Kamis, 17 April 2014

Embracing Buton; A Prelude



Embrace: encircle, enclose, cherish, love, to take in or include as a part of more inclusive whole, a close encircling with the arms and pressure to the chest especially as a sign of affection, encirclement, and... acceptance.

Belakangan ini sering sekali adventuring sekitar Buton. Hmm, sebenernya kata adventure mgkn g tepat kali ya -,- soalnya jenis kegiatannya banyak. Kira-kira sebulan terakhir ini saya memutuskan buat fokus nulis lagi (yang bukan sekedar curhat tentu), dan "hey, kenapa g nulis tentang Buton?". Sebenernya udh kepikiran dari lama, cuma untuk menggerakkan jari-jari di atas tuts keyboard laptop ituuuu hm gimana yaa *ahaha banyak alesan ya -,-

Nah, sekarang mau dicoba pelan-pelan buat konsisten nulis tentang Buton.

Kapan lagi coba saya ada di bagian tengah-timur Indonesia. The farthest place, and the longest time I've ever been away from home. Pengalaman ini, buat saya sangat berharga. Kalau gollum bilang, my precioussss *sambilmendesis *desah. Saya ingin punya rekam jejak yang lekat-kuat, dan bahkan kalau bisa mendetail. Pertama kali jadi dokter, pertama kali jauh dari orang tua, dan banyak pertama yang lain. 

Jatuh bangunnya harus betul dirasa, diingat baik-baik. Biar pelajarannya lekat. 
Sudah hampir 5 bulan lewat, aaa tinggal 7 bulan lagi :(
Selain one day one juz, skrg hrs punya target baru: satu hari satu tulisan. 
Let's go go go goooo!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar