Kamis, 19 Februari 2009

The way I defined L.I.F.E (based on Henry)

tiap orang punya cara sendiri untuk mendefinisikan hidup.
terutama dalam mendefinisikan hidupnya sendiri..

kemaren2, setelah saya belajar pathology clinic (those Henry things, hhe)
saya tersadar sesuatu..
believe it or not, I think Henry has its own way to interpret life.

dalam hidup, there'll always be two DIFFERENT ways, right or wrong.
sounds cliche I know, but that's what life goes on, and what life MUST go on.

dalam hidup, sesorang bertindak sesuai hakikat kebenaran versi dirinya,
bertindak sesuai kebenaran yang diyakininya,
I called it as a positive truth

dan dalam hidup, seseorang bertindak sesuai penolakan dirinya terhadap apa yang dianggapnya salah,
dia menolak sesuai apa yang diyakininya,
and I called it as a negative truth

tapi taukah kita bahwa dalam hidup ada yang namanya false positive truth and false negative truth?
bahwa mungkin selama ini yang kita anggap salah adalah benar
dan yang kita anggap benar adalah salah
yup, it's like those specificity and sensitivity test


kita harus mempunyai parameter yang benar untuk menegakkan apa yang disebut dengan true positive dan meruntuhkan apa yang disebut dengan true negative.
masalahnya adalah, parameter apa yang 'legalized' untuk kita jadikan arahan dalam menjalankan hidup?
menurut saya hal itu adalah tantangan hidup masing2 orang,
yup, to find and follow the gold standard

tapi jangan lupa, masih ada lagi hal lain yang harus kita perhatikan.
kalo kita misalkan keyakinan dan pengetahuan sebagai specimen yang akan dianalisis,
ada faktor penting yaitu specimen collection, specimen transport, dst yang harus kita tahu
Journey of life, atau perjalanan hidup akan membentuk karakter dasar pada diri masing-masing orang.
Hal inilah yang mungkin membuat orang melihat kebenaran dgn sudut yeng berbeda-beda
I called it as family, environment, education, problem of life, and friends intervention.
mungkin saja hal2 diatas lah yang akan menyebabkan interpretasi yang salah dalam analisis
define false as a truth, vice versa.

(udah ah, jadi kepanjangan hehe)

jadi..
mungkin saja kebenaran itu sudah ada didepan mata kita,
tapi kitanya yang nggak ngeh-ngeh aja dgn keberadaannya..
atau mungkin juga selama ini kita melakukan hal yang tidak benar,
but still insisting bahwa ini adalah benar.
take time to realize, kawan.

'dan tiap-tiap jiwa akan mempertanggungjawabkan hidupnya masing-masing dihadapan Allah SWT'
wallahua'lam,
mudah-mudahan bermanfaat=D

1 komentar:

  1. salam ziarah~
    wahidah aka waed here..
    i like ur point of view..
    medic n life
    cannot be separated is it?
    hehehe;p

    BalasHapus