Senin, 01 Maret 2010

pulang kampuanggg, mencari semangat yang hilang.


"well i'm going home, back to the place where I belong,
where your love will always been enough for me.
No, i'm not running from.
I think you got me all wrong.
I don't regret this life I chose for me.
But these faces and these places are getting old.
Well i'm going home"

Sabtu kemaren, pelantikan DKM (hahahaha, sekarang udah jadi anak DKM ya ful xp), tapi saya gak dateng. Sabtu kemaren saya pulang kampung! hehehe :) oh, bukan, bukan ke makassar, bukan ke yogyakarta. Saya pulang kampung ke sekolah yang telah "membesarkan" saya.

Jadi kemaren itu saya diundang jadi panelis untuk acara osis SMA. Kaget juga, dan udah lama banget saya emang gak dateng ke sekolah. Yah, sekalian silaturahmi sama guru-guru dan adik kelas :)

Materi acara talkshownya menarik : "menanamkan sikap dewasa dalam menjalani tugas, fungsi, dan peran hidup", dan menohok, juga bikin minder, hahahaha. Padahal saya juga masih belum bisa menjadi figur "kedewasaan" yang matang *liat foto-foto dipostingan sebelum ini, you'll know why. Yah, pokoknya merasa gak layaklah ya. Tapi karena sudah janji, mau gak mau the show must go on. Saya pun merenungi dan mencari-cari kembali apa sebenarnya makna kedewasaan dan korelasinya dengan tugas, fungsi, dan peran hidup manusia. Yang paling susah adalah membahasakannya semudah mungkin, karena pesertanya terdiri dari anak-anak SMP dan SMA. Ya ampuuunnn, bocah-bocah kecil itu :)

Di talkshow itu, malah SAYA yang belajar. Malah saya yang mendapatkan motivasi kembali. Malah saya yang mendapatkan semangat saya yang sempat hilang. Malah saya yang belajar apa itu kedewasaan. Bahwa hidup jauh lebih besar, lebih mulia, lebih indah, lebih segala-galanya dibandingkan ekspektasi 'keduniawian' kita. Hidup adalah rahmat, hidup adalah bentuk kasih sayang Allah, hidup haruslah disyukuri. Hidup adalah tugas mulia.

Dan dewasa adalah menyikapi semua tugas fungsi peran ke'manusia'an kita dengan penuh tanggung jawab, dengan penuh pertimbangan, dengan penuh kemaksimalan. Saya mungkin sudah dewasa. Tapi seberapa matangkah kedewasaan saya? tergantung.
Ada seorang anak yang bertanya, "apakah para panelis yang ada di depan sudah merasa dewasa?" hahahaha. saya meringis. Ya Allah. Betapa kekanak-kanakannya apabila komitmen hidup luntur oleh faktor-faktor TIDAK PENTING yang sebenarnya PASTI bisa diatasi. Dibalik satu kekurangan, Allah menciptakan berjuta kelebihan. Pensikapan amanah juga bisa jadi tolak ukur kedewasaan, bagaimana saat kita memiliki amanah-amanah lain, amanah pokok kita tetap optimal terjalani. itulah susahnya. itulah susahnya.

Alhamdulillah, diijinkan pulang dan mendapat semangat baru. Segala puji bagimu ya Allah.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar