Senin, 22 Agustus 2011

balada kurkes #1

"Halo Kurkes! Halo Senat! Selamat ya, kamu udah berhasil ngebuat aku galau gundah. Selamat selamat! :)" - selftalk.

rasa-rasanya pengen garuk dinding.
kalau namanya kurikulum kemahasiswaan (bold! underline!) otomatis yang terkait pasti emang luas banget ful. tenang. tenang. ini normal. normal. nafas. keluarin. grooook. banjir pikiran. iya harus ditata. pelan-pelan kerjain. iya. ini juga mau. iya. tapi kebanyakan pikiran. garuk dinding lagi. galau. gundah. jerit. 

harus tata pikiran dan bikin mindmap berpikir buat memudahkan anak2 mikir ttg kurkes. tapi bahkan saya-nya sendiri aja masih banyak pertanyaan. oke. ini harus tuntas.

*alirin tenaga (dan rasa) yang sama untuk skripsi, semoga! a i u e o*

Minggu, 21 Agustus 2011

Shine - John Legend.




Yayaya, bilang saya freak John Legend. No problemo. Tapi ini emang beneran bagus lagunya *liriknya*. Si John Legend ini emg semacam penyanyi ‘aktivis’ (entah membahasakannya gimana). Pernah nonton film waiting for superman? Semacam film dokumenter (sotoy sih, soalnya g begitu ngerti jenis film, hahaha) tentang sistem pendidikan di US. Udahan nonton film-nya semacam nyisain nyesek yang g bisa dijelaskan oleh kata-kata. Nah! Lagu ini jadi OST waiting for superman.

Btw, in my personal opinion, versi akustik piano atau Thiago Corrêa Remix-nya lebih enak di telinga daripada yang di video ini. Hehehe ;)

“Tһеу wait tο plead tһеіr case, unknown cast aside. I Ɩονе tο see tһеіr face, саח wе spare tһе lie? Arе wе afraid tο see tһеm, prisoners οf history. Tһеѕе bеаυtіfυƖ minds, trapped inside, bring tһеm back tο life. Lеt them shine, Ɩеt them shine οח.

Sο ԁаrk wһеח I see sparks, іf wе don’t snuff them out. Wе′ve gotta Ɩеt them flame, Ɩеt them speak tһеіr name. Lеt them reach up tο tһе clouds. Cаח′t eat іf wе don’t feed them, саח′t read іf wе don’t teach them. Tһеrе′s חο light іf wе јυѕt һіԁе them. Don’t јυѕt Ɩеt them die

Let them shine, let them live, let them be loved, let them grow.

Sparks flicker, іח tһе distance. Lonely out іח space. Tһеу sing out, bυt wе′re חοt listening. Cause wе don’t see tһеіr face. Wе саח′t Ɩеt them die wе саח′t, mаkе them һіԁе. AƖƖ tһе ƖіttƖе miracles tһаt live inside. Hold them close, Ɩеt them know. Tһаt tһеу′ll ɡеt through tһе night. Ordinary people сουƖԁ, bе a hero. Don’t рυt out tһе light!

Senin, 15 Agustus 2011

nge-jleb.

"Kak, sedih pisan tau kak. ada temen ajib keterima di FTG tapi g diambil. Itu pilihan dua dia, terus milih itu  ngasal aja biar ada pilihan dua-nya. Nyesek banget."


"Jib, kaka libur sebulan. Hadeuuuh, kalau g ngapa2in boring pisan ini."
"Kak, ajib libur setaun."
"............"


Kayaknya gak pernah ada alasan untuk gak bersyukur. Di tengah keluh kesah, lelah, dan tetek bengek-nya, berada di tengah adik-adik selalu ngingetin saya untuk terus bersyukur. Malu.
Makasih jib. 

Minggu, 14 Agustus 2011

Edward Suhadi's Video.


Video ini ngingetin saya sama kehidupan KKN yang semua tentang pantai-anakanak dan keinginan saya dari dulu sekali buat ambil PTT di daerah Indonesia Timur, Kepulauan Maluku.

