Senin, 26 Juli 2010

tentang hidup

Mereka beranggapan kebahagiaan ada dalam ongkang kaki, pangku tangan, dan kepasrahan. Atau dalam kehidupan bersama keluarga, bukan kehidupan mandiri yang penuh tantangan.
Atau dalam sesuap nasi yang datang dengan sendirinya, bukan dari hasil jerih payah dan peluh keringat. Atau dalam kelambanan diri, bukan pada ketangkasan dan kesigapan hidup.
Atau dalam sikap yang latah gampang ikut-ikutan, bukan pada kehidupan yang penuh gejolak dan reaksi. Atau dalam perjalanan meniti jalan orang-orang yang tak tentu arah, bukan pada perjalanan di mana dirimu menjadi pemimpin.
Atau dalam teriakan pengikut setia, 'Hidup..'
Atau dalam kehidupan yang disetir, bukan engkau yang menyetir.

Aku katakan, hidup adalah bergerak. Tidak ada kata diam apalagi berpangku tangan.
Hidup adalah interaksi dan dinamisasi, bukan cuci tangan apalagi diam membeku.
Hidup adalah jihad. Justru lebih dahulu berjihad melawan siapa saja yang bersilang kaki.
Hidup adalah semangat untuk menang. Sedang kemenangan tidak akan didapat tanpa kerja keras.
Hidup adalah kenikmatan. Sedang tak ada kenikmatan minus peluh keringat.
Hidup adalah ketika dirimu terbebas dari kungkungan. Sedang tidak ada kebebasan bila tidak bergerak.
Hidup adalah ketika dirimu menjadi khalifah di muka bumi. Tugas dirimu adalah memimpin.
Hidup adalah ketika dirimu mengatakan, 'Tidak!' sedang bibirmu dipenuhi penolakan terhadap kezhaliman dan kesewenang-wenangan.
Jika dirimu memilih diam, masuklah dalam kelompok penghuni liang lahat.."
(Yusuf al-Qardhawi, Nafahat wa Lafahat, dikutip dari Manajemen Perubahan)


dikopipas dari blog seorang mahasiswa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar