang. and there will be another siklus of minta maaf dan dimaafkan dan keulang lagi dan minta maaf lagi dst. egh. 

atau memang beda frekuensi? menurut saya ini harus diberesin tapi menurut dia its not even a problem and when I say "I'm sorry" it's just to make you feel better? mungkin sekali.  

life. 

Selasa, 10 Juli 2012

the worst feeling ever is pas banyak hal yang harus dipelajari dan dikerjain TAPI ketiduran
T_______________T

AAAAAAAAA~~~~ menatap nanar referat yang masih belum ada apa-apanya.
gimana gimana ini belajaaaaar :'(

Minggu, 08 Juli 2012

Pediatri 6! :)

Kelompok 6 Pediatri
7 Mei - 7 Juli 2012

Lee - Tia - Fulki - dr. Ahmedz - Silka - Putri - Nita
Haikal - Jalal - Aloysius - Ubay


*peluk teletubbies*
hampir 24 jam gue isinya lo lagi lo lagi. 

(katanya) dokter muda.

Hari H ujian MDE anak. 


Di saat belajar juga udah g masuk, ya jadilah kita fototaksis. 
kocak deh, di saat kita ambil foto-foto -yang tidak alay- terus di meja bagian yang lain berisi teman2 yang rajin dan masih fokus belajar. kaya bumi dan langit. dan tentuuuuu membuat deg-degan kaya this typical statement in anak2 FK: "aaaa gimana ini yang lain pada belajar sedangkan gueeee ..." tapi ya gimana mau belajar pun udah g masuk. daripada tegang2 geje mending relaks. dan komentar dari bagian meja 'cahaya': "kalian masih foto-foto ajaaaaa?" dan jawaban dari bagian meja 'kegelapan': "aha ahaha ahaha ahaha" #tertawamaksa #barimiristea


anak selesaaaaaiiii, akhirnya akhirnya akhirnyaa...


here are some pictures! 


ya begini orang2nya gimana g gelap :)) #tutupmata





ekspresi alo a.k.a wawan g nahan banget
(yg paling kanan foto)



ubay exophtalmus! :))
gelap banget ini gelap 
scrapbook yang kami buat bareng2 untuk hadiah ke preseptor :)


untuk dr. Ahmedz dan dr. Adi <3

ini orang2 diatas (katanya) dokter muda...
-______________-"

Peds: done!

Anak sudah selesai, alhamdulillah! 
Untuk tiga minggu kedepan akan masuk departemen mata :)
(tapi diseling spacing lebaran 10 hari)


Despite ups and downs-nya -dan capenya-, anak sangaaatngaaat menyenangkan!
sukakakakaka ilmunyanyanya~ hehehe...
dari awal memang mempertimbangkan anak/anastesi.
yah, we'll see.
jalan masih terlalu panjang untuk bisa menentukan. 

Selasa, 03 Juli 2012

Edge of Desire - John Mayer




Young and full of running, tell me where is that taken me?
Just a great figure eight, or tiny infinity?

Sabtu, 30 Juni 2012

anak tinggal seminggu lagi.

kalau ditanya: "jadi sekarang udah bisa ngobatin pasien anak?" jawabannya adalah: jengjreeenggg *gelindingan*... kalo kata buku-nya Atul Gawande, yang dibutuhin di dunia kedokteran bukan orang yang jenius-jenius amat. tapi orang yang bone-headed enough (secara harfiah means dungu/tolol kali ya) buat terus belajar karena ngerasa dia bodoh. dan itulah yang saya rasain. g ada yang namanya pede bisa ngadepin pasien. yang ada adalah belajar terus sampe bisa 'sesempurna' mungkin mengobati. dan kita tahu, betapa relatifnya kesempurnaan...

dulu dibilang masuk kedokteran itu kaya dikutuk. buat gak berhenti-berhenti belajar. ya iya emang. betapa cepatnya ilmu berubah. dan betapa lemahnya kita buat sombong karena punya ilmu yang g seberapa. harus g berhenti dan g puas-puas ngejar ilmu. terapi dengue tahun 2009 sama 2011 aja udah beda, padahal gap-nya cuma 2 tahun. dosis obat anti tuberkulosis aja berdasarkan jurnal udah beda dengan panduan pengobatan TB tahun 2010. gimana kita bisa berhenti belajar dengan kecepatan perkembangan ilmu pengetahuan yang kaya gini? tapi kita juga tau, betapa relatifnya rasa puas...

dalam proses belajarnya banyak hal terjadi. interaksi satu sama lain. orang dateng ke poli sendirian disebut makan temen. orang terlalu belajar dibilang ambisius. tapi orang yang bikin  orang lain g bisa belajar juga disebut makan temen. beberapa juga bilang kalau terlalu belajar itu bukan ambisius, tapi keharusan. disinipun kita tahu, betapa relatifnya pandangan orang... 

belajar hidup, belajar percaya, belajar interaksi, belajar jadi pemimpin. koas ngajarin banyak hal, HANYA untuk mereka yang pintar ambil hikmah. sayangnya g semua orang pintar juga pintar ambil hikmah. sayangnya g semua dari yang pintar ambil hikmah bisa melakukan perbaikan. dan sayangnya g semua dari yang bisa melakukan perbaikan bisa konstan ngejalaninnya. betapa minoritasnya...

*baca buku Dahlan Iskan di CEOnote dengan kutipan relatif-nya dan terinspirasi dengan gaya penulisannya.

Sabtu, 23 Juni 2012

Maslamah bin Abdul Mulk suatu saat menjeguk Umar bin Abdil Aziz saat beliau hendak wafat. Maslamah menyampaikan,”Wahai Amir Mukminin, Anda melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan seorangpun sebelumnya. Anda tidak meninggalkan kepada keturunan Anda dinar dan dirham.” Dan saat itu putra Umar bin Abdul aziz berjumlah 13 orang.


Maka Umar bin Abdul Aziz meminta agar Maslamah mendatangkan putra-putra beliau untuk duduk di sekitarnya, maka Maslamah pun melakukannya.

Kemudian Umar bin Abdul Aziz menjawab pernyataan Maslamah,”Adapun pernyataanmu bahwa aku tidak meninggalkan kepada mereka dinar dan dirham, maka sesungguhnya aku tidak menghalangi hak mereka namun juga tidak memberikan kepada mereka hak orang lain. 

Sesungguhnya putraku ada dua kemungkinan, bisa ia taat kepada Allah maka Allah cukup baginya, karena Allah menjadi penolong orang-orang shalih. 

Bisa juga ia bermaksiat kepada Allah, maka aku tidak menghiraukan apa yang bakal menimpanya.” (Ihya Ulumuddin, 10/1759).


via Hidayatullah.com

Jumat, 22 Juni 2012

Ceritanya ini pagi saya dibuat gelisah gara2 tweet-nya aagym. iya aagym, bukan dokter piiip yang wajahnya mirip aagym itu, hehehe. gara2nya pagi tadi pas sy lagi scrolling timeline sy terus ada tweet aagym yg diretweet orang (ribet amat intinya sy pengen bilang kalo sy g follow aagym) yang bilang gini: "sumber gelisah yang utama adalah banyak melakukan kesia-siaan". terus bawaannya pengen mewek tea..

Langsunglah bbm bunda plus ngutip si tweet-nya aagym. bunda tanya maksudnya gimana, saya bilang "gpp bun ini jadi warning sign aja, takutnya banyak hal sia-sia tanpa sadar yang kakak lakukan. dan kayaknya mah banyak *terus pake emot nangis*"

terus bunda jawab gini: 
"Kak, lagwi atau sia-sia tidak bisa hanya dilihat dari aktivitas. Lagwi itu adalah yang harus ditinggalkan oleh ibadurrahman. tapi harus dilihat whole package-nya. nonton, baca novel haha hihi itu bisa sia-sia semua, tapi bahkan di masjid, liqa, dsb juga bisa sia sia. Yang bunda fahami, sia-sia adalah apabila seluruh aktivitas kita tidak ada nyambungnya dengan hari akhir dan yang pasti ke visi misi islam. Coba kakak lihat surat 25: 63-77."
Sekarang saya makin suka dengan kedokteran. makin tau baik dan terutama buruk-buruknya, saya justru makin suka. karena ketidaksempurnaannya ini justru menyedot atensi dan pikiran saya. kaya magnet. dan bikin saya bener-bener niat untuk kembali, ambil spesialisasi, dan jadi dosen. (semoga niat-nya g meluntur seiring waktu, amin)

kalo kata Patch Adams: "Yes, I want to be a doctor with all my heart."

sebentar lagi ujian anak (hiks). overall saya seneng di anak. saya seneng kultur pendidikan dengan ciri khas-nya yaitu diskusi ilmiah. apalagi kalo yang diskusi orang2 yang berilmu dan g asbun. kalo ngeliat konsulen2 pada diskusi bawaannya mupeng. sukaa sukaa sukaaaa~ 

fluktuasi mood ya biasalah ya. yang awalnya kita g kenapa2 tiba2 ketemu sama residen/konsulen yang mood-nya lagi g bagus terus kena semprot g jelas. makin lama saya mencoba makin memahami hal2 'biasa' kaya gini. walaupun awalnya emang pengen ngomong "NAON SIH!". tapi ya mau gimana? kita cuman bertemu dengan orang yang tidak tepat di waktu yang tidak tepat juga. 

saya semakin toleran dengan teman-teman. bagaimanapun mereka adalah yang terbaik yang saya dapet (peluk teletubbies). dan semakin ke sini semakin ada titik terang menuju arah yang lebih baik. ^^

ah, koas menyenangkan. tapi juga melelahkan. 
ini fase hidup yang bakal bener2 diinget sampai tua ntar kali ya? :) 

do'akan ujian saya ya. 

Minggu, 17 Juni 2012

terus malem ini saya galau.
karena masa lalu yang mengklaim dirinya adalah masa depan. 


sekali-kalinya saya dengan lantang bilang: saya ga-lau.
semoga hanya sementara. saya g suka.

Allah, aku ingin awal, proses, dan akhirnya Engkau Ridhoi.
Jauhkan aku dari yang menjauhkan aku dari ridho-Mu.

Sabtu, 16 Juni 2012

"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’ dari amal yang tidak diangkat ke langit (tidak diterima di sisi-Mu), dan dari doa yang tidak dikabulkan."

Minggu, 10 Juni 2012

Observe, record, tabulate, communicate. Use your five senses. Learn to see, learn to hear, learn to feel, learn to smell, and know that by practice alone you can become expert.


#errrrrggghhhh
People who ask our advice almost never take it. Yet we should never refuse to give it, upon request, for it often helps us to see our own way more clearly. - Brendan Francis
In this sad world of ours, sorrow comes to all... Perfect relief is not possible, except with time. You cannot now realize that you will ever feel better... And yet this is a mistake. You are sure to be happy again. - Abraham Lincoln

Sabtu, 09 Juni 2012

Cerita koas #3: Perseptor (Jiwa)

Saya sering esmoseh kalo ngeliat banyak guru yang g bener. karena menurut (kebatuan) saya, g ada yang namanya murid bodoh. yang ada adalah guru yang g bisa ngajar. akhirnya tersintesislah konsep di kepala saya bahwa: guru yang bener itu MAHAL. bener dalam artian mendidik ya. orang pinter banyak. tapi orang yang bisa jadi guru dan ngajarin itu ke orang-orang nggak. kombinasi kepintaran dan kemampuan mendidik (include ngajar) itu langka. 

orang-orang yang bisa mendidik-lah yang selalu membuat saya kagum. 

nah neh noh! begitupun di koas. residen yang pinter banyaknya minta ampun. tapi residen yang mau ngajarin mahalnya minta ampun juga. perseptor juga banyak dan (tentu) pintar-pintar. tapi yang bisa ngajarin dan mendidik langka. 

apalagi di koas. perseptor memegang pengaruh amat sangat besar dalam apa yang kita dapet di bagian itu. beneran ini mah. g ada kaitan sama belajar mandiri and so on kalo lo belajar sendiri juga sama2 aja bisanya. enggak. ini beda kaya dulu di S1. 

selain perseptor, di koas juga ada yang namanya LO. nah, LO ini adalah residen yang ditugaskan untuk membimbing kita. biasanya residen tingkat akhir. walaupun g selalu seperti itu juga. satu kelompok biasanya dapet satu atau dua LO.

saya pengen cerita tentang LO dan perseptor saya di koas. fu fu fu fu.

Psikiatri a.k.a Jiwa
Jiwa adalah stase dimana kelompok saya lagi belajar-belajarnya. tingkat rajin maksimum deh pokoknya, ahahaha. dan salah satu alasannya (yg saya yakin smp skrg) adalah perseptor kami, dr.H. 

setiap abis perseptoran semua orang pasti depresi. *ahahaha* karena kita pasti SELALU mengecewakan dr. H.  Cara ngomong beliau khas: "kalian ini gimana ahahaha sampe sekarang masih gini2 aja ahahaha g ngerti-ngerti ahaha g ada perubahan hahahaha". Beliau suka ngomong sendiri dan ngomenin diri sendiri dan ketawa sendiri. sampe pernah pas perseptoran dan dr.H bicara dan kami malah jadi menganalisis status psikiatrikus beliau. yang intinya adalah logorrhea, slurred speech, flight of ideas, incoherent, delusion of grandeur, dan asosiasi longgar. *plak plak plak*

jadi kami terombang-ambing dalam area "mengecewakan" tapi g jelas apa yang harus dibenerinnya. residen jiwa sampe bilang: "Dek, kamu perseptoran sama siapa?" | "dr. H, dok." | "HAHAHAHA, emang kamu ngerti kalo beliau ngomong? HAHAHA saya aja enggak! HAHAHA." | terus kita semua mempunyai ekspresi seperti begini --> -___________-"

Kami sampai ke satu titik dimana sepakat bahwa tujuan tertinggi kami di jiwa adalah membuat dr. H puas dan bahagia pasca perseptoran. it means kami harus terus belajar. dan ngebenerin pola berfikir. dan pas itu kejadian *dengan indikator: pasca perseptoran beliau g ngomel panjang lebar diselingi ketawa nyepet yang khas* SENENGNYA LUAR BIASA :D

justru karena dr. H yang begitu, kami jadi belajar banyak di jiwa. 
ironi yang menyenangkan :)

di jiwa ini kami juga dapet LO yang okeeee banget banget. namanya dr. L, beliau tentara angkatan darat. perempuan. orangnya sangat (pengen dicapslock) disiplin, sangat mendidik, dan sangat baik. plus sangat pintar.

keluar jiwa: puas. dan merasa total.
walaupun kemungkinan A minim seminim-minimnya e.c dr. H emang pelit nilai, tapi it doesn't matter. dan bahkan sekarang pas udah di anak kami semua suka kangen jiwa. dan etos kerja kami di jiwa.

Selasa, 05 Juni 2012

Cerita koas #2

Udah dua hari ini sakit. dan kalau sakit biasanya jadi manja setengah mati, terutama (dan hanya) pada orangtua. tapi sekarang beda, di kostan alone and only, temen2 pada sibuk, ahaha. ini nosokomial infection kayaknya. infeksi yg didapet dari rumah sakit. awalnya hari sabtu cuma sakit tenggorokan, terus ditambah jaga dua hari berturut-turut (dodol berat emang, soalnya kang irwan -which is super super baik dan ngajarin NGT suction nebu dsb- yang minta tukeran jd g enak nolak) jadinya imun tubuh drop, dan minggu malemnya langsung demam tinggi plus sesak dan flu berat. 

malem-malem kayaknya panjaaang banget.. efek g bisa tidur juga gara2 sesak kali ya. dan mulai berusaha mandiri dn tanggungjawab sama diri sendiri. g pake alesan males makan gr2 g enak makan lagi. itu sangat bocah dan sangat tidak bertanggungjawab. 

my deepest gratitude goes to Ubaididong, yg udah kaya temen kembar siam, yg udh agak2 mirip orangtua sendiri soalnya care banget pas lagi sakit gini. apalagi sampe nganterin obat pas jaga hari minggu padahal dia dewa mager. nyeeeh maaci ubaay :______)

sekarang baru beres belajar bareng kelompok. ditengah dinamika kelompok di koas dan mood yang terasa diombang-ambing di koas ini (range-nya luas, mulai dari seneng banget sampe gara2 kelompok pernah nangis di kemuning sendirian *iya norak emang*), setidaknya sangat bersyukur dapet kelompok koas yang anaknya baik-baik, g cabutan, dan mau belajar bareng. kita selalu belajar bareng malah. EVEN forensik yang orang2 pada mengernyitkan dahi "Lo belajar bareng di FORENSIIIIKK?!" ahaha. 

di tengah karakter yang beda-beda, bahkan SANGAT beda. seneng banget dengan kenyataan bahwa sejauh ini kita get along dengan sangat baik. clash dikit-dikit (banyak juga sih) ya wajarlah. ya gimana enggak, ketemu dari pagi banget sampe sore, ngerjain tugas bareng, makan bareng, kemana-mana bareng, malemnya kalo belajar kelompok ketemu lagi sampe malem banget, pisahnya cuman pas mau tidur doang pulang ke kostan. apalagi kalau jaga, ketemu terus -,- ditambah lagi saya dapet kelompok koas yang kelompok kecilnya belum dipisah. jadi dari awal koas smp sekarang bener2 sama orang-orang yang sama. -_____________-"

konflik-nya biasanya itu-itu lagi, saya udah dicap aktivis jadi dianggap sangat idealis. pernah bertengkar agak hebat sama ubay gara2 ini. bahkan ubay sempet bbm pake capslock "HIDUP PRAGMATISME" pas saya lagi ngobrol sm dr. Noorman. sama tia juga pernah, gara2nya dia mau belajarnya yang disooca-in doang (which is itu masih agak jauh dari ujian) dan saya masih mau ngedalemin kasus2 yang lain. sama yang lainnya so-so lah. di kelompok saya notabene adalah anak2 "go with the flow" macem wawan, tia, putri, ubay. ada yang idealis banget tp kadang suka kasian adalah kang jalal. soalnya beliau kadang tidak bisa menempatkan diri di realita (saya udah pernah sampein langsung ini ke dia jd in case kang jalal baca juga gpp. halo kaaang! ^^).

kang DJ pernah bilang, ada dua tipe dosen. dosen klinik (yang nongkrongnya di rshs) dan dosen pre-klinik. biasanya dosen pre-klinik lebih idealis daripada yang lebih klinisi (kecuali kalo klinisi-nya macem forensik). dosen klinik cenderung realistis, sedangkan yang pre-klinik lebih idealis. apakah karena rumah sakit itu dunia realita yang dekat dengan kenyataan masyarakat sehari-hari (which is jauh dari ideal) hingga akhirnya orang2 disana ikut tertarik jadi orang realis? saya bahkan suka ngeri (banget) sama ke-realistis-an orang2 di sini. banyak aturan dn norma yang didobrak. semua jadi halal.

bahkan menurut saya dunia kemahasiswaan (yang dulu sangat saya kritisi karena orang-orang didalamnya) jauh lebih mending daripada di koas. dulu di kemahasiswaan, orang-orang yang masuk kesana juga hasil pilihan mereka sendiri. orang2 dengan frame yang (bisa dikatakan) sama gabung dan kerja bareng. ketidakpuasan lahir dari etos kerja yang berbeda dan pendapat yang berbeda. tapi setidaknya kedua belah pihak ada proses berpikirnya. ada sparring partner yang konstruktif. di koas? kita harus bisa bergaul dengan siapa saja. kita tidak bisa memilih dengan siapa kita akan bekerja. 

pada saat saya dan dr.Noorman membahas kasus kenaikan BBM yg kemaren dan demo mahasiswa, ubay bilang ke saya, "yaudahlah ful, ngapain sih tau-tau yang kaya gitu? yang penting kita sekarang jadi dokter yang bener. udah itu aja". dan itu hampir semua temen di kelompok saya juga mikir begitu. 

saya kadang kelu.

sedih? banget. 
hal-hal yang menurut saya prinsip bukan ditolak karena perbedaan pendapat, tapi malah diolok-olok. hahaha. saya jadi korban bully gara2 dulu saya aktivis dan dianggap idealis. jadi kaum minoritas ditengah gelombang arus dokter muda yang realis. 

koas itu kurang sparks. sangat menyenangkan tapi tetep ada yang kosong dari aktivitas padat dan rutinitasnya. hal-hal yang saya rindukan. 

paling parah kurang lebih dua minggu kemaren. saya sampe cape gara2 becanda terus. becanda-becanda kosong. saya seneng becanda, banget. bahkan saya termasuk orang yang humoris. tapi kalau tiap hari kaya gitu terus juga g bagus. bahkan g ada yang bisa diajak diskusi serius. temen2 sekelompok saya juga isinya lawak2 semua sih (ahaha, ini bisa positif atau negatif). tp akhirnya saya sampai ke titik peak muak. ditambah lagi saya diledekin terus konsulen muda sama orang-orang (in bullying way ya, bukan compliment). gara2 di koas ini effort belajar saya lagi naik dengan lumayan signifikan (energi organisasi tumpah ke akademik kali ya sekarang). saya merasa sangat soliter di titik ini. dan ended up dengan saya nangis di kemuning sendirian (my old habbit popped up again). dan mungkin karena cape jadi lebih sensitif? (maybe)

sekarang moto saya lagi: seize the day. saya g tau koas ini akan membawa saya kemana, dengan kondisi yang sangat dinamis ini. semoga walau prosesnya up and down begini, ujungnya tetap manis. jalan keluar terowongannya belum keliatan soalnya. 

semoga Allah lapangkan.
semoga penglihatan, pendengaran, dan hati berfungsi total. agar bisa melihat, mendengar, dan memproses dalam paham...
dan lapang.