Selasa, 24 Desember 2013

Day Zero!

Saya tulis ini kira-kira 20 hari yang lalu. Kalo perlu ngasih lima jempol buat pegawai telkom di kota Bau-Bau yang susah-susah (iya sih emang kerjaan mereka ini) pasang gimana caranya supaya di rumah dinas kami yang kiyut ini ada internet. Hasil nunggu kurang lebih 3 minggu dari awal pasang speedy baru bisa dipetik hasilnya hari ini. Dengan resmi saya umumkan bahwaaa internet jalan! Hore! :) 

Berikut postingan tidak kadaluarsa ini:

---

“And baby, it’s amazing I’m in this maze with you.
I just can’t crack your code.” – Holy Grail, Jay-Z.

Sudah kurang lebih 10 hari berada di sini. Ya, saya menjadi dokter internsip di kota Bau-Bau, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Semua naik turun proses persiapan internsip sudah dijalani. Maju mundur internsip di luar pulau jawa, urus-urus segala tetek bengek administrasi (yang dengan senang hati untuk tidak diulangi), packing barang untuk satu tahun, urus cargo, dan hari keberangkatan. Semua menguras tenaga dan pikiran.

Terlebih, ini Bandung yang saya tinggalkan. Yang kata @pidibaiq bukan hanya sekedar geografis, tapi lebih jauh dari itu melibatkan perasaan. Saya tidak pernah jauh dari orangtua lebih dari 2 minggu, tidak pernah keluar jauh dari pulau jawa untuk waktu yang lama. Tidak pernah merantau.

Meninggalkan keluarga, teman, dan semua amanah di Bandung bukan hal mudah. Apalagi ini bukan sekedar perjalanan dinas. Ini pergi untuk hidup di tanah orang. Setaun bisa jadi singkat, tapi juga merupakan waktu yang cukup panjang. Untuk apakah internsip? Mematangkan kompetensi, mereka bilang. Maka saya fokuskan satu tahun ke depan untuk ini. Melesat cepat! Kembali ke Bandung menjadi fulki yang lebih baik.

Saya bersama 4 orang teman dari FK Unpad tergabung dalam 1 tim, bersama 12 orang dari FK UI yang tergabung dalam 2 tim. Jadi total ada 3 tim dokter yang ditempatkan di kota Bau-Bau, ketiganya akan ditempatkan di Puskesmas Wajo, Unit Gawat Darurat RSUD Palagimata, dan Poliklinik & Ruang Perawatan RSUD Palagimata.

Saya dan tim ditempatkan di Puskemas Wajo untuk 4 bulan pertama. Kedepannya saya ingin mencoba menulis keseharian saya internsip di sini. Tapi saya g mau PHP, janji nulis tapi g nulis-nulis, hehe. Karena itu semua ya memang tergantung aktivitas juga. Kalau senggang, akan menulis. Saya butuh menulis. Saya harus menulis.

See you soonest! :)
Fulki Fadhila, dr.
(Can finally put dr. in my name, hehe. Alhamdulillah)

"Of course I’ll hurt you. Of course you’ll hurt me. Of course we will hurt each other. But this is the very condition of existence. To become spring, means accepting the risk of winter. To become presence, means accepting the risk of absence.” ― Antoine de Saint-ExupĂ©ryThe Little Prince

Kamis, 05 September 2013

China.


Ada hadist yang menyatakan, 'Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina.'
See you very soon, insyaAllah!
*excited!

Sabtu, 03 Agustus 2013

3

Halo. hari ini fulki abis reuni 5 tahun SMA. sebelumnya sama sekali g pernah ada acara bareng seangkatan. terus seneng, banget.
Kalau bahasanya dliya, "Emang 12 tahun itu gak bisa bohong ya."
Sudah lama tidak sesenang ini. walau bahas yang berat-berat dan bikin kelenger burger, tapi kalian selalu bisa ngasih saya harapan. 

I'm feeling content.
Satisfied & happy.

I'm proud of us angkatan 3.
Selamat berjuang.
Semoga Allah pertemukan kita kembali di syurga-Nya.
Kemarin angkatan saya dimarahi, terkait dengan nilai Try Out UKDI kami yang memang jauh sekali dari harapan, bahkan mengecewakan. Beliau tanya, apakah kami percaya atau tidak dengan pencapaian tersebut.

Jika kami percaya, 
artinya hasil yang keluar adalah betul menggambarkan kompetensi kami yang masih jauh dari harapan. 
artinya harus kerja ekstra keras dalam 2 minggu kedepan.
artinya bilang dadah sama liburan.

Jika kami tidak percaya, 
artinya hasil yang keluar tidak valid, tidak menggambarkan sebenar2 kompetensi kami. artinya kami bisa lebih dari hasil yang keluar disana. 
tapi kata prof. Tri, ini justru lebih bahaya. 
karena artinya..
ada proses yang salah pada saat mengerjakan TO, entah itu asal-asalan ataupun hal-hal lain yang membuat pengerjaan tidak maksimal.
dan itu artinya..
yang masalah adalah sikap kesungguhan. 

pilih-pilih dalam bersungguh-sungguh. 
atau memang tidak bersungguh-sungguh.

dan apa yang lebih bahaya daripada seorang dokter, 
yang tidak memiliki kesungguhan?

in your face, eightcellent.
semoga tumbuh besar dan berbuah.

PS: bersyukurlah FK Unpad, kita punya Dekan terbaik. 

Senin, 29 Juli 2013

Obrolan random tentang ujian di sore hari H-1 SOOCA (Student Objective Oral Case Analysis alias ujian kasus) IPD berakhir di:

"Iya nih ful.. Besok gue sooca IPD, kamis gue ujian kulit, jumat gue ujian psikiatri. Dan visum harus beres minggu ini. Gue butuh obat anti-cemas kayaknya." -Matt Biondi.

Seorang Matt Bi, legenda angkatan FK Unpad 2008, yang pas wisuda ditepukin paling kenceng *pake banget*, karena against all odds berhasil lulus (dan tepat waktu) pun sampe minta obat anti cemas untuk minggu ini ahahaha.

Mungkin kalo dicek ke psikolog, kebanyakan anak FK punya anxiety disorder yang acquired kali ya. karena emang sering banget emosi dan perasaan rasanya kaya dibanting-banting di koas. berasa naik roller coaster. ditambah belakangan ini banyak tuntutan tugas yang harus selesai terkait kelulusan yang HARUS tepat waktu. belum lagi persiapan untuk Ujian Kompetensi Dokter Indonesia yang akan berlangsung Agustus nanti.

May Allah ease.
Do'akan ya, fulki besok ujian terakhir selama koas. Aamiin.
Sejauh ini ahamdulillah, g perlu obat anti-cemas :)
cuma kemaren aja ngurus visum ampe nangis di forensik -____-" 
*malunya sampe sekarang
yes, we are dealing with our own defense mechanism.

Rabu, 24 Juli 2013

Surrounded by

Yes, I know it will be bohhh~ring if I tell you again and again of me being unwell in koas. But one thing for sure, the sum of me being sick in koas is way more often than me being sick from birth to before koas. Only two weeks gap between sickness is very possible. Actually it happens, a lot.

It proves something. My lifestyle needs improvement. 
My daily intake is randomize, I can eat more than 3 times a day, and not eat anything in the next day. I rarely took any supplements (yes, this workload need significance amount of supplements). I scarcely do sport; only once a week jogging is not enough. I drink coffee 2 cups per day. I still eat junk-food often. The list is still going on and on...

My biggest enemy is my own-selves.
I lack self-discipline when it comes to maintaining healthy life-style.
Come on, self-discipline, buckle up! 

And 3 days ago, I got fever. I cant get up from my bed, my head is heavy, my nose is congested, my throat sore, and I have chills. I skipped school that day. And I can't say enough thank you to you and you and you and all of you! I'm surrounded by lot of good friends. Still cant imagine me without you guys. Haikal took charge to be the chief of endocrine and metabolic disease subdiv, instead of me. Mega went here and there took care of my UKDI submission paper. Yasir went all the way to pharmacist to buy me antibiotics. Yafidy bought me milo nuggets (really cheer me up yaf thankyou bro haha), bear brand milk, and vitamins. And all the text/line asking whether I'm getting better. 

