Kamis, 29 September 2011

Lunchbox!

Sejak tahun ini, di FK Unpad ada gedung baru, namanya A6, disebut juga Student Center. Isinya kantin, ruangan2 ormawa, mesjid, lapangan futsal-basket, dsb. Bicara tentang kantin FK, sebagaimanapun saya deket sama ibu kantin-nya, tetep aja pasti banyak keluhan. Mulai dari lokasi yang sekarang crowded-nya mirip2 bunderan cibiru pagi2 alias g cukup untuk semua mahasiswa yg notabene mager u/ ke kantin fakultas lain, harga makanan yang termasuk mahal, hygiene, dan variasi makanan.

Berhubung saya emang kuper karena sekolah dari umur 3 tahun smp lulus SMA di tempat yang sama, saya g pernah ngerasain yg namanya kegiatan 'mencari makan siang'. Di sekolah saya yang dulu, jam 10 ada snack pagi kadang plus susu dan pas istirahat siang sekitar jam 12 ada makan berat: nasi, lauk, sayur, buah. Kasus berkaitan makan siang paling2 cuma masalah anak2 putra yang makan kaya kuli dan lupa kalau ada kelompok minoritas berjenis kelamin perempuan yang juga butuh makan. :_( Setelah masalah ini diatasi dengan adanya pembagian makanan dsb, makan siang notabene fine2 aja. 

Dunia mahasiswa, yang makan siang nyari sendiri dan banyaknya jajan *baso Pak Alex dianggap makan siang misalnya*, sangat tidak familiar buat saya. Dalam kamus saya, makan siang sama dengan nasi. Hahahaha. Kebayang anak2 SD yang nyari makan siang dengan jajan sembarangan. Itu orangtuanya g khawatir apa ya? =.= 

Akhirnya ditemukanlah solusi-nya: bawa lunchbox a.k.a bekel! :D

Setidaknya dengan bawa bekel, selain bisa ngirit, makanan lebih enak dan variatif, lebih bersih juga, dan lebih bergizi. Jangan cuma bawa nasi dan lauk, tapi kadang saya nekat suka bawa sop, buah, dsb. Super makan besar, hahahaha :)). Kadang orang2 cuma bawa nasi+lauk biasa, asal bawa bekel aja. Coba kalau lebih niat, sebenernya itu si lunchbox sebenernya bisa super bergizi dan bikin kita bener2 puas dan seneng makannya. Bukan mentang-mentang skripsi-nya tentang gizi =.=)

Serius ini mah. Daripada liat anak jajan gak jelas di pinggir jalan dan bikin saya sedih, biasanya di SD Cibiru itu banyak banget yang jualan jajanan, coba ya ibu2 itu anaknya dibekelin makan siang daripada dibekelin uang dan anaknya jajan g jelas. Hadeuh.

Dan ayo buat anda2 para mahasiswa, daripada kurus kering kerontang kurang gizi gara2 jajan dan makan2an yang g bergizi, mari kita biasakan membawa lunchbox! Apa perlu ada UKM yang isinya anak2 yang bawa bekel? Hahaha =))

Sekarang dunia lunchbox udah jadi usaha juga lo, mulai dari tempatnya sampe ke catering yang khusus nyiapin lunchbox. 

Ini banyak lunch-box lucu2!




Ini niat banget nyusun-nya :_)

Skripsi #5: Survey.

UP selesai! Walau bersimbah peluh, darah dan airmata. Akhirnyaa :__) *suara2 ghaib teriak sambil lemparin botol kaca: lebay oy!* *pingsan* *maaf saudara2 saya bangun lagi, ini cerita belum selesai*

Kenapa orang2 seneng UP selesai? Mungkin karena formalitas tugas beres. Padahal UP beres berarti yang bakal lebih susah akan segera dimulai: Penelitian. Hukshaks.

Akhirnya oh akhirnya tadi pulang kuliah (yang super random) berhasil survey ke desa pertama, desa cilayung. Dari Unpad naik ojeg ke Cilayung sekitar 15 ribu. Lebih murah kalau naik angkot dulu terus turun di Cikuda dan lanjut ngojeg dari sana kayaknya. Tapi karena belum tau jalan (maklum perdana), akhirnya naik ojeg-lah.

Untungnya saya ketemu Ocha. Thank God I found you, cha :'). Penelitian di desa yang sama, di posyandu juga, walau beda sampel. akhirnya mengembara-lah bersama Ocha ke cilayung. Lumayan jauh juga ternyata, dari Cikuda naik terus, ke desa cileles masih naik lagi, akhirnya sampai ke Cilayung. Medan-nya nanjak-mudun. Alhamdulillah, dengan niat survey saya dan Ocha pake setelan celana-ransel dan bawa air minum. Hahahaha. Jiga kamana wae.

Akhirnya sampai ke kantor desa, dan mang ojeg-pun kembali pulang. Eng ing eng, disana ketemu Desty dan Tika yang lagi survey u/ mabim. Sekarang kegiatan mabim 2011 adalah bina desa, salah satunya cilayung. Mang ojeg Desty dan Tika ternyata g disuruh balik, mereka ditungguin, dan ditakut2ilah saya dan Ocha: "Teh, disini ojeg setengah jam sekali, itu juga kalau untung". 

Berbekal info dari kantor Desa, capcus lah saya dan Ocha ke rumah kader posyandu, namanya Bu Juju. Informasi yang dikasih cuma: "deket neng, setelah satu tanjakan yang ini deket Madrasah". Deket-kah? Tentu tidak, haahahaha. Pengalaman KKN mengajarkan bahwa jarak jauh-dekat orang2 di Desa agak distorted. Di kanan-kiri yang terlihat hanya pohon bambu. Rumah disana masih banyak yang bilik bambu teman2. Madrasah entah dimana g keliatan. 

Kondisi saya yg lagi dysmenorrhea dan harus jalan agak jauh plus nanjak bikin pengen melata, lemes dan sakit juragan, hahaha. Akhirnya dikit2 berhenti dan minum. Kasian Ocha kayak jalan sama nenek2. :_( Karena g nemu2 rumahnya Bu Juju, daripada menggila akhirnya foto2 sedikit di sana. Biar cape asal syenaaaang ikhlas :D

Setelah tanjakan yg agak heboh, akhirnya transit-lah kami di warung, ceritanya ngaso. Nanya ke Ibu warung rumah bu Juju, untungnya mereka sohib, dan rumah bu Juju ternyata cuma beberapa rumah dari situ. 

Bu Juju ini catatan posyandu-nya rapiiii sekali! Kader yang OK pokoknya. Dia jadi kader di 11 posyandu, semua anak data-nya ada dan rapi. Mulai dari vaksin, ASI eksklusif, tanggal lahir, dsb, LENGKAP! Sampe2 Ocha bilang "wah ini mah gw g usah penelitian, pake aja data Bu Juju, hahaha". Keren pisan Ibuuuu :*

Pulangnya ternyata bener! GAK ADA OJEG. Kalaupun ada kayaknya jaraaaanggg~ setelah sambil jalan lagi dan nunggu g dpt2 juga, akhirnya keluar-lah mental KKN: nebeng mobil bak. Ini bener liar banget-lah, akhirnya ngerasain lagi loncat ke belakang mobil bak dan melewati daratan nanjak-mudun. HAHAHAHAHA. KANGEN KKN!

Pulang survey membawa banyak PR. Secepatnya saya harus bimbingan dan uji validitas kuesioner. Rencananya mau uji validitas ke pasien poli sama dokter Dewi (dombing 2). Tapi kapaaan ya, posyandu pertama start tanggal 5 Oktober a.k.a minggu depan =.= FYI, Dosen Pembimbing 1 saya lagi cuti hamil, sebentar lagi mau melahirkan.  

AYO HARUS SENANG HARUS SENANG MENJALANINYA! :D
Mari melakukan amal yang berkualitas \m/

Dimanapun, kapanpun, bagaimanapun kondisinya, harus selalu riang gembira :)

Cake!


Blueberry cheesecake. 
My most favourite cake, like, EVER.
Sejauh ini yg paling enak di Bandung yang dari Cizz.

*posting sticker dan blueberry cheesecake dalam rangka membuat senang diri sendiri et causa abdominal cramps yang g ilang2. myeee~
**yang belum tau, Cizz ada di Jl. Laswi no. 1A. Go grab some! :D

Organ Sticker! *drooling*

Ini orang KREATIF BANGET! 
Hiks. Keren. :_)
Saya punya kecenderungan aneh terhadap, err, stiker. Terus liat ini, dan pengeeeeen sekali pengen pengeeeen pengeeeennnnnnnn. Selain stiker, printilan-printilannya juga oke banget. Hm, di Indonesia ini dimana ya belinya?


Organ Sticker! Jantung, uterus, lambung, dsb dibikin kartun dan jadi stiker! 


Ini keren banget lalalalala~
PENGEN YA AMPUN. 
P.S: Boneka-nya juga lucu. :____) *ngences*
P.P.S: Selain dari organ2 besar, dari kelenjar juga jadi boneka dan stiker, hahaha mulai dari kelenjar adrenal, mammary, prostate, dsb.


Coba liat disini deh: I Heart Guts 
MAUUUUUU! *pukul-pukul dinding* >.<

Rabu, 28 September 2011

26 - 28 september

Senin, 26 September 2011
Hari super random dan spontan. Mulai dari g ikut tutorial karena pelatihan PKM dst. Berakhir dengan letupan ide dan pikiran. Di saat yang sama juga mempertanyakan kembali apa yang sedang dan sudah saya usahakan. Alhamdulillah. Wajar, dan malah harus kayaknya bagi saya untuk selalu bertanya ke diri; apakah ini semua mengarahkan kepada selamat? atau malah jalan tol menuju celaka? 

Etta dan Bunda lagi sakit (sampai sekarang masih). Kecapean kayaknya. Ini membuat saya sedih bukan kepalang. :_( 

Selasa, 27 September 2011
Lecture. Sejak awal tropmed, saya sudah amat sangat berjanji sama diri saya sendiri untuk mengoptimalkan akademik. Sejauh ini (baru minggu ke-4) prosesnya lebih optimal dibanding sebelum2nya. Semoga istiqamah, ini yang susah. Saya tahu, saya g jenius. Pinter di akademik biasa2 aja, biasa banget malah. Susah inget gampang lupa. Solusi-nya adalah: usaha saya harus ekstra. Jadi inget saya sering banget ngomong ini ke orang2, "Aku tuh g pinter, banyak dodolnya, banyak g bisanya, modalnya cuma semangat dan pengen belajar. Itu aja." Hahaha. Ucapan yang sangat 'mawas diri'. HARUS SEMANGAT! :D 

Beres lecture ngerekap data untuk marawis (acara makan siang bareng angkatan). Kemampuan saya di akademik bener2 standar. Saya lebih ke tipe orang yang mencari cara yang 'lebih efektif' dan implementasi ke lapangan dari teori2 yg ada ke arah yg lebih efektif & efisien. Dari dulu jaman sekolah, kalau orang2 dikasih tugas X dan berusaha ngerjain itu secepat mungkin dengan cara yg udah ditentukan, saya malah ngabisin waktu mikirin gimana cara si tugas X bisa dilaksanakan dengan lebih cepat, lebih gampang, lebih ergonomis, dan lebih baik hasilnya. Aneh sama diri sendiri saya juga =.=.

Sorenya rapat bidang. 
Efektif alhamdulillah.

Rabu, 28 September 2011
Diawali dengan ngajar, berangkat dengan berat hati setelah malam sebelumnya membuat analisis diri, kapasitas, tugas, dsb. Ngajar merupakan rencana yang out of nowhere. Nambah2in yang udah setumpuk. Jalani saja, semoga Allah berikan keringanan dan kelapangan hati. Ikhlas. Alhamdulillah, pulang ngajar, hati saya penuh. :)

Angkatan ada acara makan bareng siang ini, sedangkan saya sudah rencana shaum. Akhirnya saya g pesen makanan dan g bawa bekel. Ternyata Allah berkehendak lain, hari ini saya dysmenorrhea luar biasa. T_________T Bawaannya pengen pulang dan tidur. Pas skills lab udh ngeplek nemplok. Ngomong lemes, ngapa-ngapain lemes. Makan pun lemes jadinya males. Sungguh ya, sungguh. Akhirnya dicekokin analgesic sama temen2 setutor, plus pijet dari mamiti yg punya kecenderungan aneh: seneng mijet. All hail analgesic! Kamu keren pisuuuun :*. Alhamdulillah! Sore-nya walau masih pengen ngeplek tapi sudah jauh membaik. 

Pulang dari kampus sekitar jam setengah 6 bareng dito, acim, sandi yang mengatai diri SENDIRI sebagai Geng Ganteng. Kalau papasan sama orang, bilangnya "kenalin, kami geng ganteng dan ini pawangnya (sambil nunjuk saya)". hahahaha. mereka lagi pada kangen sama p&k. sama ujang2, saya juga kangen kalian.. :)

***
G tau kenapa tiba2 pengen nulis 3 hari ini. 
Huahuahuahua. 



Tiga hari ini rasa-rasanya jiwa saya melakukan perjalanan jauh sekali. Secara lahiriah outputnya ya sama2 lagi; belajar, mimpin rapat bidang, ngobrol kanan-kiri, ngerjain amanah satu dan yang lain, tapi perjalanan batin-nya g sama. Mengarah ke mana? Semoga hanya mengarah kepada yang menyelamatkan. Semoga bisa bangkit dari redup, purnama. Bersinar tanpa ragu. Berpendar kuat, kokoh identitas dan tujuan. Berani. Jauh dari distraksi awan mendung apapun wujudnya. 

fulks.

Selasa, 27 September 2011

Semoga basthatan fil 'ilmi wal jism TIDAK HANYA JADI WACANA YA, FUL! 
*woooooossshhh

Minggu, 25 September 2011

"Yang umumnya dirasakan manusia, bahwa yang disebut rezeki itu hanya apa yang ada dalam genggamannya saja. Sikap seperti itu menyebabkan manusia menjadi kufur nikmat. Orang yang kufur nikmat sangat sulit untuk melaksanakan perintah Allah"
- Seorang guru.

Kamis, 22 September 2011

Facing the giant


self-discovery, self-love, self-actualization.
kompilasi dan teori versi pribadi tentang materi konsep diri.
ketigakali-nya ketemu formal sama angkatan 2011.

Ini nampar banget. Rasa-rasanya kaya kena Lupus. Autoimun. 
Antibodi malah nyerang diri sendiri. Semoga konteksnya konstruktif.
Sungguh, tak ada ruang, tak ada waktu, tak ada cukup tenaga untuk sia-sia. 

gyaaa~~ gyaaa~~

"Ya Allah, jadikanlah di dalam hatiku cahaya. Di dalam ucapanku cahaya. Jadikanlah pada pendengaranku cahaya. Jadikanlah pada penglihatanku cahaya. Jadikanlah dari belakangku cahaya dan dari depanku cahaya. Jadikanlah dari atasku cahaya. Dari bawahku cahaya. Ya Allah, berikanlah kepadaku cahaya, dan jadikanlah aku cahaya." 
(HR. Muslim dan Abu Dawud).

Sabtu, 17 September 2011

"Karena sepotong paku lepas, maka kuda terjerembab.
Karena kuda terjerembab, informasi tidak sampai ke garis depan.
Karena informasi tidak sampai ke garis depan, pasukan kalah perang.
Karena pasukan kalah perang, negara jatuh ke tangan asing"
- Sun Tzu.

Skripsi#4: Sampel.

Ini sedihlah.. Jadi selama ini, bimbingan saya sama Pembimbing 2 kan baru sekali yg ketemu. Biasanya ya via sms tp g detail. Nah kemaren akhirnya saya dateng ke tempat praktek-nya (oke pisan tempatnyaa, ruang prakteknya banyak mainan dan boneka2 unyu! -dia dokter anak) dan kuliah tambahan bimbingan lumayan lama. 

Jadi intinya adalah: saya harus ganti atau perluas sampel. Alasannya: anak usia 1-2 tahun udah bisa makan sendiri, jadi g bisa dihitung dr perilaku pemberian orangtua. G relevan antara variabel X dan Y-nya, hahaha. Skripsi macam apa =.= *ketawamaksa* Nah yang bikin ribetnya adalah:i ni tentang anak, pediatri. Pengaruh ganti judul, yang sebenernya CUMA perluas/ganti sampel, di ranah pediatri beda perkara. Beda umur beda guideline. Beda umur beda chart. Beda umur beda kebutuhan. Beda umur beda semua-semuaa. Hiks. Berarti rombak Bab 2 dan Bab 3. T_____________T. 

dan pas saya sms whatsapp Pembimbing 1 saya ceritakan kondisi-nya, dijawabnya: "Oh iya benar juga, sesuaikan saja semuanya ya." Sesuaikan saja semua-nya itu kata yang menyeramkan ya. Hiks. Pediatri oh pediatri. 

Semoga kekejar untuk presentasi UP hari senin. amin. 
Please please pengen cepet cepet beres.

Jumat, 16 September 2011

Kunci rumah: Kendali


"Dalam raga ada hati, dan dalam hati ada suatu ruang tak bernama. Di tanganmu tergenggam kunci pintunya. Ruang itu mungil, isinya lbh halus dr serat sutera. Berkata2 dgn bahasa yg hanya dipahami oleh nurani. Satu garis jgn sampai kau tepis: membuka diri tidak sama dengan menyerahkannya. Di ruang kecil itu, ada teras untuk tamu. Hanya engkau yg berhak ada di dalam inti hatimu sendiri."

***

Itu quote dari buku Filosofi Kopi.
Salah satu bagian yang paling saya suka.

Buat saya, kesel sama orang adalah destruktif. Kepala jadi pusing. Bener2 pusing patologis, bukan pusing pas lagi banyak pikiran. Emang g cocok buat kesel2/marah sama orang. Kayaknya gara2 efek pengalihan energi, dari energi kesel meledak-ledak yg dicoba diredam. Makanya saya bukan tipe yg kalau marah/kesel meledak-ledak ke orangnya, tp lbh banyak diem. Berdamai. Sama diri sendiri.

Kenapa harus berdamai? Karena buat saya marah itu gak penting. Kesel itu g bawa manfaat. G jadi pahala (dalam konteks hawa nafsu ya). Udah energi yang kebuang banyak, pusing pula, banyak gak manfaatnya-lah pokoknya. Kalau saya negur orang atau ngingetin, bener bener sungguh g main perasaan sampe kesel/marah karena personalnya. Beneran. Cuman karena pembawaan saya aja kali ya yang tegas *atau mgkn galak :(* jadi dianggapnya kaya yg marah ke orangnya. Padahal enggak. Sama sekali. :’(

Berdamai dengan diri sendiri bisa otomatis? Enggak. Bayi juga g langsung jalan-kan, merangkak dulu. Butuh waktu. Proses. Mulai dari mencekoki otak sendiri bahwa ini g ada gunanya mending dilupain dan diikhlaskan, mencari hikmah yg mungkin diambil (melihat sisi positifnya maksudnya), naikkin mood yang pecah belah dan perlu disusun lagi, coba memahami posisi orang tersebut dan alasan dia begini-begitu, memahamkan diri bahwa g semua hal bisa sesuai keinginan, g semua orang mengerti kondisi yg terjadi, coba cari solusi, dsb.

Waktu yang dibutuhkan bisa berdasarkan sejauh apa kesel/marah kita, atau se-resisten apa kita terhadap apa yg terjadi. Biasanya kalau yg resisten, dimana akhirnya ngegantung, g jadi solusi, dan berulang, lama kelamaan waktu yg dibutuhkan untuk recovery bisa sangat sebentar, bahkan akhirnya kalau super resisten bisa jadi g peduli. Gak peduli. Ngeri ya.

 “Kalau memaknai semua sebagai proses pembinaan, gak akan ada yang namanya kesel/marah/kecewa sama manusia”. – Etta.

Kadang yg paling bikin tambah empet adalah kalau kita kesel sama orang yang insensitif. Energi kita menemui pelampiasan: udara. *menguap maksudnya, tanpa jejak* Hahahaha. Bukan pelampiasan juga sih. Tapi g ketemu solusi. G ketemu titik yg sama2 enak untuk akhirnya ada perbaikan kedepannya. Kesel-nya jadi kerak. Yang akhirnya jadi g enak, tp sepihak, dan berusaha ditelen sendiri. Da mau diperbaiki apa yg mau diperbaiki kalau pihak satunya lagi g tau apa yg harus diperbaiki. Antara pengen ngasih tau, tapi takut, bahwa mungkin bukan pihak satunya yg insensitif tapi KITA yang terlalu sensitif. Bingung kan? Emang. Same here same here.

Akhirnya pertanyaan klise saya keluar, salah satunya: “Menurutmu dari hal yg tadi, ada yang perlu diperbaiki g?”. Dengan beragam bahasa dan cara-nya, yang intinya nanya sebenernya dia sadar apa enggak. Karena banyak orang yang tau kalau kita kesel tapi salah mengartikan alasan-nya. Sekedar sadar/tau ada orang kesel mah gampang. Dan yang lebih nyebelin-nya dari saya adalah, kalau g kepepet atau ada kepentingan lain, saya g mau –dan cenderung males- ngejelasin kenapa2nya sampai orang itu sendiri yg nyadar. Yang kayaknya nunggu orang nyadar ya percuma juga. Bukan percuma. Tapi kelamaan. Udah lewat masa recovery.  

Jadi solusi paling mending adalah: berdamai dengan diri sendiri. Karena kita g mungkin kontrol respon orang; dalam sekejap membuat dia begini-begitu sesuai yg kita mau, g mungkin. Yang berada dalam area pengaturan kita cuma satu: diri sendiri. Respon kita. Orang begini-begitu, sesuai keinginan atau enggak, mau sekarang mau nanti pasti bakal kita temui. Fokus ke area yang jadi amanah kita. Yang bakal dimintai pertanggungjawaban sama Allah. Keputusan diri. Respon diri. Memproses diri biar kesel/marah yang timbul g jadi destruksi, justru malah jadi sarana belajar.

HAFUH.

Intinya saya ini ngomong apa ya?
Gak tau, hahahaha :))

Pokoknya nanti2 kalau ada siapapun orang atau tindakan atau ucapan atau pemikiran orang yang mencoba ngetuk masuk ke rumah kita, jangan lupa bilang “tolong tunggu di teras dulu ya”. Inget, yang pegang kunci rumah itu kita. KITA yang tentuin, siapa yang boleh masuk siapa yang enggak, dan masuk-nya sejauh apa. Menjadi diri dengan keputusan yg independen, tapi berkomitmen.

KITA YANG PEGANG KUNCI RUMAHNYA.
“Hanya engkau yg berhak ada di dalam inti hatimu sendiri.”

Kamis, 08 September 2011

Good Life - One Republic


"This has gotta be the good life. This could really be a good life, good life. 
Good good life. What there is to complain about?"

Saya lagi suka BANGET lagu ini.

Skripsi#3: Embargo.


"Teh, saya jarang banget lah liat teteh. Emang skripsi segitunya ya? Sampai nge-embargo teteh?" - Acim.

EMBARGO? SKRIPSI? Hahahaha.. Ini dua variabel yang hubungannya masih unknown kayaknya. Skripsi menyita tenaga dan pikiran? IYA BANGET. Tapi asa g segitunya =.= Orang lain begadang ngerjain skripsi saya masih bisa tralalala trilili. Bimbingan sama dombing 2 baru sekali soalnya dia sibuknya ampun2an. Janjianpun banyak g jadi-nya, karena dia banyak tugas mendadak. Paling sama dombing 1 yang intens. 

Kenapa ya?

