Rabu, 30 Mei 2012

Cerita Koas #1

"(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." QS 3:191


Pertimbangan terbesar seorang dokter adalah keyakinannya, aqidahnya, tanggungjawabnya kepada Tuhan yang Maha Menciptakan, yang mustahil ada satupun makhluk penciptaanNya sia-sia.


Bukan dari untung rugi materi, bukan untung rugi dari apa yang dirasakan manusia, bukan adil dari apa yang didefinisikan manusia.


***


Diatas ini saya salin dari corat-coret di buku setelah bimbingan stase forensik dengan dr. Chevy dan terlibat diskusi dengan topik  mengenai "apabila ketika kehamilan ditemukan bahwa bayi di kandungan anencephal, kamu setuju untuk menggugurkannya atau tidak?" dan jawaban para dokter muda kebanyakannya adalah "gugurkan saja, toh lahir juga buat apa?" dan serenteng pertimbangan untung-rugi lainnya. 

"Bener kamu yakin bayi itu tidak ada gunanya? Menurut siapa?"
"Susah kalau pertimbangan untung-rugi hanya berdasarkan apa yang kamu lihat dan kamu tahu."

Pelajaran BHP di kampus apakah mengajarkan kita menjadi calon dokter yang materialis? (bukan materi dalam konteks uang ya, tetapi materi dari apa yang bisa terlihat -kaya dipelajaran kimia-) Bahwa statement DNR (Do not recucitate) bisa bermakna kita tidak bersungguh-sungguh meyakini Allah sebagai yang Maha Menciptakan. 

"Dok, jadi bagaimana apabila prinsip-prinsip yang diajarkan di BHP berlainan dengan keyakinan kita?"
"Kamu muslim bukan?"

Ini prinsip.

1 komentar:

  1. tolong elaborasi dong fulk, gimana DNR 'bisa' bermakna ga sungguh2 meyakini Allah sbg yang Menciptakan.. krn from slighest aspects, DNR justru bermakna sebaliknya.. hmm.

    BalasHapus