Sabtu, 13 Agustus 2011

Siapa yang menang?

Baru balik ketemu Kepala Sekolah adik.
Sergapan melankoli nostalgia-nya kental.. wajarlah. Dididik 14 tahun di tempat yang sama, dengan lika-liku kejadiannya pasti noreh bekas yang dalem. Sekolah ini bisa sangat mengayomi, penuh kasih, penuh suka, penuh bahagia. Tapi ada juga saat-saat berada di dalamnya keras luar biasa. I wonder apa yang dia (adik saya) rasain sekarang.

Di sekolah saya ini, kalau melakukan pelanggaran berat, hukuman akan terjadi sistemik. Gak hanya dari guru-guru, yang semacam hampir semua-nya tahu kasus-mu, tapi juga dari teman-teman. Hukuman sosial kalau boleh dibilang. Dan yang lebih menggila lagi adalah, they know (almost) everything. Guru2 maksudnya. Padahal kejadian pelanggarannya terjadi diluar sekolah entah dimana dan g ada yang tau, tapi ENTAH KENAPA they eventually pasti tau. Apa para murid diimplant kamera satu-satu ya? Hahaha, ngaco kamu ful.

Saya percaya betul kalau tindakan dan keputusan2 yang diambil oleh seseorang sekarang adalah hasil bentukan karakter, pengetahuan dan kejadian2 yang terjadi pada orang tersebut di masa lampau. Long term character building. Makanya kenapa di P&K ada P&K show yang isinya ngubek2 masa lalu tiap anak2 P&K. Memahami sudut pandang seseorang kenapa dia begini dan begitu somehow membuat kita tau harus gimana menghadapinya. Jadi mengerti, menyesuaikan diri, dan tau kalau mau melangkah bareng dia kita harus mulai darimana dan bagaimana. Oke nuff said.

Saya ngomong tentang kerasnya dunia sekolah karena saya pernah ngalamin. Saya pernah ngelakuin kesalahan fatal dulu. Dipanggil kepala sekolah dan dihukum secara sistemik sama guru-guru dan teman-teman yang tau ada masalah apa. Secara fisik barengan tapi sebenarnya terasing. Kalau inget masa-masa itu sedih pisan, hahaha. Traumanya sampe sekarang. Lumayan juga proses dari salah ke sadar ke melepaskan diri berlangsung cukup lama. Setahun lebih ada kali ya. Jadi inget lagi kan kan kan.

Tapi kesalahan ini jadi salah satu titik balik paling penting hidup saya.

Saya jadi banyak belajar. Karena g ada teman buat berbagi –temen2 baik saya suspicious, kalau g pura2 g tau beberapa ngambil jarak, dan saya terlalu sensitif u/ bisa g peduli, dan lingkungan yang bisa saya ceritain justru gak baik untuk perkembangan saya alias justru bakal menjerumuskan, saya jadi kaya anak ilang. Disini saya mulai megap-megap nyari orangtua. Banyak membuka diri. Membuka pikiran tentang benar yang sebenar-benarnya. Hanya karena hidayah Allah, kasih sayang-bimbingan orangtua, teman2 yang kerasnya justru karena sayang, guru-guru yang gak berhenti2 menjaga, hingga saya akhirnya gak hanya survive, tapi bisa menjadikan itu semua batu lompatan.

Torehannya dalem ya :)
Udah bertahun-tahun tapi saya masih inget detailnya..
Kalau inget dulu saya suka melongo, kok bisa ya dulu segitunya. Hahaha :))
Sungguh Allah Maha Membolak-balikkan hati. Jangan pernah berputus-asa atas rahmatNya. Orang yang bilangnya cinta mati aja bisa cerai kan? G ada yang tau ;) *contoh yg aneh, hehe*

Di buku sistem pendidikan-nya Al-Ghazaly, dibilangin bahwa sebenernya kendali kita atas hawa nafsu itu adalah hasil pabetot-betot antara fitrah dan lingkungan. Yah bahasa di ma’rifatul insan mah pabetot-betot antara potensi taqwa dan potensi fujur. Mana yang lebih kuat. Karena  seharusnya, pada saat melakukan kesalahan, hati denial. Hati terpanggil bahwa ADA yang salah. Fitrah kita merasa, menuntut hak-nya untuk kembali bersih.

Hawa nafsu penting untuk ada, begitupun emosi dan segala hal yang bersifat ‘sangat manusia’. Ya iya, kalau enggak darimana kita ada keinginan untuk makan, untuk mempertahankan diri kalau diserang, untuk mempunyai keturunan, dsb. Yang jadi ngaco adalah kalau ini tidak dikendalikan, ya tadi, fitrah-nya kalah. Di buku itu juga disebutin, ini jadi salah satu target pendidikan. Penguatan fitrah/ kecenderungan taqwa dan pengondisian lingkungan. Gimana caranya manusia belajar mengendalikan hawa nafsu-nya sendiri –bukan menghilangkannya.

Kenapa saya ungkit ini, karena ini yang terjadi pada saya dulu. Pabetot-betot begini (bahasanya kenapa pabetot-betot sih ful =.=). Dan yang (mungkin) sedang terjadi pada adik saya sekarang. Pelanggaran yang kami lakukan mungkin gak segimananya kaya di orang2 umum. Kalau orang2 umum bilang malah mungkin yang dulu saya lakukan mah biasa aja. G tau lah. Saya bersyukur juga dibesarkan di lingkungan yang standar-nya beda gini. Kondisinya kalau g begini mungkin ujung2nya saya bisa jadi orang yang ‘mengecil-ngecilkan’ pelanggaran. Akhirnya bablas. Naudzubillahi min dzalik.

Semoga Allah menjaga kita semua, dan khususnya untuk kalian, Etta-Bunda-Najib-Ian-Aci-Ibrahim. My beloved ones.

Jumat, 12 Agustus 2011

Dunia ngangkot + Klarifikasi

Kemaren hari nyasar sedunia. Dari beberapa kali naik angkot-nya, g ada proses yang normal dan wajar.

Kasus 1: Naik margahayu-ledeng dulu, mau ke arah ciburial kebawa sampai daerah yang hampir deket ke Eyckman. Gara-garanya saya lupa berhentinya dimana. Puter-balik pake angkot biru atas saran bapak2 yg ketemu di jalan.

Kasus 2: Dari sana harus ke daerah siliwangi. Disuruh naik angkot yang oranye untuk sampe ke daerah siliwangi, dan saya malah naik angkot oranye yang ke arah suci. Kurang dodol apa =.= Akhirnya puter balik naik cicaheum-ciroyom.

Kasus 3: mau ke daerah alun-alun, naik cisitu-tegalega (atas saran seorang ibu yg baik hati mau ngegambarin denah pake batu di trotoar). Pak sopirnya udah tau saya mau ke alun-alun, dan mau nurunin saya disana. Tapi dia lupa dan saya keasikan baca buku. Dan akhirnya kebawa sampe terminal tegalega. PADAHAL SAYA UDAH LIAT KINGS! KENAPA GAK TURUN FUUULL! *hiks*. Akhirnya disuruh jalan sampe perempatan dan naik angkot Elang dan itu muter.

Astagfirullah. Hari yang melelahkan gara2 nyasar2 g pentingnya. Efek kemana2 waktu SMA naik motor, g tau jalur angkot, dan sekarang kemana-mana ngangkot. Hem ha hem. dan GPS di hape lagi g fungsi. super jeopardy.

Asalnya mau jadi satu postingan sm humanisme, tapi bedain aja takutnya kepanjangan. Oya, berkenaan dengan postingan ini, siapa tau pada salah nangkep, lagu this time-nya John Legend (yg emg lagunya enak) jangan ngambil ke konteks -yang kalo bahasanya acim- feromon things, walau lagunya emang bilangnya begitu, tp lbh ke persistence u/ minta second chance, semangat dan janji untuk mengusahakan yang terbaik, and yes, apologizing u/ ketidakmaksimalan sebelumnya. maksa sih. tapi entah kenapa suasana itu yg saya tangkep dari lagunya, hehe. gpp ya :)


'terus terbangkan asa-mu'
ini postcard yang saya beli kemaren. oke ini emang printilan g penting. tapi biarlah, I like it. :D

Rabu, 10 Agustus 2011

To my deary bee.

Bee, sedih banget aku kamu g ada disini, in your birthday apalagi :( Lot of things happen here bee. Makanya, kalau disana kamu g belajar banyak hal, apalagi gak bahagia, it will be such a waste, since your presence here can make a lot of significant difference. 

Bee, umurmu udah 22 ya..
No offense loh itu. kadang orang sensian banget ya disebut umurnya berapa (ya salah aku juga sih ngegangguin). Tapi membelalakan mata atas sudah berapa umur kita itu penting. karena tau umur berapa berarti tau seberapa banyak kesempatan yang udah Allah kasih, dan semakin tau juga bahwa pertanggungjawaban kita semakin dekat.

Mudah2an ini semua g cuma jadi persahabatan yang fana. tapi Allah jaga dan kekalkan.

Ulang tahunmu bertepatan sama 10 Ramadhan bee, yang katanya di 10 hari pertama Ramadhan disebut-sebut sebagai fase rahmat. Semoga Allah berikan juga kasih sayangNya atasmu. untuk menjadi muslimah sejati, mu'minat, qanitat, hafizhat.

Selamat merefleksi perjalanan hidupmu bee..
sudah bagaimana, akan bagaimana..
apa yang sudah dikejar, apa yang harus dikejar.

kita sama2 tau, uban g menjadikan kita manusia yang serba tahu. bertambah usia bukan jaminan kita semakin matang. usia hanya masalah kesempatan, yang sudah banyak, dan kematian, yang semakin dekat. 

Semangat menjalani hidup disana bee.
Etta pernah bilang, kalau semua hal dilihat dari kacamata iman, g akan ada yg namanya sakit hati sama keadaan. Yang ada adalah semua jadi sarana pembinaan, kaya ramadhan iniii :)


love love love love you bee!
take care. 
have a blast.

NB: buku-ku dibacaaaa g disanaa? *kretek-kretek*

Refleksi 10 Pertama Ramadhan.

Gelisah berhari-hari. Waktu itu kelas 6 SD, banyak paparan yang ngasih saya ke satu titik kesadaran. Untuk takut akan hari akhir. Gelisah ini memuncak di satu malam, yang membawa saya akhirnya di tengah malam menangis tersedu dan beranjak ke kamar orangtua. Menangis di samping tempat tidur mereka; etta sedang tidak dirumah dan bunda sedang tidur. Tangisan saya akhirnya membuat bunda bangun, dan kebingungan. Sambil terisak saya berkata, “Bunda, kaka gak mau masuk neraka bun, kaka gak mau masuk neraka. Kaka mau pake kerudung yang bener”. Waktu itu yang ngerti ya itu, g mau masuk neraka berarti harus ta’at perintah Allah, dan perintah Allah yang masih susah dikerjakan adalah pake kerudung. Itulah titik balik yang akhirnya membuat saya berjilbab.

***

10 Ramadhan 1432 H. Mulai shaum sejak umur 3 tahun dan belum pernah batal sejak itu, alhamdulillah –kecuali kalau emang lagi gak boleh shaum. Sekarang umur 20. Berarti udah shaum berapa kali ya? Apa yang seharusnya dikejar? Apa yang seharusnya sudah termiliki? Sepuluh hari ini menjadi refleksi, sejauh mana sudah melangkah. Evaluasi dari shaum ke shaum, adakah yang berubah? Meningkat atau mengalami penurunan?

Perintah shaum, dalam QS Al-Baqarah: 183, turun kepada orang-orang beriman, agar menjadi Taqwa. Perintahnya tidak berubah, dari tahun ke tahun menjalani Ramadhan targetnya hanya satu: Taqwa. Pembinaan seumur hidup. Umur 20 jadi tamparan bahwa kesempatan saya sudah banyak, dan waktu pertanggungjawaban semakin dekat.

Mengejar Taqwa tentu harus paham betul apa yang dikejar. Bukan asumsi Taqwa begini dan begitu, tapi jelas sumbernya.

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” QS. Al-Baqarah:177.

Allah, fulki masih belum bersyukur ya? :(
Masih melihat masalah, tantangan, amanah dengan kacamata manusia yang dhaif. Banyak sekali titik kesadaran yang Allah berikan di tiap masa-nya, tapi fulki masih belum bersyukur. Belum optimal, belum punya daya dobrak, belum total dalam setiap peran diri. Belum lahir amal dhahir dan amal bathin yang dapat dibanggakan sebagai efek dari pembinaan intens ini.

Hingga ketika Idul Fitri datang; yang dielu-elukan sebagai hari kemenangan, yang orang2 kebanyakan sambut sebagai hari lepas dari belenggu shaum; orientasiku lurus, penuh. Kembali kepada fitrah; bertauhid. Ridho, Allah sebagai satu-satunya sumber pengabdian. 

"Laa Ilaha Illallah. Mengetahui bahwa uluhiyah berarti hakimiyah (penguasaan) tertinggi. Mentauhidkan Allah berarti melucuti kekuasaan yang lain dan mengembalikan semuanya kepada Allah. Kekuasaan atas hati nurani, perasaan, kenyataan hidup, harta, hukum, dan jiwa raga." - Sayyid Quthb.

Allahu Rahman, Allahu Rahiim,
Ya Allah yang Maha Melihat dan Maha Mendengar,
Semoga fulki diberi kesempatan bersyukur, atas nikmat di malam 10 Ramadhan ini. Udah ditampar bolak-balik, dijedug-jedug, dibukakan, dipermalukan, kalau masih belum berubah juga, rasa-rasanya ini sudah lebih dari keterlaluan.

Semoga bisa hidup sesuai dengan tujuan dihidupkan, bukan sebatas hidup karena bernyawa, dan bukan sebatas hidup karena bergerak tanpa orientasi atau bergerak dengan orientasi tapi tidak menyelamatkan.

Sabtu, 06 Agustus 2011

gundah mesko.

Sekitar jam 13.30, di mesko.
di jalan ketemu teh cumi yg udah disorientasi kaya zombie berjalan et causa post jaga.
dateng berdua sama teh kaka ceritanya cuma ngambil buku yg ketinggalan.

Masuk mesko, 
tiba2 teh nada yang lagi di salah satu kasur atas heboh 
"fulki, kenapa kamu dateng?! pokoknya tanggungjawab gara2 kamu dateng aku jadi g mau kuliah. fulki tanggung jawab." dan saya masih melongo g ngerti ada apa ini. respon paling pinter yg bisa saya keluarin cuma "teh, emang koass masih kuliah?" yang disambut dengan ketawaan mereka dan pandangan ya-lo-kira-kita-disini-ngapain hahahaha. koass masih ada kuliah ternyata saudara2, dan kuliah yg dimaksud teh nada adalah semacam jurnal reading oleh residen. Dan dia g dateng kuliahnya. Karena (katanya) saya. *masih gak ngerti teteh >,<*

Sesiangan dihabiskan dengan ngobrol dan ketawa-ketawa bareng teh kaka dan teh nada.
Naik ke atas kasur (kasur dua tingkat) yang berhadapan. Hahaha. Kasurnya enak, sampe hampir ketiduran. 
Mulai dari teh nada yang curhat tentang sebelnya beliau sama salah seorang dosen, yang dari sejarahnya, teh nada sebel sama orang itu Kejadian Super Luar Biasa. Jadinya kaya: kalau teh nada sebel sama seseorang, berarti kamu sangat berhak dan super wajar untuk sebel sama orang itu. Jarang banget liat teh nada cerita dengan menggebu-gebu tentang sebelnya dia sama seseorang. Langka. Dan setiap disebutin nama dosennya, pasti teh nada ujug2 kestimulus lagi buat cerita lagi. Hahaha.

Tentang teh nada juga yang (sudah dan masih) kasmaran, yang kalau akangnya balik (satu setengah bulan sekali), koassnya jadi g konsen,  tugas2 ngaco, dan bawaannya pengen cepet pulang =_____________=

Cerita-cerita koass mereka, twitter kang ibel, kehidupan koass yang ‘tidak memaksakan diri’; kalau ada waktu ya mikirin, tp kalau g ada ya udah kind-of, dan banyak lagi.

Saya kangen mereka :’(
Ya emang paling deket sama teh kaka dan teh nada sih. Tp juga lumayan deket sama yg lain. Ah! dan kangen juga sama kang andri. One of the humblest man-on-earth. Waktu saya jadi staff p&k, g hanya teh kaka, tp juga senior2 yg lain sangat apa ya, ehm buat saya, inspiratif, dengan caranya sendiri, yang unik dan beda2. Bahkan kang cahyo –saya pernah ada disatu titik ngefans pisan sm kang cahyo gr2 ngobrol sekali, SEKALI! Teh shasha juga! Mereka orang2 yang saking berartinya jadi salah satu alasan saya pengen jadi orang yang kurang lebih sama, bahkan mungkin (kalau bisa) lebih terhadap adik2 2009, 2010, 2011, dst.

Kalau dulu, saya sama dhila dan temen2, pas masih bingung dan meraba-raba dunia FK pasti kalau ada apa-apa kaya bocah dateng ke teteh2 atau akang2nya. Teeeeeh, kaaaang~~~ dan lalalalala. Kakak2 yang amat sangat bisa diandalkan.

Dunianya udah beda. Ya iyalah. Pasti.
Fase yang nantinya, insyaAllah, akan saya lalui juga.
Amin ya Allah, amin.

Sering iri sama anak2 2006 yang naik bareng turun bareng. Berada di fase yang sama bareng-bareng. Ya walau g semua 2006 juga sih, tp tetep ada dalam jumlah yang cukup buat disebut tim. G kaya sekarang, kaya lost in translation *emang film ful! Dezig*. Saya kaya ada di fase yang berlainan dengan temen2 seangkatan saya dan kebetot kanan-kiri, antara fase kemahasiswaan dgn adik2 yang dinamikanya masih tinggi, dan dunia tahun terakhir. Banyak juga kali ya, anak2 2008 yg merasa begini. Somehow, kadang, kalau lagi sendiri begini, saya ngerasanya 2008 disiapin bukan buat jadi superteam, tapi buat jadi superman. 2008 dibilang kompak, iya emang kompak. Tapi apa ya? Entahlah. Jadi ngeracau. Saya aja kali yang aneh.

Kemahasiswaan dengan kondisinya sekarang, somehow sudah bukan tempat yang nyaman buat saya. Bukan tempat balik, rumah, atau apapunlah itu istilahnya. I dont do this for me, I do this untuk adik2. Semoga walau begitu, tidak sia-sia. Waktu yang kebuang kalau saya g total, g maksimal, dan g sungguh-sungguh sama aja. Capenya juga sama aja. Jadi mending ikhlas dan kerjain satu2, sungguh-sungguh. 

Kamis, 04 Agustus 2011

KKN#7: Foto terakhir.

"setiap cerita, punya ruang sendiri di dalam hati" - entah buku apa. 

"saya rindu pantai, tapi pantai tidak perlu jadi rumah saya. Rumah adalah tempat dimana kita dibutuhkan, dan Madre lebih butuh saya daripada pantai manapun di dunia" - Madre.

Foto terakhir di ciheras.
Anak2 pada kabur dari sekolah buat nganterin kita pulang.
Kepulangan yang sangaaat diburu-buru, dn tidak appropriate =.=
After all, sampai sekarang, Bandung (masih) rumah saya :)