Rabu, 31 Oktober 2012

I'm watching sherlock holmes in between my daily routine. beda dari yang film, ini series-nya gitu. macem glee yang ada season2nya. nah dia tiap season cuma keluar 3 episode. saya baru liat yang season 1.

opening episode 3 kocak. 

watson ngambek sama holmes gara2 holmes nyimpen kepala orang yang udah meninggal di dalem kulkas rumah. jadi dia ngambil kepala itu dari pemakaman buat meneliti tentang kecepatan koagulasi saliva (air ludah) manusia setelah meninggal. -_______-"

dan holmes ngambek sama watson gara-gara watson punya blog yang isinya nyeritain perjalanan mereka berdua memecahkan kasus2. dan watson agak2 ngeledek si holmes karena dia pinter banget tapi gak tau pengetahuan umum macem siapa perdana menteri-lah, gak tau bumi mengelilingi matahari apa bulan, gak tau kabar2 terbaru artis2, dsb. ignorant, slengean, tapi keren.

"Listen, this is my hard drive (sambil nunjuk kepalanya). and it only makes sense to put things in there that are useful. REALLY useful. Ordinary people fill their heads with all kinds of rubbish. That makes it hard to get at the stuff that matters. Do you see?"

do YOU, ...see?

Sherlocked


I am sherlocked.

#sherlockholmestheseries

Senin malem kemaren, pasien dateng kaya banjir. dari bada isya sampai pagi gak berenti-berenti. total ada 21 pasien plus 4 konsul dari bagian lain. jumlah yang TERLALU BANYAK untuk jaga Obgyn. 

Masalahnya, Obgyn itu yang dateng apalagi ibu2 parturien (udah mau melahirkan), observasi dan tindakan-nya terus menerus, belum lagi kalau udah melahirkan, terus post-melahirkan. biasanya jaga obgyn diatas 10 aja udah pengen koprol. nah ini dua puluh satu. 

Walhasil, yang biasanya kalo jaga bisa tidur satu atau dua jam, kemaren itu kita g bisa istirahat sama sekali. jaganya cuma bertiga pula dari yang harusnya ber4 *jumlah does matter*. dan karena banyak, tugas koas yang biasanya cuma cap-cap guricap di obgyn jadi nambah-nambah.

beres jaga jam 6 pagi, jam 7-nya udah harus masuk lagi. walhasil selasa kemaren saya kaya robot yang dipencet tombol off. mana ada pelatihan dari residen semester 4 yang lagi modul teaching skill dua hari berturut-turut ampe jam 4 sore pula. ihik ihik. dan malemnya ketiduran abis maghrib sampe jam setengah 6 pagi. padahal disuruh residen dateng ke rshs jam 5 pagi buat follow-up nifas. padahal hari ini ujian. T___________T

One of the most regretful thing happened after jaga: your disability to function well in the next day(s). it's not that we're not trying to survive the day, but its like a fight against human nature, beyond our control.  

tapi karena keburu telat follow-up nifas tp udh terlanjur dateng jam 6, ya setidaknya saya bisa posting ini pagi2 ini. hehehe.

Minggu, 28 Oktober 2012

It’s funny. I met a man once who did a lot of mountain climbing. I asked him which was harder, ascending or descending? 

He said without a doubt descending, because ascending you were so focused on reaching the top, you avoided mistakes. 

The backside of a mountain is a fight against human nature,” he said. “You have to care as much about yourself on the way down as you did on the way up.” 

― Mitch Albom, For One More Day

be careful, you, climbers.

Brothers melancholy.


Jam 2 malam, kakak-nya post jaga marathon. diajak ngobrol udah gak nyambung, cuma buka mata pun butuh energi setara ngangkat galon. 

tiba-tiba adiknya random, bawa gitar masuk kamar. main gitar sambil nyanyi lagu michael buble. maksa-maksa kakaknya buat tebak lagu apa yang dia mainin karena dia penasaran denger lagu itu dimana tapi dia lupa judulnya. 

JAM DUA MALAM. *penegasan lagi*

kakaknya MENCOBA dan BERUSAHA ngedengerin dengan seksama, tapi bener-bener gak sanggup karena tepar level brahmana. adiknya tetep maksaaaa semaksa-maksanya pemaksaan kakaknya buat ngedengerin dia lanjut nyanyi sambil main gitar dan nebak lagunya.

Berakhir dengan adiknya menyerah menghadapi kakaknya yang udah kayak zombie stupor.

***
I miss my brothers :(

Ngekost, stase jejaring, sibuk sana-sini rasanya kehilangan waktu-waktu berharga tumbuh kembang adik-adik. Ibrahim terakhir lagi seneng difoto dengan mata juling (lucu pisan fotonya), Aci lagi puber sepuber-pubernya anak SMP yang seneng bergaya ala cowboy junior, Ian lagi serius jadi pengurus MPS dan menunjukkan perubahan ke arah yang jauh jauh lebih baik, Najib lagi stress2nya ngerjain tugas kuliah, mabim dan sibuk jadi koor lapangan proyek angkatannya.