Saya anggap-nya ini fase yang wajar. Fase yang pasti terjadi. Dimana kita ketarik keluar dari dinamika kampus Nangor dan mulai fokus nyusun hal lain diluar. Sekarang ini kalau ngeliat kemahasiswaan Nangor, kerasa-nya itu udah jadi 'dunia luar'. Padahal saya masih Kabid1. Hahaha. Mau g mau cepat atau lambat emang kemahasiswaan Nangor akan jadi dunia luar. Skripsi dan aktivitas akademik tahun-4 (semester7 lebih tepatnya) cuma membuatnya 'terasa' lebih cepat. :)

Tarikan ke dunia kemahasiswaan udah g sekenceng dulu. Sekarang lebih banyak let it go-nya. Tidak memaksakan diri, membatasi pikiran. Nah, yang saya takut adalah, dengan begitu saya memposisikan diri saya sama seperti teman2 yg lain, padahal g boleh, karena secara struktur saya masih terikat sampai Desember nanti. 

Apa ya yang membuat saya ter-embargo? 
Kalau dulu dengan amanah2 yang ada aja jungkir balik, sekarang bukannya berkurang malah tambah skripsi yang jelas2 harus diprioritaskan. Mungkin karena ini. 
Gak tau-lah, hahaha...
Saya lagi cari cara untuk bisa tuntasin semuanya, tapi menikmati. Gak gampang seriusan. Tekanan-nya gede soalnya. Lalai memenuhi hak orang lain terhadap diri kita bener-bener bikin saya g enak dan jerit-jerit nangis bersalah dalam hati. Maaf ya kalian :'( insyaaAllah hak kalian akan saya tunaikan, segera. 

Kata dhila saya kurus banget *ini kayaknya dia lebay*. Myahaha. Antara asik dan prihatin, karena emang berat saya turun 4 kg. Oya, dhila udah pulang! :) Kasian dia stress berat, soalnya banyak hal2 yang harus diurus dan skripsi-nya belum sama sekali. Sama sekali. 

Semoga semua hal tunai. Paripurna. 
Bisa, ful, bisa.

Selasa, 06 September 2011

Opportunity.

"Nothing stupid about trying an opportunity. Nothing stupid at all. Chances are taken not just to be won. Chances are taken sometimes to win from your ownself and fear. Whatever the outcome outside, its always an inner victory." - Nada Ristya Rahmani to Fulki Fadhila.

Senin, 05 September 2011

HALO TROPMED!


Kiw kiw kiw kiw..
*nanaonan maneh ful, hahaha..
Hari pertama TROPMED! (Tropical Medicine). Semester terakhir sebelum insyaAllah Februari nanti (amin amin amin) wisuda Sarjana. G kerasa ya udah mau lulus lagi. Asa baru kemaren posting pertama di blog ini tentang: Finally, I’m landing on FK Unpad. Eeeh sekarang udah mau lulus lagi aja, hehe..

Tutor pertama-nya..impressive! Belum ada tanda2 orang2 gabut, pas diskusi semua aktif, seru! Ya iyalah itu orang2 didalemnya macem marle, livy, lolo, mamiti, bucel, nanas, ambon, ebo, edo, odi. Segabut2nya masih sangat care sama akademik. Dosen tutornya pun tandem, Prof Endang (ya ampun beliau itu Raja Lawak sepanjang masa) dan dr. Risa. Bener2 tutor (dengan prinsip SPICES), hahaha. Semoga bisa membaik. YA AMPUN UDAH TROPMED LAGI AJA *gak nyangka*

Disamping ke-suntuk-an dan entah ada perasaan semacam overwhelmed yg g bisa dijelaskan seharian ini, setidaknya jam segini posting ini udah bisa plong plong plong. Nyesek dikit-banyak wajarlah ya, namanya juga hidup. G semua bisa sesuai ekspektasi kita.

Cerita skripsi hari ini: Dombing saya hari ini udah janjian abis dzuhur, eh tiba2 pas lagi tutor minta bimbingan saat itu juga, ya g mungkin orang saya lagi kuliah. Akhirnya g jadi bimbingan. Zzzz. Dan surat pengantar u/ ke Puskesmas ENTAH KAPAN selesai-nya dari SBP. Ya ampun. Dan senin depan udah mulai sidang UP. Plis banget gimana ini-kah.. Bab 3 g mgkn bisa beres kalau g dpt data ttg populasi.

Tadi pulang siang, dapet bus damri kaleng yang penuuuh sekali dan akhirnya g kebagian duduk. Dengan kondisi badan yang lagi g enak dan kurang tidur etc etc, pas bediri gitu pusing sekali dan pengen gubrak. Untungnya, alhamdulillah, ada mba2 yang berbaik hati nawarin tempat duduk dan bilang “gapapa teh, gantian”. Huks. Terharu. Di bus pun udah g sadar, ngezombie. Untungnya tepat sebelum berhenti, saya diberi kesadaran yang cukup u/ berdiri dan turun dari bus. Sampe rumah langsung tepar. Bersyukur sekali hari ini masuk kelompok C, soalnya hari senin dapet jatah pulang siang kalau g ada kuliah CRP.

Otak disko banget ini, bledak bleduk. Hahaha. Pusing ya. Hem ha hem (dan bukan karena skripsi plis). Jadi inget quote of the day hari ini bareng Tita, waktu dia bilang wajah saya kaya tertekan.. hahaha emang iya ya? Perasaan saya udah ceria banget hari ini. Akhirnya saya bilang ke Tita: “Tits, teteh emang tertekan banget Tits, tapi teteh memutuskan untuk tetap bahagia, hahaha”. Senang senang senang~~

Belum nyuci baju, ergh!
*gelepak-gelepak*

Akhirnya saya baca semacam cerbung yang dikasih link-nya sama fitri aisyah (yang sudah merampok buku2 di kamar tapi berbaik hati menemani belanja barang2 keperluan kamar mandi, thankyou dear!). Judulnya “Dua Belas Hari”. Semacam unyu unyu gimanalah itu ceritanya :3 ternyata sisi perkejuan saya (baca: cheesy-cheesy gimanaa gitu) masih amat sangat jalan. Walau g sekamu juga sih fit yang bacaannya teenlit. Zzz. Ceritanya tentang perempuan yang curhat sama sahabat cowoknya via email tentang kejadian dia bareng suami-nya. Mereka dijodohin sama Bapak-nya dan cuma dikasih waktu u/ kenal sama suaminya selama 12 hari sebelum nikah. Itu suami-nya unyu pisanlah~

Yasudin, (udin yang paling pasrah)
Have a great day everyone!
Wish me nothing but the best ya..
*tampar kanan-kiri*

eh eh kalau lagi belajar TROPMED, apa soundtrack belajar kita harus lagu2 reggae asik gitu ya? yang bener2 PANTAI BANGET? kan tropical medicine, tropis.. kok saya kepikiran tropmed itu ingetnya malah sama tari hoola-hoola ya? aneh. -.-

HOAAAAAAAH! 

Minggu, 04 September 2011

Skripsi #2: Kok pusing ya.. =.=



Sesungguhnya, bikin skripsi itu pusing ya? Hahaha. Apalagi kita harus bener2 duduk, nyediain waktu panjang bener2 untuk ngerjain skripsi aja. Apa saya doang ya yang lemot? G tau deh. Mungkin juga karena banyak distraksi (pisan). Kaya ade baim yang tiba2 masuk kamar sambil nangis dan minta dibuatin susu. G mungkin juga fokus sama diri sendiri ngendon di kamar, rumah bukan kostan. Tapi distraksi-nya bukan hanya dari rumah, tapi dari segala yang mungkin. Ini-lah itu-lah. Semacam sangat boring men, mandangin laptop terus itu. Beneran.

Saya lagi pusing mikirin penelitian-nya. Sasaran dan segala macem-nya. Dosen yang satu minta deskriptif, yang satu minta analitik. Yang satu minta fokus di satu desa, yang satu minta di compare antara Bandung-Jatinangor. Parahnya adalah, ilmu CRP (statistik dsb) saya bukan pas-pasan lagi, tapi kayaknya dibawah standar. Waktu kuliah saya ngapain ya? Pokoknya ingetnya kuliah CRP itu cuma bawa badan doang. Nahlo giliran udah begini nyesel-nya ya ampuuun kakaa :( *guling-guling*

Sekarang bingungnya adalah: anak umur berapa yang mau dijadiin sampel. Pasti bakal diambil anak kurang dari dua tahun karena yang ada pedoman resmi pemberian makanan-nya anak 0-2 tahun. Nah, yang mau diambil SEMUA anak usia kurang dari dua tahun (kalau sanggup) atau dikerucutkan jadi anak usia 1-2 tahun aja? tapi masalahnya, kalaupun anak usia 1-2 tahun aja yang diambil, food recalling-nya tetep dari dia lahir, karena status gizi SEKARANG juga dipengaruhi oleh asupan dia dari DULU. 

Pertanyaan selanjutnya adalah, apa yang disebut dengan perilaku pemberian makanan? Cukup dengan sesuai jenis, jumlah, frekuensi atau ada faktor2 lain? Karena katanya lagi, pemberian makanan yg optimal bukan hanya tentang jenis tapi juga tempat, waktu, dan siapa yang ngasih. dan itu kalau dirinci ngerembet kemana2. mana guideline-nya dibedain antara makanan pendamping u/ anak breastfeed sama yang g breastfeed. Apa pilih salah satu aja ya terus masukin ke kriteria inklusi? HA HA HA *guling-guling lagi*. Inti kepusingan saya satu doang sih: variabel-variabel yang saya teliti, faktor-faktor terkaitnya banyak. Padahal penelitiannya perasaan gitu2 aja, g sesusah yang lain. cuma masalah waktu dan tenaga, tapi g susah (amin).

Ah! terkait sama masalah waktu&tenaga buat penelitiannya, sambil bikin skripsi juga sambil belajar mawas diri sama kapasitas dan waktu yg tersedia. Cari bentukan penelitian yang paling simpel tapi tetep bagus *ya I know, g segampang ngomongnya, ini susah* Ngitung status gizi anak2 + wawancara & kuisioner ke pengasuh, huks. Kapan waktunyaaa~ mulai cari bala bantuan ah, hehe. 

besok bimbingan! HUHAHUHAHUHA! *cakar*
saya buat playlist gitu di itunes, jadi soundtrack skripsi, judul playlist-nya: "HIDUP SKRIPSI! MERDEKA!" hahaha, jadi inget dulu ada kakak kelas yang pernah ngetweet setelah dia sidang skripsi, kurang lebih dia bilang "akhirnya merdeka juga dari penjajahan (baca: skripsi)"

These too shall pass, ful. 
Santai kaya di pantai~ 
Santai sih santai, tapi jangan sampe g dikerjain ya.. :)



Yang ngehibur dan naikin semangat nyekripsi liat foto beginian di literaturnya nih. Hehehe. Suka deh foto2nya.

Skripsi #1: Introduction

Saya udah bikin skripsi!
ahaha, jangan dianggap keren karena ini beneran biasa aja, soalnya di FK bikin skripsi kapan2nya udah ditentuin, bukan kaya di fakultas lain yg ada persyaratan SKS dn sifatnya otonomi individu. Saya ambil topik tentang: Gizi anak. Dombing (dosen pembimbing) 1 orang gizi medik, tipe macem dr. Gaga dr. SNF yang tegas agak galak baik mendidik pinter, sedangkan Dombing 2-nya Dokter anak yang baik dan sangat keibuan tapi susah sekali ketemu karena dia sibuk. Walau sering diteror, saya bersyukur punya Dombing mereka berdua yg bener2 concern membimbing. Saya diteror. Bahkan tengah malam pun masih di whats-app. Hore! Soalnya kalau g digituin skripsi saya g akan beres. Mana sama dombing 2 buku dipinjemin literatur dicariin. Huks :___) Alhamdulillah. 

Yang susah, repot, lama, seru dan menyenangkan dari skripsi adalah: kalau skripsinya tentang gizi anak (curhat) berarti harus paham betul dulu tentang nutrisi-nya secara umum, tentang tumbuh-kembang anaknya, dan tentang2 yang lainnya. Intinya ngerjain BAB2. Nah, yang susah serunya adalah, si BAB2 itu bisa dikerjain kalau kita ngerti kan ya, walau yang dicatut cuma beberapa bagian dalam satu paragraf, atau mungkin kita buat kalimat baru, tapi nyortir mana yang dimasukin mana yang dibuang, mau disusun ulang atau disalin aja atau gimana-gimananya, tetep aja semuanya harus dibaca dulu. Yah, atleast satu hal harus disyukuri: saya ngerjain materi yang (setidaknya) saya seneng: nutrisi dan anak. Jadi walaupun ngerti aja masih susah dan lamaa, walau kebanyakan translate masih tersendat2 karena teks bahasa inggris-nya ilmiah yang agak g wajar (baca: mahadewa, setingkat Braunwald atau Wintrobe, bkn Harmening), setidaknya masih (harus) senang. *cengar dan cengir*

senang-nang-nang-nang~~
selamat datang malam-malam panjang. 
*yang gawat adalah, saya kalau mikir pasti makan terus. tidaaaakk~~

Jumat, 02 September 2011

Kerjaan baru! Ayey!


Call me crazy, hahaha.
Entahlah.

Di tengah skripsi dan kerjaan yg lagi lumayan menggila ini, sekarang malah nambah kerjaan baru. Intinya satu, saya pengen banyak belajar, dan belajar itu mahal. Pengen les ini itu, ikut ini itu. Hiks. Minta uang ke orangtua terus kayaknya enggak banget, sedangkan uang beasiswa saya g cukup. Akhirnya nge-iya-in tawaran untuk bantuin bikin buku. Bukunya bakal dipake untuk jadi sumber belajar anak2 FKUI. Yep, buku kedokteran. Nanti sama dokter konsulen yg nawarin saya bantu bikin, hasil rangkuman saya di-edit lagi. Intinya mirip2 bikin LI dengan sumber yg udah ditentukan, plus poin2 materinya. Pusing pusing deh. Semoga kekerjain, amin. Asal disiplin asal disiplin. Yang lumayannya adalah, ini jadi sekalian belajar ulang juga. Saya kebagian garap 4 Bab, antara lain tentang respirasi, neuromuscular, pediatric, sama geriatri.

Lalalalala, semoga ini bukan keputusan gila.
Banyak pengen posting tapi lagi g sempet terus, hadeuh.