And 2 days before I got sick, is the day I turned 22 and till the day after, there are 3 birthday surprise, and lots and lots and lots of prayer. i'm not the birthday over-cherished type. I don't even celebrate birthday actually. But knowing that your friends are there caring for you, is a bliss I cant ruined by saying its just another ordinary day, its the day to evaluate me, its just a reminder for me that death is becoming closer and etc. No, the serious part is only for myself. I'm overwhelmed with gratitude. 

Only 6 days left to my last exam in koas & almost a month left to national exit exam, before finally I'll be titled doctor. 

Dear immune system, let's work in harmony. You know I love you, don't betray me.

Pamit! 

Pilot Project

Been 4 months since I REALLY wrote here. ignore that tumblr-type posting recently. only thing that popped here and there, with I don't know what significance it can actually make. for me. *hehe

Its not because I'm busy, in my defense, but because, I dont know, when I came home from my daily routine, that exhausted & overwhelmed feeling make me too attached with this comfy bed of mine, took a very deep-non-rapid-eye-movement kind of sleep, and then flew to...I dont know what kingdom of all sleepyhead reside. please imagine a log. 

and all the things, feelings, thoughts that I already composed in my mind before, gone beyond recall. left me with that dimwitted feeling. 

and why do I write in english anyway?
simple: I desperately need improvement in my english. hint: future-related. Apparently, TOEFL about 550 won't take you anywhere. I need TOEFL above 600 or IELTS score above 6.5.

I'd like to take course, but it cant be done, for now. no time, and the bigger issue is, yes,  money. IELTS course in TBI costs almost a million rupiahs per month. ngek. the solution, is to practice english in daily use. and the toughest part, is writing. since I dont have anyone to talk to (in english tentu, yg ada ntar saya malah dibully karena dianggap nanaonan).

Pls forgive my grammar. I'm forcing myself to be confident writing english despite all the lack of my grammar ability. hiks.

Hope you find amusement reading me blabbering around abt nothing.
And please correct my misspell or wrong grammars or weird/incoherent writing sequence or anything.
Will be glad to. :)

Fulki Fadhila  

Selasa, 16 Juli 2013

"Children can feel, but they cannot analyse their feelings, and if the analysis is partially effected in thought, they know not how to express the result of the process in words." -Bronte, Jane Eyre.

been returned to ground zero.

Rabu, 10 Juli 2013

"For me personally, real love isnt born until marriage. And marriage, is like a friendship bring out to the whole new level." - Hana Fedora.

Minggu, 07 Juli 2013

Hang in there.



Hang in there, buddy. Its almost the end.
Thankyou for being such a loyal friend for me in this 5 struggling years.

Another years to come, aye?

Senin, 20 Mei 2013

saya takut jadi orang yang gagal paham.
saya takut setelah paham saya jadi orang yang indecisive.
saya takut setelah memutuskan ternyata keputusan saya salah.

Senin, 06 Mei 2013

Sedih, orang-orang udah kesana-kesini, kerjaan saya masih ngendon baca fokus ghon dan ranke complex. Allah, saya tau, rutinitas ini adalah kewajiban, bukan beban, tidak harusnya jadi penghalang dan mudah2an tidak (jangan sampai) membuat tidak tunai-nya kewajiban yang lain..

Allah, mampukan...
T______T

Rabu, 20 Maret 2013

Point of no return.

BESOK UJIAN BEDAH! 

akhirnya...

rutinitas pergi gelap pulang gelap, jaga, bimbingan gak berhenti2, jaga lagi, sakit, dimarahin konsulen, jaga lagi, poliklinik yang asik, residen yg baik2 (walau g dikit juga yang aneh), eh sakit lagi, etapi masih jaga lagi akhirnya akan selesai. 

seneng di bedah. ilmu bertebaran. rasanya tinggal mangap terus disuapin. baiknya ambil, yang g baik tinggalkan. prinsip koas banget ini.. harus pinter-pinter filter dan bawa diri.

gak kerasa koas tinggal 2 rotasi 9 minggu lagi. bersyukur banget udah sampai di tahap ini. at least, koas bikin saya makin ajeg, bahwa ya saya cinta dan suka banget sama ilmu kedokteran. saya gak salah jurusan. dan saya nemuin lagi passion saya di sini. Belum pernah sebelumnya saya belajar sekeras saya belajar di koas.

my point of no return. 

Mohon do'a semoga besok ujian saya lancar, PR Thorax saya selesai, dan dr. Tri, Sp. BTKV lagi dalam keadaan mood baik hati buat bimbingan biar gak dimarahin terus lagi. 

dan akhirnya saya mengerti maksud Patch Adam, dan kali ini saya ulangi dengan sungguh-sungguh: "Yes, I want to be a doctor with all my heart."


***


"Dok, punteun Dok, tapi besok kami ada ujian, jadi gimana ya Dok?" - tanya koas desperate yang dikasih PR bejibun padahal besok ujian.

"Lo yang mau ujian, APA HUBUNGANNYA SAMA GUEEE?!" - le konsulen angker tapi sebenernya mendidik tapi harus kuat mental dan tebel muka.

Point taken, Dok.

Kamis, 14 Maret 2013

Le stase uro~

Pergi masih gelap, pulang udah gelap. 
Namanya stase urologi. 
Huhuhu seminggu ini kangen matahari. *lebay*

Follow-up pasien jam 5 pagi (paling lambat jam set6) udah di RS, kalau pulangnya udah gelap sebenernya bukan karena urologi-nya tapi karena never ending bimbingannya. Lebih dari 12 jam di RS ihiks. 

Tadi pagi karena mau visite besar konsulen jadi agak hectic. Pas lagi GV diiringi oleh yel-yel residen "adek, ayo GV ayo GV semangat-semangat-semangat!" dan sambil bimbingan tidak maksa sekali  tentang grading tumor kandung kemih dari mulai submukosa, otot, luar otot, dinding perut yang mungkin sebenernya gak ribet2 amat tapi waktunya asli gak tepat. Bayangin lagi GV pasien nephrostomy DIPAKSA ngehapal grading tumor. Saya beneran seneng dan menghargai kakak2 baik hati yang seneng ngajar, tapi atulaaah waktunyaa~ -,-

Saya seneng statement seorang residen uro tadi pagi: "Dek, coba deh kamu liat ruangan, status, dan pasien uro. Pasti rapi. Pasien kita banyak, tapi itu g jadi alasan buat kita kerja asal-asalan." 

Dan residen uro adalah residen termaniak membimbing di stase bedah. Mengajar udah jadi kultur. Biasanya koas yang ngejar2 minta bimbingan, kalo di uro bahkan ada residen yang bilang "Dek, saya minta waktunya bentaaar aja ya buat bimbingan. Boleh nggak?" kocak pokoknya..

Bedah adalah stase yang awalnya saya agak antipati. Tapi ternyata, saya suka bedah. Hehehehehehe. Seru bedah asli! :DDDDD Ini stase yang residennya menurut saya paling care sama koas. Bimbingan residen di bedah paling seriiiing dan paling lamaaa sepanjang saya koas. Walau ada juga bete-nya gara2 mau bimbingan disuruh nunggu residennya beres main basket, akhirnya beres bimbingan jam 8 malem hzzzz. Ada bimbingan pas jaga-lah, dapet pembimbing kelompok khusus, pembimbing di tiap-tiap subdiv ada lagi, belum bimbingan poli, buanyak. 

Orang-orang bilang bedah santai kaya di pantai kecuali pas jaga, tapi pas rotasi saya dan tmn2 saya yg skrg kayaknya g begitu. Ini salah satu wanti-wanti saya ke tim acara orientasi angkatan baru yang mau masuk koas nanti: hati-hati dengan cerita koas, bisa bawa stigma di awal, ngaruh ke ritme kerja, padahal koas itu kondisinya g selalu sama *dear calon dek-koas, camkan ini. Inget, adaptif! ~le koas senior #dilemparkateter #urostyle

Karena kemaren saya pneumonia (gak ngerti jg kenapaaaa bisa T___T) akhirnya pindah jaga, walhasil jadwal jaga saya mepet2nya gak santai. Minggu ini saya jaga sabtu malam dan minggu malam, semoga gak tepar lagi hiks. Beneran di koas kerasa banget, untuk mengeluh itu rasanya mudah, untuk bersyukur juga mudah, mudah lupa-nya. Hati-hati, hati-hati.


"Kamu akan jadi seorang Dokter, kamu harus lebih tegar daripada yang lain!" -Prof. Dr. Hendro, dr.,Sp.B(K)-V.

Rabu, 13 Maret 2013

give & take, intertwined.

Banyak orang ngebandingin Greys Anatomy dan House. 
Yang satu (GA) terlalu drama, yang satu terlalu spesialistik (House).

Kalo saya, karena House banyak mikirnya dan terlalu spesialistik, dan kesan dari nonton filmnya cuma: "gyaa keren! ooh bisa gitu ya? gyaa~" dst, akhirnya jadi berasa kaya kuliah lagi. di RS udah kuliah masa di rumah juga harus kuliah lagi? hehehe alesan banget ya :p 

Saya lebih suka nonton GA. karena bener2 kehidupan kedokteran banget yang terjadi. terlalu drama? setelah saya jadi koas akhirnya saya ngeiyain kalo kehidupan di RS emang drama bangeeet. banyak life lessons-nya dari GA yang asli mirip banget sama kehidupan sehari-hari di rumah sakit. tapi minus adegan-adegan nakal di GA yang err yep, lumayan banyak, mending diskip aja itu ya (kalo di dunia residensi g tau tapi ya, konsulen2 suka wanti2 ke koas katanya mah iya banyak residen aneh2, naudzubillah)

nah! di GA ini banyak banget adegan monolog yang dalem. 
sekarang GA udah season 9, hehe. saya jg g ngikut dari awal. kepotong beberapa season, nyambung lg di season 8. mager soalnya ngikutin semua season. -___-" 

season 9 asli bagus dan dalem banget. paling suka kalo udah dr. Yang sama dr. Thomas. Ini hubungan guru dan murid yang inspiring sekali. pas dr. Thomas meninggal sedihnya gak ngerti lg T____T. kaya kehilangan guru sendiri. 

tapi sy disini mau kutip obrolan Meredith ke Christina (ini berdua sobatannya kuat banget bahkan kadang dalam tahap saling bela yang mengerikan -,-). Jadi si Christina ini karena ngerasa ada di Seattle Grace Hospital banyak bikin malapetaka buat dia, bikin dia kehilangan banyak hal, akhirnya memutuskan buat pindah ke RS lain. 

Meredith ngomong panjang lebar ke Christina, intinya gini:

"This is a place where horrible things happened. 
You were right to go. 
You're probably escaping disaster.
Look at me, I practically grew up here. 
And you're right, it hurts me.
In ways I'll probably  never get over.
I have a lot of other memories of people. People I've lost forever.

But I have a lot of other memories too. 
This is the place where I fell in love.
The place where I found my family.
This is where I learned to be a doctor.
Where I learned how to take responsibility for someone else's life.

And its the place I met you.
So, I figure, this place has given me as much as its taken from me. 
I've lived here as much as I've survived here.
Its just depends on how I look at it. 
I'm gonna choose to look at it that way. 
And remember you that way.
Hope you're good."

***

Dulu ada kakak kelas pernah bilang, kalo keluar koas buat jadi lebih baik itu susah, setidaknya keluar koas kita masih bisa jadi orang yang sama. Saya ngerti maksud beliau. Intinya kalo g bisa jd orang lebih baik, setidaknya kebaikan yang sudah ada di kita gak hilang gara2 koas. 

Tapi koas ini menurut saya pake sistem fight or flight, all or nothing. Pada saat nyemplung dan niat total, bikin kita larut dalam ritme hidup rumah sakit. 

"So, I figure, this place has given me as much as its taken from me."

Pada saat kita ambil resiko untuk dapat sesuatu, kita juga beresiko untuk kehilangan sesuatu*. Kenapa harus pake resiko2 segala? Kenapa g bisa proses belajar itu jadi hal yang murni bermanfaat tanpa efek negatif? Sistem pendidikannya belum siap. Orang-orang didalamnya juga. Merubah kulturnya juga lebih-lebih lagi. 

Kalau kata residen saya "ya, sabar aja ya dek, itu namanya efek samping pendidikan." Err sejak kapan pendidikan punya efek samping T______T

dan ya, saya ambil resiko-nya.

Mari berupaya, dan berdo'a; semoga yang didapat di sini banyak dan jadi berkah, semoga semakin kuat, semoga hal-hal yang hilang bisa mudah dicari lagi dan bukan merupakan hal yang prinsip, semoga akal & hati nurani bersih. 

Semoga Allah menjaga niat, langkah, dan tujuan kami. 

Kalau kata Alicia Keys, "New York, concrete jungle when dreams are made of". Ya bedanya ini bukan di new york saudara-saudara...

*in this very particular place

Minggu, 10 Maret 2013

Jaga pasti berlalu.

Kalau saya lg cerita ke temen tentang dunia jaga dan waktu jam kerja-nya, banyak temen yang bilang "ya ampun ki gue juga sering kok gak tidur kerja lembur gitu". akhirnya saya balik nanya ke diri sendiri. Ini dokter-dokter aja yang pada lebay kalo jaga apa gimana? 

Membandingkan tentu bukan hak saya. Karena saya gak ngerti kerjaan orang lain gimana. Dan saya juga yakin, segimananya saya/ bahkan orang ter 'naratif' sekalipun di kedokteran cerita tentang gimana itu jaga, orang-orang di luar gak akan ngerti gimana jaga itu sebenernya. sampe ngerasain sendiri. pun adik2 kelas di FK yang belum masuk koas. 

Beberapa temen kadang suka kesel sama orang non dunia kedokteran. ya karena gak ngerti2 itu. yang satu minta dimaklumi dan yang satu mungkin gak ngerti kenapa harus memaklumi. 

Konsulen pernah bilang, kenapa dokter waktu kerja-nya (koas dan residensi terutama) begitu. di saat jam 7 (bahkan lebih pagi lagi) sampe jam 4 standby di RS, malemnya lanjut jaga tetep di RS, dan besok pagi-nya tetep standby di RS. 36 jam lebih adanya di rumah sakit lagi dan lagi. beda sama profesi kesehatan yg lain, yg pake dinas pagi/siang/malam. ya kalau dinas pagi, pas siang dan malamnya libur, besok paginya masuk lg. waktu kerjanya 7 jam. Beliau bilang "Sebenernya kalian ini dilatih, bagaimana caranya dalam kondisi capek-secapekcapeknya kalian tetep bisa mikir bener, kalian tetep bisa decision making yang bener."

dan mungkin karena tekanan dari pasien (dan terutama keluarga), dan bahwa urusan-urusannya itu adalah ikhtiar yang berkaitan dengan nyawa. 

mungkin yang saya tulis juga gak terlalu ngegambarin sebenernya jaga itu gimana. ahahaha. ini cuman gara2 saya ngerasa pengen nulis apapun tentang jaga. karena sekarang saya ngerasain campur aduk diaduk diaduk.

***

Sekarang lg di bedah. jaganya padat merayap. kemaren jaga, hari ini jaga, besok jaga lagi. Saya baru sembuh dari pneumonia, tp sekarang ISPA lagi. ade baim masuk rumah sakit. ian dan najib sedang masalah. etta sakit juga. banyak hal&kerjaan yg lg saya pikirin, kepala saya pusing, dan mungkin karena saya lg PMS hari ini saya kesel-kesel-kesel bangeeeet dan berantem lg sm ubay yang jadi chief jaga sampe nangis. pdhl dari awal jaga jam 7 pagi sampe jam 6 g kenapa2 msh ketawa2 dan diskusi. berantemnya justru sejam terakhir mau selesai jaga. ubay ini mungkin emang sparring partner saya dari awal koas *nuhun pisan bay, walau prosesnya keras tp banyak pelajaran ya... 

JAGA PASTI BERLALU.

Rabu, 27 Februari 2013

Who am I to judge?

Residen: "Dek, sini deh lo. Gue mau tanya. Nih ya, menurut lo, kenapa bisa kejadian hemorrhagic shock?"

Dek Koas: "Perdarahan dok."

R: "Yee ya iya itu mah, mana2 aja perdarahan yang bisa bikin hemorrhagic shock?"

DK: "Abdomen, thorax, pelvic sama fraktur tulang panjang dok."

R: "Naaah! Coba skrg lo pikirin. Tadi gue dapet telefon ada pasien yang mau dirujuk dari Ci*mis dengan cedera kepala berat dan hemorrhagic shock. Gue tanya gimana abdomen thorax pelvic-nya katanya clear, FAST negatif. Fraktur juga g ada. 

Mana mungkin coba orang hemorrhagic shock gara2 cedera kepala berat. Emang kepala bisa tahan berapa liter darah sampe bisa jadi shock. 

JANGAN KAYA GITU YA DEK NANTI. KALAU MAU RUJUK PASIEN PINTER DIKIT LAH. JANGAN BEGO-BEGO BANGET." 

kalimat terakhir diucapkan dengan menggebu-gebu oleh residen dengan penuh penekanan. sambil doi juga kesel-kesel. di sepersekian menit itu, dek koas-dek koas ini kemakan sama omongan residen tadi.

***

Pasien yang dirujuk bener-bener dateng jam 4 pagi *kebayang g sih ci*mis-bandung pake ambulance dalam keadaan severe head injury dan hemorrhagic shock T____T berapa jam dijalan itu hiks*. Dateng dengan keadaan yang udah kritis. GCS 6, kepala membesar,  keluar darah dari telinga, racoon's eye, bruising di banyak lokasi di kepala, akral dingin, BP 80/60mmHg. Hb 6.

Trauma-nya gara2 ketiban tiang listrik pas lagi naik motor *astagfirullah*. dan bener aja, thorax abdomen pelvic clear, fraktur  gak ada. Bingung dong, perdarahannya dari mana sampe bisa shock.

Pasien meninggal jam 6.15 pagi.
Pas udah dibawa ke OK, CITO, tiba-tiba apneu.

Kasus dibawa ke morning report, konsulen2 juga berdebat kenapa itu bisa hemorrhagic shock kalau perdarahan cuma di kepala. 

dan dek koas juga mulai bertanya-tanya. 
dek koas berfikir, kalau misal mekanisme injury-nya gara2 ketiban tiang listrik, berarti fraktur kompresi cranial kayaknya. tulang tengkorak yang berfungsi sbg tampon g bisa. Kepala juga membesar, bekas luka hecting juga lebar kemungkinan perdarahan banyak. Kayaknya bisa2 aja itu hemorrhagic shock gara2 hypovolemia.

tapi dek koas hanyalah dek koas.

***

Tante saya pernah bilang, di koas, ya dunia klinis, yang paling penting harus dilatih adalah clinical wisdom. nah si clinical wisdom ini adalah gabungan dari pengetahuan (text-book based kali ya, bukan dari kata ini-itu - kalaupun mau juga harus cross-check lagi) dan pengalaman lapangan. 

Clinical wisdom ini bermula dari clinical judgment yang tepat. Penanganan tepat basis-nya judgment yang tepat.

Suka sebel kadang, kenapa hampir semua orang di sini judgmental semua. judgmental dari data yang seadanya. atau being judgmental gara2 isu dan kasus sebelumnya. menutup mata dari kemungkinan2 lain. ini hal berlaku buat kehidupan sehari-hari sih, bukan terkait ilmu kedokteran dan klinis-nya. apa gara2 keseringan bikin judgment klinik akhirnya jadi ngerembet ke kehidupan sehari-hari? g ngerti juga.

