Jumat, 05 Februari 2010

Amelia Earhart; a women to be learned from

"and what if it's not something I want to show the world? what if it's something I want to show me?"

Do you know Amelia Earhart Putnam (1897-1937)?

First woman to pilot a plane solo across the Atlantic Ocean?

Woman best -most brave- pilot, maybe, ever?

One of the aviation myth?

One thing, she is a legend.

Film tentang Amelia Earhart baru keluar-atau saya yang baru tau ya, ehehe yang mainnya Hilary Swank dan Richard Gere (Swank as Earhart and Gere as Putnam, Earhart’s husband). Tagline film-nya: a love without limit, a life without fear. Entah kenapa ya, tapi saya sangat kagum sama perempuan yang seperti itu. Menjadi perempuan yang breaking the border line, menjadi perempuan yang 'one in a million'. Perempuan yang punya mimpi and have no fear untuk mewujudkan mimpinya.

Amelia Earhart, di film itu bilang gini :

"Everyone has oceans to fly. As long as you have the heart to do it. Is it reckless? Maybe. But what do dreams know of boundaries?”

Sesudah pesawatnya crash di Hawaii ketika mau take off (pas mau nerusin perjalanannya keliling dunia), dia rugi besar, ya iyalah ya itu pesawat mahal banget, dan dia ngobrol sama suaminya, tentang kemungkinan-kemungkinan tawaran mereka-suaminya adalah manager amelia- jatoh di pasaran (sejauh ini income mereka ya dari iklan, lecturing, dsb), and how bad it would be for her publicity because her exit is a stupid crash, and blaah. Terus suaminya bilang, “I’m fine with it”. Dan terakhirnya Amelia bilang “and what if it’s not something I want to show the world, what if it’s something I want to show me?” Ehm, something I know, Amelia Earhart is women with passion, dan passion itulah yang menggerakkan dia. Bukan gerak biasa, tapi gerak yang luar biasa. Mimpi tidak punya batasan, dan dia betul-betul menapaki mimpinya-apapun yang terjadi- sampai akhir.

And in the end, dia meninggal di tengah perjalanannya keliling dunia, hilang di Samudra Pasifik. Pesawatnya kehabisan bensin, dia gak bisa terjangkau oleh jaringan radio. Hmpf.

Amelia Earhart memang luar biasa, indeed. Tapi, dia meninggal dalam membuktikkan sesuatu yang, kasarnya sih, sia-sia. Tidak ada kaitannya sama sekali dengan amal soleh kepada Allah. Orangtua saya mengajarkan, jangan takut ambil pelajaran darimanapun, tapi selalu kembalikan kepada yang hak, ambil yang baik, jangan ambil yang tidak baik. Semangat Amelia dalam menjadi perempuan yang bisa mewujudkan cita-citanya, menjadi perempuan yang unggul, membuktikkan bahwa menjadi perempuan bukanlah alasan untuk kita berdiam diri, memang patut dicontoh. Tetapi, banyak sekali muslimah, para mujahidah yang punya kualitas luar biasa yang lebih patut dicontoh, dan sangat ideal sebenarnya, karena mimpi dan sepak terjang mereka terbungkus oleh ideologi yang benar pula.

Siti Aisyah binti Abu Bakar, istri Rasulullah, sekaligus da’i yang luar biasa. Dia mengajar para ikhwan juga malah.

Sufiyyah binti Abdul Muthalib, seorang muslimah yang ikut berperang

Asma binti Abu Bakar, yang nganterin makanan bolak-balik saat Rasulullah hijrah. Dikejar-kejar oleh kaum kafir quraisy.

Fatimah binti Muhammad, yang pembelaannya terhadap Rasulullah, bukan hanya sebagai bapak, tetapi juga pemimpinnya, sungguh luar biasa.

Sumayah, syahidah pertama islam di zaman Rasulullah Muhammad. Dia membuktikan bahwa keyakinan, ideologi, aqidah yang benar lah yang akan mengalahkan segala tipu muslihat musuh.

Khadijah binti Khuwailid, dukungannya terhadap dakwah islam melingkupi semua aspek. Mental, fisik, material.

Siti Masyitoh, keyakinannya tidak gugur walau apapun terjadi. Bayangkan seorang ibu melihat anaknya direbus satu persatu.

Siti Hajar, sungguh tiada kata sanggup melukiskan kesiapan dan kesabaran beliau.

dan masih sangat banyak lagi.

Sejak dulu, saya paling gak suka apabila sebagai perempuan, dideskriditkan. Laki-laki adalah pemimpin bagi perempuan itu bener, saya akui, tapi batasannya seperti apa juga harus jelas. Hal tersebut terkadang malah jadi pembelaan bagi para laki-laki untuk memandang sebelah mata perempuan, dan bagi perempuan untuk terkadang mengebiri kompetensi diri.

Perempuan punya fungsi berbeda dari laki-laki, ya bener. Kita akan menjadi istri dan ibu. Laki-laki akan menjadi suami dan ayah. Allah SWT pun menciptakan kita dengan kelengkapan sesuai fungsi tersebut. But back then, ada fungsi yang sama yang kita share dengan laki-laki. ‘Abid, hamba. Masalah kualitas, harusnya kita bersaing, jangan mau kalah. Fastabiqul khoirot.

Sejarah juga sudah membuktikan, bahwa banyak sekali perempuan yang luar biasa. Banyak. Jadi, harusnya menjadi perempuan bukanlah masalah, malah harusnya menjadi kekuatan. Amelia Earhart yang notabene tidak memiliki ideologi yang benar saja bisa, masa muslimah malah melempem. Ironi.

Ayo akhwat!

Kita bisa berkarya!

Kita HARUS berkarya!

Wallahu’alam bishawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar