Sabtu, 27 Maret 2010

eightcellent :)

ini saya copas dari note temen saya, anak STEI yang sedang menghimpun semangat para teman seangkatannya. saya sangat tersentuh dengan note ini, jadi saya minta ijin copy dan saya paste disini. ini linknya:


Teman...
Kegagalan adalah hal yang lumrah dalam perjalanan manusia... Thomas Alfa Edison melakukan berkali-kali, beratus kali, beribu kali percobaan untuk dapat menemukan bola lampu... sebuah keberhasilan dengan ribuan kegagalan... namun toh kegagalan itu menjadi bahan evaluasi bagi penemuannya...

Teman...
Sebuah kekecewaan akan selalu ada. Apapun hasil yang kita dapatkan. Hanya saja, sejauh mana kita mau bersyukur dan tetap menjaga semangat satu sama lain. Sebuah kekecewaan yang terus menerus dipelihara akan menghasilkan ketidakloyalan, ketidak pedulian, dan akhirnya kita akan lebih memilih untuk berkata tidak walaupun kita sedang senggang.

Teman...
Sudah hampir dua tahun kita bersama-sama... Belum ada tinta emas dari kita... setidaknya di kampus ini... belum ada tinta emas dari kita yang mampu menginspirasi teman-teman kita... belum ada tinta emas yang mampu membuat kita menjadi legenda...

Teman...
kampus ini membutuhkan regenerasi... kampus ini membutuhkan orang-orang yang mau dan orang-orang yang peduli... secara merata... bukan hanya di fokus utama pengembangan karakter dan keprofesian saja...

Anggaplah saya apatis... anggaplah saya egois... anggaplah saya terlalu malas untuk mengubah diri... tapi saya ingat satu hal... SAYA PERNAH BERJANJI UNTUK MENJAGA SEMANGAT SAYA DAN TEMAN-TEMAN SAYA...

-------------------------------------------------------

teman-teman eightcellent, dua tahun ini kita udah ngapain aja ya?

Kamis, 18 Maret 2010

Haiyaaaaa :D

bocah-bocah yang sangat aku sayangi :)
"berkembang dan berkarakter baik secara tim maupun individu"

Minggu, 14 Maret 2010

tukang sampah lebih mulia daripada dokter.

GILLLAAAAAKKKKKKK :D

Kemaren abis kumpul bareng temen-temen SMA, seperti biasa, pulang-pulang pasti senyum senyum. HAHAHAHAHAHAHA XD. Karena beneran deh, mereka itu kocak-kocak, bisa bikin ketawa sampe sakit perut dan guling-guling di lantai. huaah, jadi merindukan masa-masa bisa berdiskusi bebas dengan kalian semuah :)

punya seorang temen, yang beneran deh, dia itu ALL YOU CAN IMAGINE ABOUT AN ARTIST. Seniman banget. Mikirnya selalu, SELALU, out of the box.

banyak cerita tentang kehidupan perkampusan,
do you know, BEM POLBAN dibekukan karena ketua BEM-nya gak masuk ranking 10 besar di kelasnya.
*duh pengen ngakak dengernya, kayaknya gampang banget ya beku-membekukan ini. gak ngerti lagi sebenernya yang error dimana.

terus si temanku-sang-all-you-can-imagine-about-an-artist ini bilang "ful, menurut aku tukang sampah itu lebih mulia daripada dokter". Katanya dia mikirin hal ini terus, kalo tukang sampah itu preventing disease, harusnya jumlahnya lebih banyak dari dokter dan pekerjaan ini harusnya dikategorikan lebih mulia daripada dokter, dan persepsi masyarakat terhadap 'tukang sampah' gak serendah itu, karena PROFESI (iya lo, ini profesi) ini memang indeed kereeenn banget.

terus temenku si-akuntan-tebar-pesona ikut nimpalin juga, katanya dokter itu harusnya bukan barang pribadi, tapi barang publik. harusnya semua dokter kerjanya ke pemerintah, biar dokter bisa 'dinikmati' oleh semua. karena emang kesehatan itu kan hak semua orang.

dan banyak-banyak-banyak inspirasi datang dari orang di sekitar kita.