Gara-gara jadi dokter emang butuh judgmental kali ya. gak mungkin jadi dokter kita indecisioner. dulu pernah dibilang, bedanya dokter sama pengacara/orang hukum. kalau dokter, dari berbagai hipotesis akhirnya harus kerucut, means ada yang memang HARUS dieliminasi. kalau orang hukum justru melebar, dari satu kondisi justru diturunkan jadi beberapa hipotesis dan kemungkinan yang buanyak.

Saya jadi kasian sama dokter di Ci*mis tadi. padahal memang mungkin dia benar.

***

Dan baru tadi saya baca di greenberg handbook of neurosurgery; trauma kepala berat/severe HI BISA bikin hemorrhagic shock. BISA DOK, BISA.

jadi mungkin sebelum jauh2 ke clinical wisdom, perbaiki judgment-nya. dan sebelum jauh ke judgment, data & ilmu juga harus valid. jangan sampai judgment kita salah bukan karena  penilaian kita salah. tapi as simple as: kita gak tau.

dan mendadak saya jadi kasian sama residen yang marah2 sama dokter ci*mis tadi. 

walaupun wajar sih, saya juga masih g ngerti gimana caranya kita bisa tahu banyak hal, secara ilmu kedokteran luaaaas banget. kayaknya gak abis2 bahan belajar.

tapi satu hal yang bisa kita lakukan, setidaknya sebelum kasih judgment, kita mau cari data dan kemungkinan2 lain terkait hal yang mau kita atasi. membuka diri terhadap kemungkinan2 lain, tidak merasa benar sendiri, dan terus belajar.

"Who am I to judge?"

Sabtu, 23 Februari 2013

Gravity.

Gravity is working against me
And gravity wants to bring me down
Oh I'll never know what makes this man
With all the love that his heart can stand
Dream of ways to throw it all away

Oh Gravity is working against me
And gravity wants to bring me down

Oh twice as much ain't twice as good
And can't sustain like a one half could
It's wanting more
That's gonna send me to my knees

Oh gravity, stay the hell away from me
And gravity has taken better men than me (now how can that be?)

Just keep me where the light is
C'mon keep me where the light is
Oh... where the light is! 

***

diatas ini lagunya john mayer. lyrics master. abang-abangan bener ini john mayer kalau udah masalah bikin lirik lagu.  lagu diatas dijawabnya sama lagu glee yang defying gravity kali ya? ehehe... 

"Its time to trust my instincts. Close my eyes and leap. Time to try defying gravity. I know, it sounds truly crazy. And true, the vision is hazy. But someday I'll be defying gravity."

oh gravity, stay away from me.

Begin again.


Halohaa, miss me? *geer parah ehehe
udah terlalu lama gak post blog sama sekali. sekarang jadinya agak2 kaku gimanaaaa gitu buat mula lagi. 

been very secretive abt everything lately.
dulu ngerasanya karena terlalu sering nulis blog malah jd agak risih karena kerasanya dunia pribadi saya kaya diteriakin kenceng2. tapi gak nulis sama sekali juga ternyata bukan solusi karena banyak hal yang justru pengen dibagi tapi g bisa. kelamaan gak nulis malah bikin TERBIASA gak nulis. tetot -____-"

dan kaya yg dulu pernah saya blg. menulis justru alat bantu saya buat bisa menyimpulkan dan menyusun pelan2 apa-apa yang selama ini masih scattered alias berantakan. 

so, I'm back!
skrg mau coba nulis lagi. insyaAllah.

tapi karena membiasakan hal baru itu emang g semudah ngedip, jadi mungkin lama prosesnya.
stay tune anyway! ;)


"There is nothing to writing. All you do is sit down at a typewriter & bleed." -Ernest Hemingway

Kamis, 10 Januari 2013


"I've never regretted it. Questioned it? Sure. But never regretted."


"Is there a difference?" I ask.


"Absolutely. Regret is counterproductive. It's looking back on a past that you can't change. Questioning things as they occur can prevent regret in the future."