“Sticking with your family is what makes it a family.” 
― Mitch AlbomFor One More Day

Rabu, 17 Oktober 2012


No amount of guilt can change the past and no amount of worrying can change the future. Go easy on yourself, for the outcome of all affairs is determined by Allah’s decree. If something is meant to go elsewhere, it will never come your way, but if it is yours by destiny, from you it cannot flee.
Umar Ibn Al-Khattab

Rabu, 10 Oktober 2012

cerita koas#10: O&G

Astagfirullah.
saya ada di jejaring paling ga-je-bo (baca: geje). 
yang bahkan belajar dan tidurpun udah bosen sampe cape.
*iyep ruang koasnya ada kasur, sofa, dan berAC *tepuktangan

Sekarang saya di stase Obstetric dan Gynecology.
stase yang tengah-tengah. sibuk nggak geje juga nggak.
setengah-setengahnya ini suka bikin kesel bahkan, karena bikin serba nanggung.
mbokya kala mau geje itu total gitu biar kita bisa ngerjain yang lain. 
menggantung

seminggu gantian antara jejaring dan RSHS. jadi jadwalnya jejaring x --> rshs --> jejaring y --> rshs --> jejaring z --> rshs. daaan sekarang saya ada di jejaring paling gajebo e.c mosi tidak percaya dari konsulen setempat terhadap kami para koas-koas. karena menurut beliau ini adalah rumah sakit pelayanan, BUKAN RS PENDIDIKAN. pake capslock sesuai penekanan beliau. area kewenangannya pun jadi SANGAT dibatasi. cuma dibagi stase bersalin (VK) dan stase nifas. which is stase nifas sangat2 minim kerjaan apalagi kalau sudah follow-up pagi2 sama yang jaga. 

Obgyn ini adalah stase yang paling banyak interaksi sama orang2. dari berbagai kalangan. mulai dari pasien dan keluarganya (tau kan orang kalo mau melahirkan yang rebek kadang se-RT), bidan dan para akbid-nya (banyak sekali mereka itu, bahkan akbid punya target harus pimpin partus>50 kali), resident dengan berbagai tingkatannya (di obgyn ini tingkatan residen pengaruhnya SIGNIFIKAN), konsulen (juga dengan tingkatannya), dan tentu yang tiap hari ketemu, berbagi kasur dsb adalah: temen-temen koas. 

Kalo boleh dibilang obgyn saya anggep sbg departemen yang 'sensitif'. mulai dari kerjaannya (ya iyalah) dan kultur didalemnya.

Di obgyn ini, minggu pertama diisi dengan pembekalan. Isinya mulai dari keilmuan obgyn itu sendiri, juga tentang keprofesian dan etika kedokteran. beberapa bahkan materi yang sama dengan pre-koas, yang ngasih materinya sama, slidenya sama, dan pertanyaan yang dikasihnya juga sama. -____________-"

DItanya sama dhila, kenapa katanya saya kayak yang g menikmati obgyn. hm, dibilang g menikmati g juga. saya beneran suka keilmuannya, menyenangkan. tapi kegiatan koas di obygn itu apa yah, flaaatttttt, no sparks, gitu2 aja, dan bahkan kind of...boring. mehehe. padahal sama bunda saya disuruh ambil residensi obgyn, entahlah~ emang seru karena kejadian sehari-harinya ada2 aja yg aneh dari kasus2 pasien yg dateng, banyak hikmah yang bisa diambil, atau seru juga karena interaksi2 kita dengan sesama yang aya2 wae. tapi diluar itu ttp aja, buat saya obgyn itu flaaaaattttt. 

ya tapi suka g suka tetep harus bisa --> prinsip koas buat saya.

hal yang selalu ditekankan disini adalah: punya target. selalu buat target mingguan yang bisa diukur. dan jadi arahan kita juga ditengah kegejean yang melanda. ya seperti biasa, koas itu, kalau mau nyari kerjaan PASTI BANYAK sebenernya. tinggal kita yang pinter2 ngatur apa yang kita kerjakan adalah yg memang kita butuhkan. karena tarikan menuju gabutnya KENCAAANG saudara-saudara.

kebutuhan ini turun dari analisis kita ttg target di departemen itu, dan kapasitas kita sendiri. sangat membantu sih menurut saya. biar saya g scattered serabutan ngejar ini itu. apalagi di dunia koas yang bener2 diabur sebebas-bebasnya. 

bahasa kerennya kalo jaman ospek-mah: adult learning. kita buat list kebutuhan dan target. kita kejar itu satu-satu, lalu evaluasi. lalu buat list dan target baru. terus begitu. basic awalnya dari tau kebutuhan dan kapasitas diri. 

bikin ininya gampang, disiplinnya yang susah. 

Kamis, 04 Oktober 2012

koas itu, gak koas aja sih, lebih membuat kita -saya- frontal sama perasaan kita sendiri. marah, seneng, sedih, dsb. sampai kayaknya kadang berasa dipermainkan sama perasaan. dibilang normal, mungkin, karena kita physically and mentally confronted jadi cenderung lebih terbuka kali ya? Gak ngerti juga.

"Dealing with people is as complicated as manic depressive disorder."

dan karena kerjaan dokter semuanya berhubungan dengan manusia, mungkin ini kenapa saya sempet berpendapat kalo orang2 di rshs bipolar semua.

*you should listen to "langit amat indah"-nya rida sita dewi, yang jadi salah satu OST perahu kertas. lagu dan aransemen-nya bagus. ngedengerin lagunya berasa lagi di alam luaaas ngeliat langit biru g berbatas (mulai sok puitis mending stop, ehehe) --> g nyambung postingan lagu sama yang atasnya btw, :D