HUAAAHHH, banyak yang harus dipikirin, dan moral value adalah:
JANGAN TAKUT DISKUSI DAN BELAJAR SAMA ORANG.
KARENA KITA GAK AKAN TAHU RIZKI DATENGNYA DARIMANA.

ngantuk berat abis ngajar. huwow, menguras energi dan otak.
lanjuuuuttsnya ntar lagii :D

outtie.

24/7 *kayak punya waktu paling banyak sedunia

kalau amanah yang super banyak 7/24 dalam satu minggu bikin kita jungkir balik, back-roll, koprol, kayang, gelantungan, dan histeris,

yang disalahin bukan amanahnya yang banyak
tapi kitanya,

kitanya yang gak bisa bagi waktu
kitanya yang selalu menunda-nunda
kitanya yang masih bodoh nentuin prioritas
kitanya yang tidak mengupgrade kapasitas diri
kitanya yang merasa bahagia dengan standar kerja yang rendah
kitanya yang lupa bahwa daya dan upaya hanyalah milik Allah.

karena sesungguhnya, amanah gak akan datang kalau tidak sesuai kapasitas hamba-Nya.
bukan kapasitas berdasarkan persepsi kita,
tapi kapasitas menurut Yang Maha Mengetahui.

.aktif.kreatif.produktif.

"karena hidup adalah tugas mulia yang harus berakhir dalam kemenangan"

Selasa, 09 Maret 2010

guilty pleasure.

guilty pleasure,
let me tell you, that mine is BOOK!

*gelap mata kalo ke toko buku.
when i say gelap mata, itu beneran parah banget.
uang habis sampai tinggal sisa buat ongkos yang sumpah ngepas abis.
sampe buku-buku mau dibakar sama bunda,
dimarahin juga gak mempan, haduuh, parah parah
kronis.

maaf bun, kemaren aku beli buku lagi,
dan ngejebol tabungan :(


Minggu, 07 Maret 2010

Relativitas. Einstein. Ashabul Kahfi. Isra Mi'raj.

Mentoring saya di kampus jarang -hampir gak pernah- bahas tentang Al-Qur'an. Koreksi aja sih sebenernya, kenapa sebagai muslim malah justru jarang banget bahas al-Qur'an ya? Padahal Dialah yang justru 'dititipkan' oleh Nabi Muhammad SAW kepada ummatnya. Ironis. Kalau sekarang orang klaim, tuding-tuding aliran sesat adalah si ini dan si itu, ya kembalilah kepada al-Qur'an, kalau pedomannya sama harusnya gak beda kan? Ok. Tuding-tuding tanpa pengetahuan. Phew, sometimes people act like a bunch of idiot. Astaghfirullah, pardon my language. But one thing, it's true.

Ok, that's not what i want to talk about. Spill.

Waktu SMA inget banget tentang teori relativitasnya einstein, yang pokoknya simpelnya -contohnya- adalah waktu orang yang ada di bumi, sama waktu orang yang ada di luar angkasa, itu beda. Kita di bumi misalnya menghabiskan waktu 50 tahun, nah, mereka yang di luar angkasa menghabiskan waktu jauh lebih sedikit daripada itu. Ada perbedaan dimensi waktu pada dua tempat yang memiliki kecepatan objek berbeda. Sejak adanya teori relativitas einstein, dimensi waktu dan jarak tidak lagi dianggap absolut.

Semua makhluk terlingkupi oleh waktu, dan bahkan waktu pun adalah makhluk. Dan makhluk pasti punya Khaliq-nya, Pencipta-nya, Rabb-nya, Allah Subhanahu wa Ta'ala. Logika-nya jelas, yang terjadi pada makhluk PASTI merupakan ke-Maha Pengaturan Rabb-nya. Disini saya, bagaimana, dan segala dimensi terkaitnya sudah diatur oleh yang Maha. Sekarang, siapa yang membuat kalau 1 jam itu 3600 detik, 1 menit itu 60 detik, 1 hari itu 24 jam? Ya, yang buat manusia. Repeat, manusia. si makhluk yang banyak dhaif-nya.

Saya bukan mau ngomentarin kenapa 1 hari 24 jam dan blaahh. Pada prakteknya itu dibuat untuk memudahkan. Yang saya bingungin adalah kenapa kok jadinya kita mematok waktu berdasarkan parameter kita? Waktu adalah makhluk, yang bisa diberlakukan sekehendak Penciptanya. Waktu bisa dipanjangkan, dipendekkan, dibagaimanapun oleh Yang Memilikinya.

Mungkin fenomena ini yang terkadang oleh kita dirasakan sebagai:
---kalo lagi nunggu orang, waktu terasa berjalan sangat lambat---
---kalo lagi ada tugas pagi-pagi yang belum selesai, waktu berjalan sangat cepat---
---dan banyak lagi---

al-Quran juga menyebutkan kondisi ini:

ashabul kahfi, QS. Al-Kahfi:9-26
di Al-quran, disebutkan bahwa mereka di'tidur'kan selama 309 tahun, dan yang mereka rasakan, mereka hanyalah 'tertidur' selama sehari atau setengah hari. Kenapa tidurnya saya bold? Di ayat 17-nya, disebutkan :

" dan engkau akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan apabila matahari itu terbenam, menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada di tempat yang luas di dalam (gua) itu. Itulah sebagian dari tanda-tanda kebesaran Allah. Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa disesatkanNya, maka engkau tidak akan mendapatkan seorang penolong yang dapat memberi petunjuk kepadanya"

yang kita tahu dari kisah ashabul-kahfi adalah yang diceritakan oleh Al-Qur'an, tidak disebutkan kejadian aslinya seperti apa. Di ayat 17, disebutkan mereka melihat matahari dst. Kalau tertidur, apakah mungkin melihat matahari? Atau mungkin kata tidur ini merupakan istilah implisit untuk sesuatu yang lain? Layaknya dakwah Sirriyah (sembunyi-sembunyi) Rasulullah? Wallahu'alam.
Pemaknaan Al-Qur'an haruslah berhati-hati dan secara profundal

Allah Maha Berkehendak,
apakah pemuda-pemuda Ashabul Kahfi mengalami malam yang 'dipanjangkan' oleh Allah? Tidak ada yang tahu kondisinya seperti apa, yang kita harus lakukan hanyalah mengimani kisah ini, sebagai kisah yang penuh oleh muatan aqidah. yang jelas, APAPUN BISA TERJADI sesuai dengan kehendak Allah SWT.

Kisah selanjutnya,
Isra Mi'raj
Saat rasulullah diperjalankan di malam hari melewati masjidil haram-baitul maqdis-sidratul muntaha-pp dengan menggunakan Buroq yang disebut-sebut memiliki kecepatan cahaya. Suatu hal yang mustahil, dan dijadikan sebagai ujian, siapakah yang benar-benar beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

Apakah memang karena Buroq-nya? Ataukah malamnya yang dipanjangkan oleh Allah? Semua hal yang berlaku di bumi dan langit berjalan sesuai kepengaturan Allah. Malam dipanjangkan, dipendekkan, adanya makhluk berkecepatan cahaya? Anything CAN happen. Waktu=Makhluk.

Nah lo, sekarang yang bingung manusianya, karena standar malamnya adalah 12 jam (atau apalah yang berlaku pada masa itu) dan jarak tempuh seperti itu DIANGGAP sangat MUSTAHIL dilalui dalam satu malam itu, maka mereka ingkar. Lupa bahwa ada YANG MAHA BERKEHENDAK.

Satu hal, standar kebenaran --- bukanlah parameter yang dibuat oleh manusia.

Nah sekarang, pertanyaannya, kok manusia masih bisa ingkar?
Menduakan Allah dengan sembahan-sembahan lainnya?

wallahu'alam bishawab.

"dan tiap-tiap jiwa akan mempertanggungjawabkan amal perbuatannya masing-masing"
mudah-mudahan bermanfaat.


for my deary bee :)


"have i told you lately, that I do do do do love you?
thanks for every single thing you've done to me :)"

teringat sms lo sore itu:
"semangat bee :)
sometimes we just need to take a rest for a while,
enjoy ourself, charging our energy,

so we can take a leap farther than before,
so we can fight harder than, after,
so we can roar louder than ever..

and things you mustn't forget is,
that Allah is here, there, and everywhere,

and sent you many-many friends that'll help you through whatever it is"

.Love. Friendship. Sincere.

inspirasi dormansi

"Without inspiration the best powers of the mind remain dormant,
there is a fuel in us which needs to be ignited with sparks."


Sabtu, 06 Maret 2010

yaa ampuuunnnn seneng banget

HIHIIIIYYYY, sekarang di rumah wifi nyala lagi.
dan SANGAT CEPAT saudara-saudara, HOREEEEE...

alhamdulillah. ada sarana supaya lebih optimal.


Senin, 01 Maret 2010

pulang kampuanggg, mencari semangat yang hilang.


"well i'm going home, back to the place where I belong,
where your love will always been enough for me.
No, i'm not running from.
I think you got me all wrong.
I don't regret this life I chose for me.
But these faces and these places are getting old.
Well i'm going home"

Sabtu kemaren, pelantikan DKM (hahahaha, sekarang udah jadi anak DKM ya ful xp), tapi saya gak dateng. Sabtu kemaren saya pulang kampung! hehehe :) oh, bukan, bukan ke makassar, bukan ke yogyakarta. Saya pulang kampung ke sekolah yang telah "membesarkan" saya.

Jadi kemaren itu saya diundang jadi panelis untuk acara osis SMA. Kaget juga, dan udah lama banget saya emang gak dateng ke sekolah. Yah, sekalian silaturahmi sama guru-guru dan adik kelas :)

Materi acara talkshownya menarik : "menanamkan sikap dewasa dalam menjalani tugas, fungsi, dan peran hidup", dan menohok, juga bikin minder, hahahaha. Padahal saya juga masih belum bisa menjadi figur "kedewasaan" yang matang *liat foto-foto dipostingan sebelum ini, you'll know why. Yah, pokoknya merasa gak layaklah ya. Tapi karena sudah janji, mau gak mau the show must go on. Saya pun merenungi dan mencari-cari kembali apa sebenarnya makna kedewasaan dan korelasinya dengan tugas, fungsi, dan peran hidup manusia. Yang paling susah adalah membahasakannya semudah mungkin, karena pesertanya terdiri dari anak-anak SMP dan SMA. Ya ampuuunnn, bocah-bocah kecil itu :)

Di talkshow itu, malah SAYA yang belajar. Malah saya yang mendapatkan motivasi kembali. Malah saya yang mendapatkan semangat saya yang sempat hilang. Malah saya yang belajar apa itu kedewasaan. Bahwa hidup jauh lebih besar, lebih mulia, lebih indah, lebih segala-galanya dibandingkan ekspektasi 'keduniawian' kita. Hidup adalah rahmat, hidup adalah bentuk kasih sayang Allah, hidup haruslah disyukuri. Hidup adalah tugas mulia.

Dan dewasa adalah menyikapi semua tugas fungsi peran ke'manusia'an kita dengan penuh tanggung jawab, dengan penuh pertimbangan, dengan penuh kemaksimalan. Saya mungkin sudah dewasa. Tapi seberapa matangkah kedewasaan saya? tergantung.
Ada seorang anak yang bertanya, "apakah para panelis yang ada di depan sudah merasa dewasa?" hahahaha. saya meringis. Ya Allah. Betapa kekanak-kanakannya apabila komitmen hidup luntur oleh faktor-faktor TIDAK PENTING yang sebenarnya PASTI bisa diatasi. Dibalik satu kekurangan, Allah menciptakan berjuta kelebihan. Pensikapan amanah juga bisa jadi tolak ukur kedewasaan, bagaimana saat kita memiliki amanah-amanah lain, amanah pokok kita tetap optimal terjalani. itulah susahnya. itulah susahnya.

Alhamdulillah, diijinkan pulang dan mendapat semangat baru. Segala puji bagimu ya Allah.




lalalalalala...




hahahahaha, mainin program photo di laptop.
NGAPAIN SIH FULLL?! haohhh.